Yesus Selalu Hadir dalam Ekaristi dan Adorasi Abadi

Jumat, 10 April 2015: Oktaf Paskah

Kis 4:1-1-12′ Mzm 118:1-2,4, 22-27a; Yoh 21:1-14

… “Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka…”

SETELAH peristiwa tragis kematian Yesus, tampaknya, Petrus begitu terpukul dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Maka, ia pulang kampung di Galilea lalu memutuskan kembali bekerja sebagai nelayan untuk menangkap ikan dalam keputusasaan dan ketidakpastiannya. Para murid lain pun serta merta mengikutinya.

Di sini kita ingat saat Yesus memerintah Petrus untuk menebarkan jalanya ketika ia sudah putus asa setelah bekerja sepanjang malam dan tidak menangkap apa-apa. Dan ketika itu, pada awal penampilan publik-Nya di Galilea, secara dramatis, Yesus mendekati Petrus yang sedang putus asa dan lelah sepanjang malam bekerja sia-sia, memerintahnya untuk menebarkan jalanya hingga kemudian mujizat terjadi.

Petrus menangkap sejumlah besar ikan dan mengenali bahwa Yesus bukan hanya seorang Guru tetapi Tuhan (bdk. Luk 5:4-11). Dan Yesus pun memanggil dan mengutus Petrus untuk menjadi penjala manusia bagi Kerajaan Allah.

Kini, Yesus Kristus yang bangkit dari alam maut mengulangi lagi mujizat itu. Ia berdiri di tepi pantai. Namun para murid belum mengenali bahwa itu Yesus, Tuhan. Ia pun memerintahkan kepada mereka agar menebarkan jala ke sebelah kanan. Seketika itu juga terjadi mujuzat. Mereka menangkap sejumlah besar ikan hingga mereka tak mampu menghela jala mereka.

Yohanes, murid terkasih itu, langsung mengenali bahwa yang sedang memerintah Petrus dan mereka itu adalah Yesus, Tuhan. Maka ia berkata kepada Petrus, “Itu Tuhan!” Seketika, secara spontan Petrus pun segera meninggalkan perahu dan berlari menjumpai Tuhan.

Apa yang dapat kita renungkan? Jelas sekali, Yesus Kristus Tuhan selalu siap untuk membaharui iman kita dan memberi kita harapan baru sesuai dengan janji-Nya, sebagaimana telah dilakukan-Nya bagi para murid-Nya. Apakah kita seperti Yohanes yang mengenali Yesus Tuhan dalam hidup kita? Atau, apakah kita seperti Petrus yang berlari kepada Tuhan Yesus Kristus ketika kita sedang menghadapi kekecewaan atau cobaan karena kita percaya bahwa Yesus Kristus selalu ada bersama kita? Mari kita rela berjumpa Yesus atau minimal rela dijumpai-Nya agar hidup kita diperbarui-Nya

Sesungguhnya, dalam Adorasi Ekaristi Abadi, Tuhan Yesus Kristus selalu menyatakan diri-Nya kepada kita bila kita mau membuka hati untuk mendengarkan sabda-Nya. Mari kita mengenali kehadiran-Nya dalam hidup kita, menyembah-Nya dan menerima sabda-Nya dengan iman yang penuh pengharapan.

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Kebangkitan dan Hidup. Mekarkanlah iman kami pada daya kebangkitan dan kebenaran-Mu bahwa Engkau sungguh hidup. Semoga kami tidak pernah meragukan sabda kehidupan-Mu dan tidak pernah kami menjauhkan diri dari kehadiran-Mu terutama melalui Ekaristi dan Adorasi, kini dan sepanjang masa. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)Christ_Taking_Leave_of_the_Apostles

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.