Yayasan Katolik Kunci Yogyakarta (RKY) untuk Para Pasien Pecandu Narkoba (2)

Mgr Pujasumarta dan Br. Pollycarpus FC Nandan

MENGEMBALIKAN martabat sosial para pasien pecandu narkoba adalah cita-cita luhur yang disandang oleh Yayasan Katolik Kunci Yogyakarta atau yang lazim disebut Rehabilitasi Kunci Yogyakarta (RKY). Lembaga katolik yang berkiprah di bidang usaha penyembuhan medik terhadap para pasien pencandu narkoba dan kemudian menuju tahapan berikutnya yakni pemulihan mental dan martabat sosial pasien ini diampu oleh para bruder religius anggota Kongregasi Karitas (FC).

Lokasi RKY ada persis di samping Bruderan FC di Nandan, Yogyakarta; sekitar 300 meter sebelum Monumen Yogya Kembali (Monjali) dari arah Selatan (Jetis, Tugu) dan berada di posisi kiri. Lokasi RKY masuk sebuah gang kecil di posisi kiri jalan hingga nantinya akan ketemu Biara Sang Penebus Redemptoris (CSsR) di posisi kanan jalan dan kompleks sekolahan Karitas di posisi kiri jalan.

Nah, RKY ada di posisi kanan jalan seiring dengan Biara Bruder-bruder Karitas (FC). Itu karena RKY menempati bekas lahan dan gedung novisiat Bruder-bruder Karitas.

Hari Jumat tanggal 27 Juni 2014 lalu, RKY bersama Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI ) menjadi tuan rumah untuk acara peluncuran Nota Pastoral 2014 KWI tentang “Menyikapi Kejahatan Sosial Narkoba di Indonesia: Dari Keputusasaan menuju Pengharapan”.

Tetapi mengapa mengambil lokasi di RKY untuk sebuah event penting KWI?

“Karena di Yayasan Katolik Kunci Yogyakarta (RKY) inilah, para pasien pencandu narkoba dari berbagai wilayah di Indonesia –baik katolik maupun non katolik—datang untuk menjalani program penyembuhan medik dan baru kemudian berlanjut pada tahapan penting selanjutnya: program pemulihan diri, motivasi hidup dan rehabilitasi mental serta martabat sosialnya,” demikian Sekretaris Jenderal KWI Mgr. Johannes Pujasumarta Pr dalam sambutannya menjelang dilakukannya peluncuran Nota Pastoral 2014 KWI tentang memerangi narkoba dan upaya reksa pastoral terhadap para pasien pecandu narkoba.

Sleutel alias Kunci

Apa yang disampaikan Bapak Uskup Agung Keuskupan Semarang ini ada benarnya.

Dirintis sejak tahun 2005 oleh para bruder Karitas (FC) mengikuti jejak para bruder FC di Eropa –terutama Belgia yang melakukan karya reksa pastoral terhadap para pasien pecandu narkoba—maka sejak itu pula berdirilah Yayasan Katolik Kunci Yogyakarta atau RKY.

Yayasan katolik Kunci Yogyakarta (RKY) di Nandan, Yogyakarta

Yayasan Katolik Kunci Yogyakarta (RKY): Inilah bangunan lokasi RKY di Dusun Nandan, tak jauh dari lokasi Monumen Yogya Kembali (Monjali) di Yogyakarta, tempat diadakannya program medikasi dan rehabilitasi para pasien pecandu narkoba. (Sesawi.Net/Mathias Hariyadi)

Di akhir acara rilis Nota Pastoral 2014 KWI, Bapak Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta berkenan meninjau langsung kompleks RKY hingga ke dapur dan kebun belakang ditemani Direktur RKY saat ini: Br. Pollycarpus FC.

Bahkan, ke-15 pasien pecandu narkoba yang kini tinggal di RKY menjalani program medifikasi dan pemulihan diri ini juga tak sungkan minta perkenan Bapak Uskup untuk berfoto bersama. Yang pasti, tidak ada muka-muka sedih di sini, yang ada justru keceriaan ketika Gereja Katolik melalui KWI menaruh perhatian serius pada segala upaya pemulihan diri para pasien narkoba ini, tak peduli agama mereka apa.

Mengapa menyebut diri “Kunci”?

Kepada Sesawi.Net, Bruder Yoachim FC yang baru saja memeringati pesta emas hidup membiara ini lalu berkisah.

Br Yoachim FC ok

50 Tahun Hidup Membiara: Bruder Yoachim FC pernah berkarya selama tiga tahun di Afrika Timur untuk pelayanan bagi para pasien tuna rungu dan wicara. Lahir dan besar di Baturetno, Wonogiri, sewaktu muda Br. Yoachim FC malah pernah menjadi koster di Gereja Paroki Santa Perawan Maria Bunda Kristis di Wedi, Klaten tahun 1957 dan baru kemudian masuk biara di Kongregasi Bruder-bruder Karitas di Purworejo. (Sesawi.Net/Mathias Hariyadi)

Sebuah organisasi awam di Belgia yang menyebut diri Sleutel (yang dalam bahasa Belanda berarti kunci) mendorong para bruder FC merintis karya yang sama di Indonesia. Akhirnya memang berdirilah Yayasan Katolik Kunci Yogyakarta –atau kini tenar dikenal sebagai RKY—mengikuti misi mulia kelompok Sleutel di Belgia.

Beberapa bruder Karitas (FC) kemudian diutus belajar khusus terapi dan metode penyembuhan pasien pecandu narkoba di Belgia. “Hasilnya adalah para bruder FC dengan kualifikasi kemampuan melakukan terapi konseling dan pendampingan untuk para pasien pecandu narkoba di RKY hingga hari ini,” tutur Bruder Yoachim yang pernah berkarya di pusat rehabilitasi bisu dan tuli di Afrika Timur selama tiga tahun sewaktu masih sedikit lebih muda ini.

Para bruder FC yang secara profesional dan khusus pernah bertugas mengelola RKY sejak berdiri hingga tahun 2004 ini secara berturut-turut adalah sebagai berikut: Br. Mikael FC, Br. Apolonaris FC, dan sekarang Br. Polikarpus FC.

Uskup Agung Keuskupan Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta

Kunjungan Uskup Agung Semarang ke RKY: Bapak Uskup Agung Keuskupan Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta ditemani  Br. Polikarpus FC menyempatkan diri mengunjungi dan menelisik penuh perhatian atas sudut-sudut bangunan bekas Novisiat Bruder-bruder Karitas (FC) yang sejak tahun 2005 beralih fungsi menjadi Pusat Rehabilitasi Pasien Pecandu Narkoba yang dikelola oleh Yayasan Katolik Kunci Yogyakarta (RKY). Lembaga katolik ini dikelola oleh para bruder FC bekerjasama dengan para dokter, tenaga pendamping ahli dan sejumlah voluntir. (Dok RKY/Br. Yoannes FC)

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.