Wisata Alam Gunung Kidul, DIY: Air Terjun Srigethuk di Playen (2)

CHINA punya Guilin, Vietnam pamerkan Halong Bay, Gunung Kidul menyimpan potensi wisata alam bernama Air Terjun Srigethuk di Playen. 

 

Awalnya susah membayangkan, bagaimana mungkin Gunung Kidul yang sejak zaman baheula dikenal sebagai daerah tandus nan gersang tiba-tiba saja menyeruak ke permukaan dengan wisata alam air terjun? Keraguan saya mendadak putus, setelah mampir mengunjungi Playen dimana air terjun alami dengan aliran sungai bening bernama Srigethukk

Air Terjun Srigethuk yang menjual panorama bukit padas (karst) dan sungai hasil “buangan” sumber air alami menjadi wisata menyejukan justru karena lahir dari kawasan kering kerontang.  Bagian atas kering kerontang, sementara masuk ke “jurang” justru air mengalir dengan melimpah.

“Guilin” Wonosari

Menyusuri aliran Sungai Li dari Guilin menuju Yangshuo di Provinsi Guangxi, merupakan wisata alam nan eksotis di China. Selain air sungai nan bening, jalur Guilin-Yangshuo juga menawarkan pemandangan bukit-bukit cadas (karst) dengan formasi yang sangat menawan.

Nah, Air Terjun Srigethuk di Playen, Wonosari, Gunung Kidul dalam sekelebatan sedikit mirip dengan wisata gunung karst di Guilin. Hanya saja, rutenya jauh lebih pendek: cukup 400 meter saja, sementara trayek Guilin-Yangshuo bisa menempuh jarak 3 jam perjalanan dengan kapal.

Srigethuk tidak punya kapal, melainkan gethek –sejenis perahu home-made dari bahan papan dengan wahana pengapung berupa drum-drum air berbahan plastik. Sebagai motor penggerak, para pendayung gethek ini mengandalkan mesin pompa dengan kekuatan tidak terlalu besar namun cukup andal untuk menarik beban gethek dengan beban penumpang tidak lebih dari 15 orang.

Justru inilah keasyikan wisata alam Air Terjun Srigethuk yang membuat decak kagum. Selain wahana perahu buatan tangan manusia dengan bahan seadanya, Srigethuk menjadi unggul karena member limpahan sumber air di tengah kawasan kering kerontang. Itu pun airnya berkwalitas bagus: bening, bersih, dan sejuk.

Tak ayal, para wisatawan pun tak kuat menahan diri untuk kemudian terjun berenang di muara sungai “bentukan” sumber air alami dan limpahan air terjun ini.

Mandi di “kobangan” sungai Air Terjun Srigethuk ini ibarat meneguk air dingin di tengah rasa haus yang teramat sangat. Betapa tidak, karena wisatawan bisa berenang menyusuri aliran sungai dengan dinding-dinding berupa bukit cadas yang menawan.

Jauh di ketinggian, pepohonan rindang dengan beberapa pohon kelapa tampak menjulang gagah seakan memberi tambahan keindahan panorama alam yang dimiliki Air Terjun Srigethuk.

Akses mudah

Menuju kawasan wisata alam Air Terjun Srigethuk bukanlah perkara susah. Ikuti saja jalur utama Yogyakarta menuju Wonosari melalui akses utama yakni Pasar Prambanan-Piyungan-Pathuk. Begitu akan memasuki kota Wonosari, maka aka nada pertigaan besar dengan traffic light, maka kita harus ambil jalur ke kanan menuju arah Playen.

Dari titik singgung di Pertigaan besar menuju Playen, kita masih harus menyusuri jalanan beraspal sejauh 10 km melewati pedesaan khas Wonosari. Banyak tanaman keras seperti pohon jati, singkong, dan tentu saja suasana kawasan yang gersang dan panas.

Sabar dulu dengan panas, karena di depan mata sudah ada Air Terjun Srigethuk yang menawarkan limpahan air segar nan sejuk.

Photo credit: Air Terjun Srigethuk, Playen, Wonosari, Gunung Kidul (Mathias Hariyadi)

Artikel terkait:Wisata Alam Gunung Kidul, DIY: Gunung Api Purba di Nglanggeran (1)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.