What a Friend We Have in Jesus (1)

Ayat bacaan: Yohanes 15:15
================
“Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.” 

Seperti biasa saya selalu ditemani lagu-lagu yang berjalan secara acak dari laptop ketika bekerja. Barusan lagu yang terdengar adalah “What a Friend We Have in Jesus” lewat alunan suara mendiang Ella Fitzgerald, salah satu penyanyi favorit saya. Lagu yang ditulis sudah lama sekali, lebih dari seabad yang lalu ini menginspirasi atau mengingatkan kita akan luar biasanya memiliki seorang sahabat seperti Yesus. Tak peduli seperti apapun kondisi kita saat ini, tantangan, masalah, godaan, bahkan dosa-dosa di masa lalu, semua tidak lagi perlu menjatuhkan kita sebab ada Tuhan Yesus bersama kita, bukan sebagai sosok yang jauh melainkan hadir sebagai seorang sahabat. Liriknya adalah seperti berikut:

What a friend we have in Jesus,
All our sins and griefs to bear!
What a privilege to carry
Everything to God in prayer!
O what peace we often forfeit,
O what needless pain we bear,
All because we do not carry
Everything to God in prayer.

Have we trials and temptations?
Is there trouble anywhere?
We should never be discouraged;
Take it to the Lord in prayer.
Can we find a friend so faithful
Who will all our sorrows share?
Jesus knows our every weakness;
Take it to the Lord in prayer. 

Jika anda memiliki sahabat yang sangat dekat, anda tentu merasakan begitu banyak kemudahan dalam hidup. Anda tidak lagi harus menghadapi apa-apa sendirian. Kehadiran sahabat yang baik akan bisa terdorong atau termotivasi untuk terus maju, kita akan merasa jauh lebih aman karena kita tahu kita tidak sendirian, dan tentu saja dalam segi kerohanian pun kita akan mampu bertumbuh jika kita bersahabat dengan orang-orang yang benar. Seorang sahabat berbeda dengan teman biasa yang bisa datang dan pergi kapan saja. Seorang sahabat yang sejati akan selalu berusaha hadir bersama kita menjadi pendengar yang baik, menghibur, menguatkan dan memberi bantuan di kala kita butuhkan.

Bayangkan jika keistimewaan punya sahabat bukan hanya didapat dari manusia, tetapi juga dari Tuhan. Bukankah itu sesuatu yang luar biasa? Selain Tuhan sendiri berulang kali menyatakan isi hatinya untuk bergaul karib dengan kita, Kristus yang turun dalam rupa manusia pun sudah menyatakan hal yang sama. Dia membuka diri untuk menjadi sahabat kita. Dengan segala keistimewaan yang bisa kita dapatkan dari seorang sahabat di dunia, tentu kita bisa mendapatkan jauh lebih dari itu lewat sosok Allah yang tak terukur dan tak terbatas kasih setiaNya.

Yohanes pasal 15 mencatat perkataan Yesus langsung mengenai bagaimana Dia memposisikan diri sebagai seorang sahabat bagi manusia. “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” (Yohanes 15:14). “You ARE My friends,” He said, “IF you keep on doing the things which I COMMAND you to do.” Jadi selama kita taat terhadap perintahNya, kita akan menerima keistimewaan untuk bersahabat dengan Yesus. Lantas apa yang sebenarnya diperintahkan Yesus? Kita bisa melihat itu dalam ayat sebelumnya yang ternyata bukan tuntutan-tuntutan lain selain kasih. “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” (ay 12). Saling mengasihi satu sama lain seperti halnya Yesus TELAH mengasihi kita terlebih dahulu.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.