Yesus Sang Entrepreneur: Mimpi (1)

BANYAK orang mengeluh hidupnya dirundung masalah. Usaha apa saja seakan hasilnya sia-sia.  Bantuan apa pun yang diberikan padanya, seakan menguap  lenyap dalam sekejap.  Nasihat dari kerabat dan sahabat juga hanya bermanfaat sesaat. Seterusnya lewat dalam waktu singkat. 

Kalau Anda, atau teman Anda mengalami demikian, pernahkah bertanya diri, apa sesungguhnya mimpi Anda? Banyak orang yang sebenarnya tidak punya mimpi dalam hidupnya. Sebagian lagi, punya;  tetapi  mimpinya terlalu sederhana, sehingga mudah digapai, lalu selesai. Hidupnya tak punya tujuan lagi. 

Berawal dari mimpi

Orang-orang besar di dunia ini semuanya punya mimpi besar. 

Thomas Edison, penemu lampu listrik itu memimpikan dapat menerangi seluruh kota, bahkan seluruh dunia. Ir. Soekarno alias Bung Karno punya mimpi tentang Negara Kesatuan RI. 

Yesus, memimpikan semua orang selamat, sampai ke Bapa. Dan lihatlah apa yang terjadi. Dunia berubah bahkan jadi baru. Mimpi Yesus pula yang menyebabkan mayoritas penghuni bumi ini bergerak, berbuat memberi makna kehidupan ini. 

Jangan hanya mimpi tentang indahnya surga. Karena itu tidak cocok dengan yang dilakukan Yesus. Yesus melakukan yang diajakanNya: iman, kasih dan harapan. 

Mimpi tentang surga baru menyentuh satu aspek: harapan. Iman dan kasihnya belum digarap. Padahal itulah yang dijalani Yesus, meskipun risikonya Ia mati di kayu salib. Itu sebabnya, litani tentang Yesus, kini harus diubah dan ditambah dengan: Yesus, Sang Entrepreneur, bantu kami membangun mimpi! (Bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.