Yesus sang Terang Dunia

Ayat bacaan: Yohanes 8:12
=====================
“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Pusat-pusat perbelanjaan dan berbagai tempat publik sudah mulai berbenah dalam menyambut Natal. Anda akan menjumpai lampu-lampu terang baik yang ditempatkan pada Pohon Natal, menjuntai dari atas, menggelayut dari satu sisi ke sisi lain dan sebagainya. Sebuah perayaan seperti Natal akan selalu dirayakan dengan suasana yang terang dan semarak, itu menunjukkan bahwa terang mewakili perasaan sukacita, gembira, bahagia, yang tentu saja merupakan bentuk-bentuk perasaan yang hadir dalam sebuah perayaan. Sebentar lagi sebagian dari kita akan mulai merakit Pohon Natal di rumah. Pohon ini juga disebut orang dengan Pohon Terang, mengacu kepada banyak lampu kecil kerlap kerlip yang kita lingkari di situ.

Kedatangan Kristus ke dunia, yang terlahir lewat pasangan manusia sama seperti kita. Dia datang membawa terang ke dalam dunia yang gelap. Secara rohani kekelaman meliputi bangsa-bangsa, kegelapan menyelimuti bumi, dan Yesus turun menjadi cahaya atau terang dunia. Ia datang untuk menebus dosa-dosa kita, memulihkan hubungan antara manusia dengan Allah Bapa, membuka jalan bagi kita untuk menerima anugerah keselamatan.

Mari kita bayangkan situasi di Betlehem dua ribu tahun lebih yang lalu ketika Yesus lahir di dalam palungan. Itu adalah sebuah malam yang sangat bersejarah dan sangat penting artinya bagi kehidupan manusia sampai kapanpun.  Malam segala malam, malam yang paling besar dan merubah perjalanan hidup manusia. Itu adalah sebuah malam yang membawa terang. Kelahiran Kristus ke dunia akan mengalahkan kegelapan sampai kapanpun, sebuah malam dimana siapapun yang ada dalam kegelapan akan melihat sebuah cahaya terang yang sempurna. Sebuah malam dimana Allah memberikan AnakNya turun ke dunia sebagai “Terang Dunia.”

Dunia mungkin tampil semakin lama semakin bercahaya. Kota-kota tidak lagi tidur. Akitivitas terus berlangsung, lampu akan membuat kota tampak indah dengan terangnya. Tapi sesungguhnya dunia terus berselubung gelap. Berbagai bentuk kejahatan, orang saling sesat menyesatkan, penipuan, ketidakpedulian, sibuk mengejar harta dan mengorbankan keluarga juga Tuhan, pengajaran mengejar kebahagiaan lewat kepemilikan barang-barang mewah dan sebagainya merupakan bentuk kegelapan yang menyelubungi dunia. Sebagai bagian dari dunia yang gelap, jika tidak hati-hati kita bisa takluk di dalamnya. Tapi ingatlah bahwa kedatangan Kristus ke muka bumi ini sebagai Terang Dunia yang mampu membawa kita keluar dari kegelapan itu untuk senantiasa berada dalam cahaya terangNya. “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12). Jika anda menyalakan sebuah korek api kecil dalam kegelapan, anda akan melihat bahwa gelap tidak akan mampu berbuat apa-apa jika ada setitik saja cahaya terang menerobosnya. Tidak ada gelap yang bisa mengalahkan terang. Begitu juga kehidupan kita. Tidak ada satu kegelapanpun yang mampu menguasai kita jika kita memiliki Kristus, Sang Terang Dunia dalam dalam diri kita.

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” (1 Petrus 2:9). Dalam suratnya Petrus mengingatkan kepada kita, para orang percaya bahwa sesungguhnya merupakan bangsa yang terpilih, imamat yang rajani (the royal priesthood), dan kita semuanya sebenarnya sudah dipanggil keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terangnya yang ajaib.  Seperti itulah hakekatnya diri kita. Seharusnya tidak ada gelap yang bisa menaungi kita, tetapi kita seringkali tidak menyadari bahwa terang Kristus itu ada pada kita. Sama seperti kita memasukkan lampu ke dalam sebuah kotak dan menutupnya, maka sinar terang itu tidak akan pernah bisa berfungsi menggantikan kegelapan. “Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:15-16).

Yesus juga berkata “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.” (Yohanes 12:46). Kita punya Tuhan yang luar biasa yang selalu siap untuk menarik kita keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terangNya yang ajaib. Sebuah terang yang kapan saja bisa menyingkirkan gelap jika saja kita mengizinkan hal itu terjadi. Di saat seperti itulah kita akan bisa berkata seperti Daud, “Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.” (Mazmur 139:12).

Menjelang datangnya perayaan Kristus yang turun ke dunia ini membawa terangNya yang ajaib, mari kita merenungkan segala kebaikan yang telah diberikan Tuhan bagi kita dan membenahi iman kita agar tidak terganggu dengan keraguan tetapi berisi keyakinan penuh akan penyertaan Tuhan. Terang Dunia akan terus menyinari kita, memindahkan kita dari kegelapan untuk berjalan dalam terang Tuhan. Sadarilah hal ini dan berhentilah untuk membiarkan kita terus terperangkap dalam gelap. Kiranya terang Kristus selalu bersinar dalam hidup kita semua.

Tidak ada kegelapan yang mampu mengalahkan terang

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.