Wisata Lombok 5: Dua Rute Utama menuju Gili Trawangan (5A)

Cikar cidomo di Pelabuhan Bangsa Lombok

MENDENGAR Pulau Lombok, kesan pertama langsung tertancam di benak: Gili Trawangan. Inilah kawasan gugusan pulau kecil di luar Pulau Lombok yang hanya bisa dicapai dengan moda transportasi kapal motor atau speedboat.

Untuk menuju ke Gili Trawangan dari Ibukota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), ada dua jalur trayek lalu lintas yang bisa dipilih. Jalur pertama adalah Mataram – Senggigi – Pemenang -Pelabuhan Bangsal. Jalur kedua melalui rute Mataram – Pusuk – Pemenang – Pelabuhan Bangsal untuk kemudian menyeberang ke Gili Trawangan dengan dua jenis moda transportasi laut.

Mari kita bahas kedua rute utama menuju Gili Trawangan ini. (Baca juga: Wisata Lombok: Pantai Kuta Juga Ada di Lombok Timur (4)

Senggigi dan Pusuk
Kalau memilih rute Senggigi menuju Gili Trawangan, maka mata pelancong akan dimanjakan oleh kelokan badan jalan yang indah menyusuri kawasan pantai. Posisi kendaraan ada di dataran tinggi sehingga panorama alam berupa lautan  di ‘bawah’ kendaraan akan menjadi suguhan utamanya.

Menjelang petang, pelancong akan dimanja oleh pemandangan matahari terbenam di  jalur ini, yakni di Bukit Malimbu. Ini pun ada dua titik lokasi dimana sunset bisa dinikmati dengan sudut pengamatan yang berbeda.

Sementara, rute Mataram ke Pelabuhan Bangsal melalui Pusuk memanjakan pelancong dengan panorama hutan tropis. Masih sama dengan rute Senggigi yang diwarnai dengan tekstur jalan yang berkelok-kelok, jalur ini pun tak luput dengan turunan dan tanjakan tajam di sepanjang jalur melintasi kawasan perbukitan.

Yang menarik di kawasan Pusuk tentu saja adalah ‘permukiman’ monyet liar yang terlihat di sepanjang jalur ini. Juga, tawaran buah-buahan lokal seperti durian, mangga, dan rambutan akan menjadi pesona tersendiri manakala berminat menghentikan laju kendaraan dan menikmati pesona alam dan makan buah-buahan produk lokal ini.

Terminal parkir Bangsal Lombok

Terminal parkir kendaraan umum dan pribadi di Bangsal, Pemenang, Lombok Barat. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Pelabuhan Bangsal Lombok dermaga

Dermaga Pelabuhan Bangsal di Pemenang, Lombok Barat ini menjadi salah satu ‘pintu masuk’ bagi wisatawan untuk kemudian bisa menyeberang ke gugusan tiga pulau kecil yang menyandang nama ‘Gili’. Ketiga pulau ber-“gili” ini adalah Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Minim transportasi umum
Sesaat sebelum mengunjungi Lombok, saya sempat membaca sebuah uraian artikel pendek tentang wisata di pulau ini. Artikel ini menunjukkan, perjalanan wisata ala backpacker bisa dilakukan dari Mataram menuju Gili Trawangan dengan memakai moda transportasi umum (angkot).

Namun, dua kali menyusuri garis pantai dari Senggigi menuju Pemenang (Pantai Bangsal) bolak-balik rasa-rasanya saya tidak pernah berjumpa atau menemukan angkot di sepanjang rute menjelajahi kawasan perbukitan di garis pantai ini. Kalau pun itu ada, maka taksi ber-argo seperti Blue Bird dan lainnya malah ada di jalur trayek ini.

Sementara, jalur Mataram – Pusuk – Pemenang sudah pasti tidak ada di jalur trayek ini, karena jalur ini menembus kawasan hutan dengan tekstur jalan yang jauh lebih ‘menantang’.

Jadi kesimpulannya, kalau ingin ke Gili Trawangan sebaiknya sejak sedari awal sudah ‘punya’ moda transportasi pilihan. Apakah itu mau naik taksi ber-argo atau malah carteran saja demi alasan praktis dan kemudahan.
Saya memilih mobik minivan carteran yang siap mengantar kapan saja dan menunggu waktu kepulangan.

Naik dokar cidomo di Lombok

Naik cidomo, nama cikar kuda dari Terminal Bangsal menuju Pelabuhan Bangsal, Lombok Barat, NTB.  Jarak tempuh kurang lebih hanya 500-an meter saja. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Naik cikar
Rombongan wisatawan saya tiba di Pelabuhan Bangsal, Pemenang, Lombok Barat terlalu pagi. Kurang lebih pukul 08.30. Biasanya, mobil carteran bisa langsung masuk ke ujung bibir pantai tak jauh dari dermaga Pelabuhan Bangsal. Inilah tempat terminal kapal-kapal motor dan speedboat yang melayani rute penyeberangan dari Pulau Lombok (baca: Pelabuhan Bangsal di Pemenang) menuju tiga gugusan pulau-pulau kecil yang menyandang nama ‘gili’.

Gili Trawangan adalah salah satu pulau di gugusan ‘gili’ ini.

Untuk bisa masuk ke Pelabuhan Bangsal dari terminal parkir mobil, rombongan ‘dipaksa’ petugas harus naik cidomo alias andong atau dokar yang ditarik oleh tenaga kuda.

Untuk jasa antar menuju Pelabuhan Bangsal ini, kami merogok kocek sebesar Rp 40 ribu untuk sekali trip. Untunglah, meski postur cidomo ini kecil, namun teta mampu mengangkut 7 orang penumpang plus ‘sopir’nya berikut barang-barang bawaan kami.

Tidak jauh rute perjalanan ini; bisa jadi hanya 500 meter saja.

Menurut petugas jaga, mobil baru boleh masuk Pelabuhan Bangsal setelah pukul 14.00 WITA. Semua mobil yang merapat ke Pelabuhan Bangsa sebelum jatuh tempo waktu lokal itu, wajib parkir di sebuah lahan khusus di Pemenang. Penumpangnya harus naik cidomo agar bisa merapat ke bibir pantai untuk selanjutnya menyeberang ke Gili Trawangan.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.