Wonderful Christmas Concert, Aksi Berbagi PUKAT KAJ untuk Gereja Indonesia (1)

< ![endif]-->

NATAL 2013 masih jauh di depan. Namun, suasana Natal sudah membuncah ria di Aula Simfonia Jakarta di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Rabu tanggal 11 Desember 2013 lalu.

Pernak-pernik Natal menghiasi beberapa sudut bangunan yang dirancang khusus untuk pertunjukan konser berkelas ini. Belum lagi, kehadiran para musisi andal dari berbagai kalangan dan usia yang akan tampil dalam satu paket pertunjukan: Wonderful Christmas Concert.

Konser bertitel Wonderful Christmas itu dirancang bagus dengan gagasan bagus oleh PUKAT KAJ, sebuah asosiasi perkumpulan kaum profesional dan pengusaha katolik di Keuskupan Agung Jakarta. Menurut Michael Utama Purnama –Ketua Umum PUKAT  Nasional—gagasan menggulirkan konser musik  menjelang Natal   bertajuk Wonderful Christmas Concert  kali ini merupakan  persembahan ke-19 PUKAT KAJ dalam upayanya  menyuguhkan pentas seni berkualitas kepada umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta.  

Sungguh, semua orang terlihat senang menyaksikan pergelaran musik klasik ini. Tidak hanya jajaran pengusaha katolik yang menjadi ‘bidan’ pergeralan musik ini, melainkan juga Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Fillipazzi yang di akhir acara didaulat penonton untuk memberikan buket apresiasi kepada Avip Priatna, music director sekaligus conductor pergelaran Wonderful Christmas Concert ini.

Dubes Vatikan Mgr Antonio Guido Fillipazzi dan Avip Priatna email

Juga terlihat hadir dalam pentas musik ini adalah Dubes Lebanon, Dubes Rusia, Dubes Denmark dan Dubes Swiss, selain tentu saja barisan para pastur dan suster biarawati dari berbagai ordo/kongregasi. Lihat misalnya Romo Purbo Tamtomo Pr –staf Kuria Keuskupan Agung Jakarta—yang terlihat asyik berbincang dengan Nuntio Vatikan. Begitu pula, Vikjen KAJ Romo Subagyo Pr yang juga berbincang akrab dengan beberapa penonton lainnya.

Tak ketinggalan pengamat politik senior Harry Tjan Silalahi dari CSIS Jakarta yang ikut berkiprah membidani lahirnya PUKAT juga terlihat di antara barisan para penonton. Termasuk Romo van den Heuvel Sugiri SJ, Romo Adisusanto SJ dari Dokpen KWI, dan sejumlah jesuit lainnya.

PUKAT KAJ peduli dan  berbagi

Wonderful Christmas Concert tentulah bukan sekedar pentas pertunjukan musik.  Seperti kata  Yul Hendarto selalu Ketua Panitia Acara, Wonderful Christmas Concert tahun 2013 ini berhasil terselenggara berkat partisipasi semua pihak. Tentu saja, kata Yul Hendarto, kontribusi terbesar untuk bisa mengusung paket suguhan musik yang menampilkan tiga pementas utama yakni Jakarta Concert Orchestra,  Batavia Madrigal Singers dan The Resonanz Children Choir pimpinan Avip Priatna ini adalah “kita semua”.

Tidak hanya para penonton dan undangan yang telah sudi membeli tiket, melainkan juga para pengusaha katolik Jakarta yang tergabung dalam PUKAT KAJ yang telah bersusah payah mencarikan donasi untuk sebuah pergelaran musik berkelas ini.

PUKAT KAJ LOGO IKONMenurut catatan Michael Utama Purnama selaku Ketua Umum PUKAT Nasional, keberadaan asosiasi kelompok profesional dan pengusaha katolik Indonesia ini diawali dengan berdirinya PUKAT Surabaya di tahun 1988. Baru dua tahun kemudian, lahirlah PUKAT KAJ pada tanggal 23 November 1990. Pada tahun-tahun selanjutnya, lahirlah PUKAT Malang, Jember, Makassar, Manado dan di beberapa diosis lainnya.

Menurut Ketua PUKAT KAJ Alex Paul Budiman Soerjadi, Wonderful Christmas Concert ini bukan hanya sekedar pentas musik naik panggung semata. Ia mengistilahkannya sebagai konser amal untuk sebuah kegiatan peduli dan berbagi kasih. “Semua hasil bersih dari pergelaran musik ini akan disumbangkan untuk Keuskupan Agats di Papua,” ungkapnya.

Termiskin, terbelakang dan tersulit

Mengapa harus Keuskupan Agats di Papua?

Diosis Agats barangkali merupakan satu-satunya keuskupan di Indonesia dengan karakteristik paling ‘unik’ sekaligus nyleneh di Indonesia. Keuskupan ini terpencil lokasinya dan hanya bisa dicapai dengan naik pesawat capung tipe Pilatus dari Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika atau naik kapal kurang lebih 10 jam dari Timika.

Agats di kota maupun terlebih di pedalaman-pedalaman adalah sebuah permukiman penduduk yang berdiri di atas lumpur padat basah. Tidak ada jalan biasa beraspal dan karenanya juga tidak ada satu mobil pun di seluruh teritori yang dikenal dengan sebutan ‘kota di atas papan’ ini.

Konser Natal 4

Sungguh, Agats adalah kota yang berdiri di atas papan-papan kayu yang ditata rapi sebagai jalan umum untuk kaki manusia, sepeda, dan sepeda motor listrik. Tidak ada sepeda motor berbahan bakar premium di sini. Sarana transportasi paling andal adalah speedboat, perahu dayung, dan perahu-perahu tradisional lainnya.

Yang menyedihkan, Agats menjadi terisolir karena pasokan listrik masih byar…pet alias hidup hanya pada jam-jam tertentu. Belum lagi, harga BBM melambung sangat tinggi dan sinyal HP kadang hidup, dan lebih banyak matinya.

IMG_2483 uskup jalan di atas papan

Itulah sebabnya, PUKAT KAJ yang punya niat luhur untuk peduli dan berbagi lantas mengemas pentas Wonderful Christmas Concert ini sebagai pentas amal.

Menurut Markus Linggo, partisipasi PUKAT KAJ untuk gerakan peduli dan berbagi untuk Gereja Indonesia –khususnya Diosis Agats di Papua—sudah mulai dirintis sejak 2 tahun lalu. Melalui sebuah kelompok yang menyebut dirinya  Panitia Peduli Keuskupan Agats (PPKA  ), sejumlah pengusaha katolik Jakarta sudah berinisiatif menyediakan dana khusus untuk program beasiswa bagi anak-anak asli Asmat di Agats agar menempuh pendidikan tinggi di Jawa.  “Sekarang ini sudah ada 7 mahasiswa-mahasisw asli Asmat dari Keuskupan Agats di Papua berhasil melanjutkan studi ilmu keguruan di Jawa untuk kemudian bisa kembali membangun kampung halamannya,” kata Markus menjawab Sesawi.Net.

Istilahnya, kata Markus, adalah upaya membangun Agats “dari dalam”.  Itu berarti, program pemberdayaan masyarakat ini berlangsung secara sistematik dan terprogram jelas. Bukan langsung asal memberi, lalu sayonara dan tidak peduli lagi.

Pengusaha, kata Markus, biasanya lebih suka  memilih program “beri dan kemudian langsung pergi”. Tapi, PUKAT KAJ melalui PPKA memilih pola lain yakni dengan merintis program terstruktur dengan target-target terbatas dalam kurun waktu tertentu.

Jadilah akhirnya Wonderful Christmas Concert  bukan hanya sekedar acara menonton pergelaran musik semata. Ini adalah menonton sembari peduli dan berbagi. (Bersambung)

Photo credit:

  • PUKAT KAJ Wonderful Christmas Concert 2013 (Mathias Hariyadi)
  • Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio  Guido Filipazzi memberi apresiasi buket bunga kepada Avip Priatna (Mathias Hariyadi)
  • Uskup Diosis Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM berjalan di atas jalan papan kayu usai misa pagi di kapel keuskupan (Mathias Hariyadi)

Tautan: Akrobat Isyana, Christine, Teza, dan Farman Purnama di Wonderful Christmas Concert PUKAT KAJ (2)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.