Yesus Kristus Mentahirkan Kita

26 Juni - RmA 1

Jumat 26 Juni 2015
Hari Biasa Pekan XII
Kejadian 17:1.9-10.15-22; Mzm 128:1-2.3.4-5; Matius 8:1-4

…. Datanglah kepada-Nya seorang yang sakit kusta. Ia sujud menyembah Yesus dan berkata, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku.” Yesus lalu mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir!” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya…

Dalam Injil hari ini kita baca, seorang kusta datang dan mendekati Yesus Kristus dengan iman dan rendah hati. Ia berharap agar Yesus menyembuhkannya.

Pada zaman Yesus, di kalangan Yahudi, para penderita kusta adalah kaum tersingkir tertindas. Keadaan fisik mereka mengerikan. Mereka bahkan dianggap sudah mati juga oleh keluarganya. Hukum Yahudi melarang siapapun mendekati apalagi menyentuh seorang kusta.

Akan tetapi, Yesus Kristus justru mendekati mereka yang tersingkir. Yesus menjamah yang tak terjamah. Ia memberi ruang merdeka kepada mereka untuk datang pada-Nya.

Kepada seorang kusta yang datang kepada-Nya, Yesus Kristus menyatakan kasih personal, belarasa, dan kebaikan Tuhan melalui sentuhan fisik-Nya. Itulah Yesus menjamah orang kusta itu dan menyembuhkanNya baik secara fisik maupun rohani.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita belajar dari orang kusta, datang dan menyembah Yesus Kristus dengan penuh iman dan rendah hati dengan harapan Ia menyembuhkan kita dari dosa. Kita juga mohon kepada-Nya, agar menganugerahkan api kasih-Nya hingga kita pun peduli kepada sesama dengan penuh perhatian, belarasa dan kemurahan, terutama kepada kaum papa.

Tuhan Yesus Kristus, kami datang pada-Mu dan menyembah-Mu dengan penuh iman dan rendah hati. Kami mengasihi-Mu. Sembuhkan kami dari dosa kami. Semoga kami peduli kepada sesama dengan penuh perhatian, belarasa dan kemurahan, terutama kepada kaum papa kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.