Yesus Menanggung Kelemahan dan Penyakit Kita

jesushug

Sabtu, 28  Juni 2014
PW Hati Tersuci SP Maria
2 Tim. 2:22b-26; Mzm 74:1-5b-7,20-21; Mat 8:5-17

“Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” (Matius 8:17)

Yesus tampil. Orang sakit disembuhkan. Yang buta melihat. Yang tuli mendengar. Yang bisu berbicara. Yang lumpuh dapat berjalan. Yang kerasukan setan disucikan. Bahkan, yang mati dihidupkan.

Hal-hal itu sudah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya sekitar 700-an tahun sebelum Yesus. Yesus menggenapi nubuat itu dengan kehadiran-Nya. “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” (Matius 8:17). Kalimat ini telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya yang hidup pada abad ke-8 sebelum Yesus Kristus.

Penampilan dan kehadiran Yesus menjadi penggenapan atas nubuat ini. Yesuslah yang telah memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita. Itulah yang memuncak pada peristiwa sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya.

Dalam seluruh penampilan, kehadiran dan karya-Nya, Yesus Kristus telah dan selalu menjadi daya penyembuh bagi yang sakit, pemulih bagi yang luka, penguat bagi yang lemah dan penopang bagi yang tak berdaya. Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita. Bahkan Dilah yang harus menanggung akibat dari dosa kita.

Demi menanggung segala kelemahan dan penyakit kita, Hati Yesus yang Mahakudus selalu tergerak oleh belas kasihan kepada kita. Karya kasih dan penyembuhan-Nya lahir maupun batin terus terjadi hingga hari ini. Hati-Nya yang Mahakudus terbuka untuk menampung hati dan hidup kita yang berlumuran dengan dosa.

Hati-Nya yang Mahakudus tak terpisahkan dari hati sang bunda yang telah mengandung dan melahirkan-Nya. Maka, Gereja Katolik pun menerima hati St. Perawan Maria sebagai hati yang tersuci. Itulah yang diperingati oleh Gereja Katolik pada hari ini sebagai Peringatan Wajib Hati Tersuci St. Perawan Maria.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita belajar menyucikan hati kita di hadirat Hati Yesus yang Mahakudus dan ditopang oleh doa-doa Hati Tersuci St. Perawan Maria. Mari kita persembahkan hati kita yang kotor dan berlumuran dosa ini kepada Hati Kudus Yesus dan Hati Tersuci St. Perawan Maria, sehingga hati kita mengalirkan jua kesucian, bela rasa, belas kasihan kepada sesama dan semesta, kini dan sepanjang masa. Amin.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.