Yang Berbuat Kemanusiaan Itu di Pihak Kita

< ![endif]-->

“Guru, kami melihat orang lain yang bukan pengikut kita, mengusir setan demi nama-Mu. Lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita. Tetapi Yesus berkata: “Jangan kalian cegah, Sebab tak seorang pun yang telah meng-adakan mukjizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat aku.. Baraang siapa tidak melawan kita, ia memihak kita.”

BEBERAPA waktu yang lampau ketika ada peristiwa gempa bumi yang merusak beberapa daerah dan yang menelan banyak korban, spontan banyak  warga masyarakat dan organisasi swasta membantu para korban dengan memberikan  bantuan tenda-tenda.makanan dan obat-obatan. Rumah-rumah yang terkena dampak gempa banyak hancur berantakan.

Namun ada sesuatu yang agak ganjil, yaitu ada di beberapa tenda dan penampungan para pengungsi itu tanda-tanda identitas kelompok penyumbang ada yang pakai nama kelompok agama, ada yang pakai nama organisasi, namun ada pula pakai nama partai. Hal ini menyebakan orang mengira ini seperti kampanye.

Ketika kelompok katolik juga membantu, kami tidak memasang tanda-tanda identitas katolik, tetapi  cuma nama asal.  Tetapi tidak jauh dari tenda-tenda kelompok kami datang dan ingin memasang tanda agama dari kelompoknya, sehingga kelompok kami tidak terlihat dari jalan.

Yesus dan orang sakit by ebibleteacher

Yesus menyembuhkan orang sakit (Ilustrasi/Ebibleteacher.com)

Maka ada anggota kami yang melarang, karena kelompok kami merasa sudah dilindungi pak kadus dan pak camat. Setelah kami lama beradu argumentasi, maka menjadi jelas bahwa kelompok ini memang tidak hanya mau membantu tetapi mau kampanye agama. Untung pak kadus mengatakan: Biarlah toh yang datang kemari sama relawan.

Semua yang datang ingin membantu untuk para korban, berati semua menyatakan semangat kemanusiaan.

Lalu kami teringat akan Sabda Tuhan Yesus hari ini “Barang siapa tidak melawan kita, ia memihak kita.”

Dan inilah kiranya satu hal perlu mendapat perhatian kita. Kita jangan hanya melihat identitas agama atau kelompok, tetapi apakah kita juga dapat menilai perbuatan yang muaranya pada kemanusiaan, pada belarasa dan pada kesejahteraan bersama. Dengan mampu melihat nilai-nilai positif dari kelompok lain, kita tidak akan merasa dimusuhi, bahkan kita mungkin akan mendapat sahabat yang bisa membawa kita kepada persaudaraan.

Justru yang menyebabkan Gereja menjadi lemah kalau Umat beriman terlalu berkutat ke dalam dan tidak bisa berkiprah keluar. Nampaknya orang merasa aman kalau tidak ada yang menandingi. Tetapi sebenarnya ini berlawanan dengan perutusan Tuhan Yesus, karena kita diutus sperti domba ditengah serigala.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.