Yusuf: Dari Sumur Menuju Istana (2)

(sambungan)

Kisah hidup Yusuf bukanlah kisah yang asing bagi kita. Kita tahu apa yang terjadi selanjutnya. Singkat cerita, lewat hubungannya dengan seorang juru minuman yang pernah sama-sama dipenjara, dimana orang tersebut pernah melupakannya dan membiarkan Yusuf tetap dipenjara selama dua tahun, ia pun kemudian sukses mengartikan mimpi Firaun dan mendapat lompatan promosi yang menakjubkan diluar logika manusia. Dari tawanan tiba-tiba menjadi orang yang berkuasa atas seluruh tanah mesir. (ay 40-41). Yusuf akhirnya mencapai posisi kepala yang sesungguhnya. Ketika saudara-saudaranya menghadap, Yusuf seharusnya bisa membalas dendam atas segala penderitaannya selama ini yang berawal dari perlakuan buruk dan kejam saudara-saudaranya itu. Tapi itu semua tidak ia lakukan karena ia jauh lebih tertarik untuk memuliakan Tuhan lewat kehidupannya. Itu jauh lebih penting daripada memuaskan nafsu untuk membalaskan sakit hati. Ia pun memaafkan saudara-saudaranya. Perkataan Yusuf kembali menunjukkan mental juara dalam hal ketaatan dan iman. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kejadian 50:20). Sikap terpuji seperti itu tidaklah mudah dilakukan jika kita yang berada di posisi Yusuf. Tapi jika kita melihat bagaimana Yusuf tetap berjalan bersama Tuhan, dan berkali-kali kita menyaksikan adanya Roh Tuhan menyertainya, maka semua itu menjadi mungkin.

Dari sumur gelap, fitnah, penjara, dan pada akhirnya istana. Itu benar-benar rangkaian perjalanan yang begitu penuh liku-liku. Tetapi dalam proses itu ada penyertaan Tuhan yang ternyata mampu membuat segala yang Yusuf lakukan berhasil. Dalam posisi sulit dan di bawah sekalipun Yusuf tetap mampu tampil sebagai kepala. Ini adalah hal luar biasa yang menjadi bukti nyata dari Firman Tuhan yang mengehendaki kita semua untuk berada di “habitat” kita sesungguhnya yaitu kepala. Bahkan masalah sebesar apapun tidak mampu menghentikan Yusuf untuk mencapai posisi kepala!

Apa yang menjadi syarat agar Tuhan selalu menyertai dan memampukan kita mencapai posisi kepala sesungguhnya sudah diberitahukan dengan jelas. Mari kita lihat kembali ayat bacaan dari renungan ini. “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.” (Ulangan 28: 13-14).

Dari ayat ini kita bisa mengalami seperti apa yang terjadi pada Yusuf jika:
– kita mendengarkan perintah Tuhan
– menjadi pelaku-pelaku firman yang setia
– tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan
– hanya menyembah Allah saja, dan bukan allah lain

Rangkaian kisah Yusuf menggambarkan dengan jelas bagaimana keempat hal ini menjadi pedoman hidup yang ia pegang sepenuhnya. Bukankah Yusuf tetap taat melakukan ke 4 hal tersebut tanpa peduli kondisi apapun yang ia hadapi? Ia tidak kecewa, ia tidak mengeluh,  ia tidak menghujat, ia tidak putus asa, ia tidak hilang harapan, melainkan tetap percaya sepenuhnya untuk berjalan bersama dengan Allah! Dan janji Tuhan pun dengan sendirinya berlaku bagi diri Yusuf.

Tuhan telah menetapkan anak-anakNya untuk menjadi kepala dan bukan ekor. Kita akan senantiasa naik dan bukan turun. Janji yang sudah terbukti pada Yusuf pun berlaku sama buat kita semua hari ini, juga anak-cucu kita di masa yang akan datang. Ini sebuah janji berkat Tuhan yang akan bisa kita dapatkan jika kita melakukan apa yang telah Tuhan tetapkan sebagai syaratnya. Dalam kondisi apapun saat ini anda berada, tetaplah berpegang teguh pada firman Tuhan, percayalah tanpa ragu sedikitpun, jangan memberi toleransi pada jebakan dosa dan jangan tergoda untuk mengambil alternatif-alternatif lain karena tidak sabar mengalami proses. Sebuah perjalanan yang terkelam sekalipun, jika ada penyertaan Tuhan di dalamnya akan tetap memberikan sebuah hasil yang berbeda. Kita akan tetap berhasil meski ditekan, kita akan tetap maju meski ditahan, tidak ada satupun yang bisa menghentikan keinginan Tuhan jika kita melakukan semua ketetapan yang telah Dia berikan. Proses boleh menyakitkan, namun pada suatu ketika kita akan menuai janji Tuhan dengan sepenuhnya. Dan ingatlah bahwa dalam sepanjang proses itupun Tuhan mampu membuat kita tetap berhasil dan memperoleh pencapaian-pencapaian tersendiri. Yusuf sudah membuktikan dan berhasil. Siapkah kita membuktikannya sama seperti Yusuf?

Kepala dan bukan ekor, tetap naik dan bukan turun, itulah yang dijanjikan Tuhan untuk kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.