Yesus Harus Mati demi Keselamatan Kita Semua

jesus.donkey

Sabtu, 28 Maret 2015
Pekan Prapaskah V
Yeh 37:21-28; MT Yer 31:10-11,12b-13; Yoh 11:45-56

…. Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa,dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.” Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.”… (Yoh 11:49-52)

BETAPA  ironis dan dramatis bahwa Yesus yang mulai diterima banyak orang dan mereka percaya pada-Nya karena tanda mujizat-Nya, diramalkan harus mati. Yesus harus mengumpulkan yang tercerai berai menjadi satu sebagai anak-anak Allah.

Yesus menggenapi nubuatan itu dengan menyerahkan nyawa-Nya bagi banyak orang. Dan meminjam ungkapan St. Lukas, ia tak bisa menunggu lama waktunya akan segera tiba dan tak seorang pun bisa menghentikan penggenapannya di Yerusalem. Itulah perutusan-Nya dari Bapa.

Apa yang bisa kita renungkan? Jelas, bahwa Yesus harus mati demi keselamatan kita. Itu digenapi dalam kematian-Nya di salib. Di salib Yesus menyerahkan hidup-Nya bagi kita. Ya, jalan kemuliaan dan kemenangan bagi kita adalah jalan salib Yesus Kristus.

Sebagaimana ditulis St. Agustinus (354-430), penderitaan Tuhan dan Penyelamat kita Yesus Kristus adalah harapan akan kemuliaan dan pelajaran dalam menanggung kesabaran. Ia amat mengasihi kita hingga meski diri-Nya tak berdosa, dengan bebas rela menderita bagi kita para pendosa yang seharusnya menanggung hukuman dosa itu. Namun  Yesus tak pernah gagal.

Ia tak pernah gagal memberi kita anugerah atas upaya kita mewujudkan kebenaran sebab Dialah sumber kebenaran. Janji kasih dan keselamatan–Nya selalu benar dan tak pernah Ia ingkar janji. Ia bahkan menanggung hukuman atas dosa-dosa kita, meski Dia sendiri tak berdosa.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita menyembah Yesus Kristus tanpa takut. Di sana kita belajar mengenal Yesus secara personal dan mewartakan bahwa Yesus Kristus telah disalibkan bagi kita dalam hidup bersama. Mari kita mengimani-Nya tidak dengan ketakutan melainkan dengan sukacita, tidak dengan malu-malu tetapi dengan bangga.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami siap menyerahkan hidup kami selaras dengan kehendak-Mu. Semoga kami siap memikul salib kami dan melangkah ikut menempuh jalan kemenangan-Mu. Ajarilah kami rela menderita dan mati bagi-Mu, hingga kami boleh ambil bagian dan berbagi dalam kemenangan dan kemuliaan-Mu selamanya.  Amin.

Kredit foto: Ist

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.