Yesus Datang Berkali-kali (2)

A depiction of Jesus ascending into heaven.

Menggunakan semua orang


Yesus Kristus yang pernah mengatakan akan datang kedua kalinya sebenarnya sudah hadir berkali-kali di dunia untuk memengaruhi semakin banyak orang yang percaya kepadaNya agar menyelamatkan manusia-manusia lain. Menyelamatkan jiwa-jiwa, kata Santo Ignatius dari Loyola.


Dia hadir dan memengaruhi pikiran, hati, perasaan dan seluruh jiwa manusia agar menjalankan karya keselamatan yang sudah dimulainya di kayu salib. Yesus ingin agar semua orang menjadi “diriNya” juga yang bisa membawa manusia lain pada kesucian/kekudusan. Yesus tidak pandang bulu saat bekerja memengaruhi manusia. Katolik, Protestan, Muslim, Hindu, Budha bahkan para atheis dan siapa saja dipengaruhiNya agar dunia ini selamat.


Mereka yang percaya padaNya dengan sendirinya punya tanggung jawab besar karena pengetahuan, kebijaksanaan dan rahmat yang dianugerahkan pada pengikutNya sekaligus menuntut peran besar agar dunia selamat dari belenggu kedosaan.


Dia ingin agar manusia percaya bahwa hatiNya sangat manis, murah, dan penuh belas kasih. Kerahimannya luar biasa. Manusia tidak perlu takut meski banyak dosa sekalipun. Karena Dia memang datang ke dunia untuk menyelamatkan yang hilang. Bukan untuk mencari yang sudah selamat. Dia menyembuhkan yang sakit, bukan yang sehat.


BACA  JUGA : Makhluk Rohani Itu Bernama Manusia (1)


Sayang, banyak manusia tidak yakin, tidak percaya, tidak layak. Ketika jatuh dalam satu kesalahan/ dosa, kebanyakan kita merasa tidak layak untuk datang dan menghadap. Kedua kali jatuh makin merasa tidak layak. Hingga berkali-kali jatuh, sudah tidak lagi mau datang padaNya. Bukan karena apa-apa, tapi karena tidak tahu bahwa Dia sangat baik dan bakal menerimanya. Yang ada dalam pikiran manusia seperti itu biasanya perasaan tidak layak, tidak pantas untuk menerima berkahNya yang luar biasa setiap saat. Akhirnya yang terjadi, mereka (manusia-manusia) meninggalkanNya. Itulah yang diinginkan iblis dan Yesus sedih karenanya.


Pada dasarnya, belas kasih Tuhan (Yesus) yang selalu tercurah pada manusia kerapkali tidak disadari dan dimengerti manusia. Berbagai pengalaman suram dan gelap yang dilalui manusia serta pengetahuan dan pemahaman yang keliru yang diberikan guru di sekolah, orang tua di keluarga dan orang-orang lain menguat menjadi keyakinan bahwa Tuhan adalah penghukum dan selalu tak kenal ampun.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.