When Things Look Bad

Ayat bacaan: Mazmur 12:6
====================
“Oleh karena penindasan terhadap orang-orang yang lemah, oleh karena keluhan orang-orang miskin, sekarang juga Aku bangkit, firman TUHAN; Aku memberi keselamatan kepada orang yang menghauskannya.”

ketidakdilan, kekerasan, kriminal

Gara-gara dianggap mencuri piring, seorang ibu malang yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ditangkap dan diancam hukuman 5 tahun. Beberapa bulan yang lalu berita ini sempat menghiasi media di dalam negeri. Betapa memperihatinkannya negara ini dengan segala ketidakadilan yang terjadi. Orang yang korupsi merugikan negara bisa divonis jauh lebih ringan dari itu, bahkan masih bisa melenggang bebas dengan muka tanpa rasa bersalah sedikitpun, sementara orang susah justru dihajar habis-habisan oleh para penegak keadilan yang kelakuannya jauh dari adil. Tebang pilih menjadi hal yang biasa di negara ini, dan itu dilakukan tanpa rasa malu sedikitpun alias terang-terangan. Jika berita-berita yang keterlaluan seperti itu belum cukup, lihat pula berbagai berita kriminal lainnya yang terus menghiasi berbagai halaman depan tanpa ada habisnya. Bukannya makin sedikit, tetapi justru kriminalitas dalam berbagai bentuk semakin merajalela. Anak-anak kecil sudah begitu lekat dengan kekerasan. Mereka terus melenggang bebas merugikan orang lain, menganiaya orang yang tidak punya masalah dengan mereka hanya untuk menunjukkan kehebatan mereka dengan senjata dan kelompoknya. Setiap hari saya geleng-geleng kepala sendiri melihat berbagai berita yang hadir baik di internet, surat kabar maupun di internet.

Bentuk kejahatan dan ketidakadilan di muka bumi ini bukanlah cuma produk di jaman milenium seperti saat ini saja. Jauh sebelumnya kejahatan sudah terjadi dimana-mana. Pada suatu kali Daud memandang dunia dan merasa cemas atau terganggu dengan apa yang dilihatnya. Tidak perlu seperti kita yang terus mengkonsumsi berita-berita kejahatan, belum ada internet waktu itu, atau surat kabar dan media lainnya yang mengingatkan Daud kepada segala penderitaan dan tindak kriminal yang terjadi disekitarnya. Walaupun Daud tidak menonton televisi untuk melihat berita-berita buruk setiap saat,he still saw the evil.

Dalam Mazmur 12 kita bisa melihat keprihatinannya akan kejahatan dan penderitaan yang melanda bumi. Dia memandang sekelilingnya dan mendapati bahwa orang-orang yang saleh semakin lama semakin sedikit. Dia menyadari bahwa orang yang setia seakan lenyap. Dalam dunia yang ia pandang, ditengah-tengah kehidupannya, ia melihat hanya orang-orang yang “..berkata dusta, yang seorang kepada yang lain, mereka berkata dengan bibir yang manis dan hati yang bercabang.” (Mazmur 12:3). Penindasan terhadap orang lemah, ketidak-adilan, orang miskin mengaduh, itu semua terjadi bukan saja hari ini tetapi pada masa Daud pun sama demikian. Mungkin apa yang kita saksikan hari ini lebih parah dari sebelumnya, but at least he showed us that evil is not a modern day’s innovation.

Bagaimana Daud menyikapi hal ini? Lihatlah apa yang ia lakukan. Daud tidak merasa putus asa melihat segala ketidakadilan dan perbuatan-perbuatan iblis di muka bumi ini. Ia memilih untuk berseru kepada Tuhan.“Tolonglah kiranya, TUHAN, sebab orang saleh telah habis, telah lenyap orang-orang yang setia dari antara anak-anak manusia.” (ay 2). Orang-orang jahat mungkin merasa jumawa dan bisa berkata: “Kami berkuasa dengan lidah kami! Apa saja dapat kami katakan, dan tak ada yang bisa menghalangi!” (ay 5:BIS). Tetapi ingatlah bahwa Tuhan tidak akan tinggal diam. Dan lihat bagaimana reaksi Tuhan atas seruan Daud. “Oleh karena penindasan terhadap orang-orang yang lemah, oleh karena keluhan orang-orang miskin, sekarang juga Aku bangkit, firman TUHAN; Aku memberi keselamatan kepada orang yang menghauskannya.” (ay 6). God said, I will arise, I will set them in safety and in the salvation for which they pants. Jika Tuhan dulu bereaksi seperti itu, apakah Dia akan berdiam diri hari ini? Tentu saja tidak. Dahulu Tuhan peduli, sekarang pun sama. Dahulu Tuhan menjanjikan keamanan dan keselamatan kepada orang-orang yang haus akan itu, hari ini Dia tetap bertindak sama.

Daud tahu bahwa segala ketidakadilan, kejahatan dan kekerasan merupakan produk-produk iblis yang terus meracuni manusia. Iblis tahu bagaimana memelintir perbuatannya agar terlihat hebat. Orang tidak lagi malu ketika menganiaya sesamanya, tetapi itu dianggap mampu menunjukkan kehebatan atau kekuasaannya. Orang-orang kaya yang jahat terus menindas orang miskin, dan mereka merasa punya hak untuk itu karena merasa memiliki harta yang berkuasa di muka bumi ini. Kita mungkin mengalami banyak situasi buruk dalam hidup kita, kita mungkin diperlakukan tidak adil, atau setidaknya kita bisa menjadi takut melihat segala berita buruk yang kita baca setiap hari. Jika demikian, lakukanlah apa yang diperbuat Daud. Dia berseru kepada Tuhan. He cried for help. Dan Tuhan menjawab dengan menjanjikan keamanan dan keselamatan. Iman Daud membuatnya mengerti benar akan hal itu. Tidaklah heran apabila di sepanjang kitab Mazmur kita mendapatkan keyakinan Daud akan keselamatan bersama Tuhan dalam begitu banyak kesempatan. Mari kita lihat salah satunya berbunyi: “Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (Mazmur 27:1). Daud tahu bersama Tuhan ia tidak perlu gemetar atau gentar. Daud tahu di dalam Tuhan ada jawaban, ada solusi, ada kedamaian, ketenangan, keamanan dan keselamatan meski segala sesuatu di sekeliling kita tampak buruk. Daud punya iman yang mampu berkata: “TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?…Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.” (118:6,8). Tidak sampai disitu, Daud pun sadar betul bahwa janji Tuhan itu teguh dan selalu dapat diandalkan. “Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.” (12:7-8). Seperti pada masa Daud, Tuhan bertindak sama hingga hari ini. He was in control in David’s time, He still is until now, and He will always be. Apapun yang anda alami atau saksikan di sekeliling anda, jangan takut. Berpeganglah kepada Tuhan, berserulah kepadaNya, dan dapatkan jaminan keselamatan dari Allah yang mengasihi kita.

Fear no more, because God is in control 

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.