WKRI Purwokerto Manfaatkan Limbah Plastik

WKRI dan limbah 3

PENGURUS Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD Keuskupan Purwokerto peduli terhadap pemanfaatan limbah plastik tas kresek. Di sela-sela kegiatan workshop di Aula Santo Yosep 26 Juni 2014 lalu diadakan bazar mini. Yaitu, menampilkan aneka produk dari limbah bekas kemasan bungkus yang disajikan ibu-ibu dari Lingkungan 4 Santo Agustinus Katedral Kristus Raja Purwokerto.

Di antaranya, aneka bunga dari tas kresek, dan kerajinan dari limbah koran dalam bentuk tempat tisu, vas bunga, tempat pensil. Aneka produk itu sebagian adalah karya ibu-ibu yang telah mendapat pelatihan dari Ny. Maria Atiek Suwarni yang juga warga Lingkungan 4 Santo Agustinus.

Kegiatan itu bermula dari permintaan bunga limbah plastik dari gereja untuk menyambut Hari Paska 2014. Atas bimbingan Koordinator Lingkungan 4 Santo Agustinus Sr. Maria Luisi OP maka lantas diadakan kegiatan membuat bunga dari tas kresek.

Sejak itu disepakati bahwa setiap hari Rabu diadakan pelatihan kerajinan dari limbah bertempat di serami Locitanagata depan Kapel Susteran Santo Dominikus Jalan Ragasemangsang. Selanjutnya kegiatan pelatihan dipindahkan ke Warung Arandita Jl. Pungkuran No. 5 (belakang kabupaten).

Kegiatan pelatihan dipandu Ny. Maria Atiek Suwarni dan Anton Soeparno yang mengelola Omah Ketrampilan Arandita.

WKRI dan limbah 1

Bekerja bersama: Para ibu anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) bekerja bersama mengisi kebersamaan dengan memanfaatkan limbah plastik untuk hiasan, (Dok. Anton Soeparno)

Keinginan bazar mini bermula dari permintaan pengurus WKRI DPD Keuskupan Purwokerto yaitu Ny. Elisabeth, Ny. Nety dan Ny. Budi yang memesan bunga tas kresek warna biru sesuai identitas seragam WKRI. Bunga itu dibagikan kepada peserta workshop yang berlanjut dengan pelatihan pemanfaatan limbah plastik dan membuat kacang molen.

Pelatihan berkelanjutan
Sekitar 70 orang anggota WKRI dari Paroki Kristus Raja, Santo Yosep, Purbalingga, Sokaraja, Banyumas dan Cilacap berkumpul di Aula Santo Yosep Purwokerto. Mereka mengikuti pelatihan pemanfaatan limbah plastik dan membuat makanan kecil kacang molen. Pelatihan yang dilaksanakan Minggu, 13 Juli 2014 itu dipandu Ny. Maria Atiek Suwarni dan Eleonora Trimayawati dari Lingkungan 4 Santo Agustinus.

Presidium WKRI DPD Keuskupan Purwokerto Ny. Elisabeth menjelaskan, kegiatan pelatihan itu berkelanjutan sehingga peserta diharapkan menularkan keterampilan tersebut kepada masyarakat di sekitar tempat tinggal. Selain membentuk kelompok usaha kecil diharapkan juga bisa membantu memasarkan produknya.

Menurut Ny. Maria Atiek Suwarni, peserta pelatihan harus aktif dan langsung praktik dengan bahan yang disediakan. Dalam waktu dua jam peserta akan bisa membuat bunga dari limbah tas kresek dan bisa dikembangkan sesuai kreasi masing-masing peserta.

WKRI dan limbah 2

Manfaatkan limbah plastik: Ibu-ibu anggota WKRI DPD Purwokerto bersama-sama berkegiatan memanfaatkan limbah plastik untuk konsumsi barang hiasan. (Dok. Anton Soeparno)

Termasuk juga untuk membuat kacang molen, dengan metoda sederhana setiap peserta akan bisa membuat bahkan bisa menularkan kepada masyarakat di sekitarnya. Mulai membuat adonan, menggulung kacang, sampai praktik menggoreng dan langsung mencicipinya. Masing-masing peserta bisa membawa pulang hasil produknya, baik bunga kresek maupun kacang molen.

Menurut Pengelola Omah Keterampilan Arandita, Anton Soeparno pola pelatihan dibuat mudah dan sederhana agar mudah ditiru dan dilakukan peserta pelatihan. Waktu pelatihan hanya dua jam dan peserta harus terlibat aktif sebagai upaya membangun kebersamaan dan kesetiakawanan. Sedangkan jenis keterampilan selain memanfaatkan bahan lokal yang mudah diperoleh dengan modal yang tidak terlalu banyak.

‘’Kalau kreatif dengan keterampilan tersebut akan bisa sebagai modal untuk mendapatkan penghasilan, apalagi dilakukan secara berkelompok dengan modal patungan yang mirip dengan menanam saham skala kecil.’’

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.