Ilustrasi: Pelantikan petugas pro diakon di Paroki Wedi. (Mathias Hariyadi)

SYELLOM, wilujeng, rahayu.


Gereja Katolik bisa hidup menjadi lebih hidup, karena banyak anggota yang “rela-wan” jiwanya. Baik awam maupun rohaniwan-rohaniwatinya.


Di Sidareja, ada dua konggregasi biarawati. Satu PBHK, satunya FMMI. Anggota-anggotanya berkiprah mewarnai hidup pelayanan Gereja.. Ada yang dampingi misdinar. Ada yang dampingi OMK.

Ada yang terlibat dalam pelayanan pastoral orang pinggiran, yang tidak beruntung. Pelayanan orang stres.Ada pula yang mendampingi anak-anak dalam bentuk panti asuhan.Ada pula yang bantu mengajar agama di sekolah negeri dan swasta.Ada pula yang bikin kegiatan ekonomi jahit-menjahit, melibatkan orang-orang berjilbab. Sehingga mereka kerasan di susteran.Ada pula perhatian pada orang yang hidupnya nekad-agak ngawur, lalu dijadikan pegawai biara.Ada pula yang libatkan diri dalam Sekolah Minggu.Ada pula yang ambil bagian dalam katekese katekumen, babtisan bayi.Ada pula yang ikut intensif di kelompokAda pula yang aktif, salurkan dana untuk orang duafa.

Gereja adalah paguyuban. Himpunan murid-murid Tuhan Yesus. Murid yang tulus, murid yang bersemangat suka-relawan. Menjadi relawan-relawati. Tentu dalam Nama Tuhan Yesus.


Wasalam. Bravo murid-murid Tuhan Yesus.


–peng-oedoed 76–

Imam praja anggota Diosis Purwokerto; sekarang berkarya pastoral di Paroki Subah, Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Sumber: Sesawi

Loading...

Published by Wilhelmina Sunarti

Membaca firman Allah setiap hari akan menjaga hati kita dari rasa lelah dalam memikul salib kita. Semoga tulisan para gembala yang ada pada website kami bermanfaat bagi Saudaraku semua. Salam damai dalam kasih Kristus...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.