What is Faith? (1)

Ayat bacaan: Ibrani 11:1
====================
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Tahun 2015 merupakan tahun yang sangat sulit buat banyak orang. Situasi politik yang panas, perekonomian dihantam badai besar, toleransi beragama menjadi makin dilupakan hanyalah secuil dari problematika negeri kita yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang tinggal di dalamnya. Badut-badut politik terang-terangan membuat aksi tak lucu yang menghina nalar kita yang paling sederhana sekalipun, oknum-oknum yang terus mempermalukan korpsnya dengan perilaku menyimpang, banyaknya usaha yang gulung tikar, tenaga kerja yang dirumahkan, kriminalitas yang terus meningkat, semua menjadi potret buram tahun yang baru saja kita lewati. Seakan semua itu belum cukup, kemarau panjang menambah derita bangsa, ditambah banyaknya bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah. Dari satu tahun ke tahun berikutnya kondisi tampaknya tidak cenderung membaik tapi malah memburuk. Tapi semua itu seharusnya tidak membuat kita patah semangat apalagi kehilangan harapan.

Seperti kebanyakan dari anda, saya dan keluarga pun merasakan betul betapa sulitnya berjalan melalui 2015. Sulit, tapi saya melewatinya dengan rasa syukur dan tidak kuatir. Pengencangan ikat pinggang, itu jelas. Secara manusiawi pikiran saya mungkin tergoda untuk takut, tapi saya tidak membiarkannya. Saya terus mengisi setiap hari dengan rasa syukur, percaya bahwa bersama Tuhan saya tidak perlu takut dan lihatlah, sampai hari ini Tuhan memang tetap menjaga saya dan keluarga. Itu nyata dan terbukti, persis seperti yang saya yakini saat melewati masa-masa yang tidak mudah itu. Masih akan ada kesulitan lagi di depan, dan saat ini pun sebenarnya kondisi belumlah terlalu signifikan membaik. Tapi saya tetap melangkah dengan sukacita. Mengapa? Karena ketimbang melihat dengan kacamata dunia atau kondisi faktual, saya memilih untuk menggunakan kacamata lain yang terbukti efektif, yaitu iman.

Kata iman tidaklah asing bagi kita. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan iman? What is faith? Jawabannya bisa kita lihat dalam kitab Ibrani. Ayat pembuka dalam pasal 11 berkata: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1).

Firman Tuhan secara jelas mengatakan bahwa iman adalah:
(1) dasar dari segala sesuatu, dari apapun yang kita harapkan dan
(2) bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, dari yang belum kita alami.

Jadi bukan saja dasar, tapi juga bukti. Ketidaktahuan kita akan apa yang akan terjadi di depan bisa dengan mudah membuat kita khawatir atau malah takut karena ketidakmampuan kita untuk melihat atau mengetahui apa yang belum terjadi. Karena itulah kita membutuhkan kacamata iman, yang mampu bertindak sebagai dasar dari yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang belum terlihat itu. Tanpa iman hidup akan mudah diombang-ambingkan berbagai hal yang dapat membuat kita terus berada dalam kegelisahan, kebingungan hingga ketakutan. Tanpa iman kita akan ragu atau cemas menghadapi hari depan. Tapi dengan iman, yang bisa menjadi dasar dan bukti meski menghadapi yang belum terjadi sekalipun, kita bisa mendapatkan keyakinan akan hari esok. Singkatnya, dengan iman kita bisa tenang menatap hari depan dengan penuh keyakinan dan penuh sukacita.

Sangatlah menarik kalau melihat bahwa penjelasan atau definisi tentang iman ini kemudian dilanjutkan dengan kisah tentang banyak saksi iman. Mari ambil satu contoh yaitu Abraham.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.