Waspada Terhadap Ketamakan


UANG bukanlah segalanya, tapi segalanya membutuhkan uang. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang yang sibuk “memburu” uang demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.


Tuhan tidak pernah melarang kita untuk menjadi kaya, namun jangan sekali-sekali mendewakan uang. Karena bila kita memfokuskan diri hanya kepada harta kekayaan, kita bagaikan meneguk air laut; semakin kita minum, semakin kita haus. Kita tidak akan pernah puas untuk mencari dan mendapatkannya, sehingga pada akhirnya kita akan jatuh ke dalam ketamakan. Ketamakan membutakan mata rohani, menjadikan kita sebagai pribadi yang tidak pernah bersyukur dan dapat mengakibatkan hancurnya relasi kita baik dengan anggota keluarga maupun dengan sesama.


Melalui perumpamaan pada hari ini, kita diajak untuk menjauhkan diri dari ketamakan dan hanya mengandalkan Tuhan saja di dalam segala hal. Sadari bahwa hidup kita bergantung kepadaNya, bukan kepada harta. Oleh sebab itu, jadikan harta sebagai sarana untuk berbagi, agar menjadi berkat bagi kehidupan orang di sekitar kita sehingga semakin banyak orang yang ikut mengalami kasihNya melalui kemurahan hati kita.


 Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.