Wadas Gumantung: Dulunya Bernama “Keng Beng”, Permukiman Terisolir di Brebes (3A)

INILAH profil dasar umum tentang Masyarakat Dusun Wadas Gumantung:

·         Lokasi:  Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

·         Wilayah Gerejani:  Keuskupan Purwokerto

·         Afiliasi: Paroki St. Maria Immakulata Slawi, Stasi Wadas Gumantung

·         Ketua Stasi sekarang adalah Thomas Hartoyo, putra Bapak Yoseph Sakub, generasi ketiga Sesepuh Yakobus Sumarna.

Kawasan “Keng Beng”

Dahulu kala kala ada seorang pengusaha berketurunan Tionghoa, bernama Keng Beng. Perusahaannya cukup besar. Ia mempunyai 2 (dua) pabrik  yakni pabrik minyak sereh wangi (bahan untuk membuat sabun) dan pabrik penggilingan singkong.Wadas Gumantung ibu dalam pelatihan email

Pabrik-pabrik itu bertempat di bentangan tanah seluas 150 hektar, di kawasan Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Sehingga kawasan itu dikenal dengan sebutan ‘Keng Beng’.

Setelah Keng Beng meninggal dunia, anaknya tidak mau melanjutkan perusahaan ayahnya. Akhirnya tanah tersebut diambil alih oleh Pemda Kabupaten Brebes. Dan sekitar tahun 1968 tanah tersebut digunakan untuk penahanan (pembuangan) para eks tapol (tahanan politik).

Setelah para tapol bebas, daerah ini lalu  digunakan untuk translok para purnawirawan TNI AD. Akhirnya tanah dibagi menjadi dua kawasan hunian.

Wadas Gumantung umat bawa bangku keluar rumah emailSeluas kurang lebih 100 hektar tetap dipakai untuk translok. Sementara, sisanya sebanyak  50 hektar dipakai sebagai kawasan hunian untuk para mantan tapol yang akhirnya menetap di situ. Seiring dengan perjalanan waktu, kawasan itu lalu kedatangan para penggarap lokal dan kemudian juga  para pendatang baru dari pelbagai daerah.

Jadi Wadas Gumantung

Tanah-tanah itu kemudian berhasil disertifikatkan resmi oleh pemerintah dan  menjadi hak milik mereka tahun 1980. Oleh para pendahulu,  nama “Keng Beng” dirubah menjadi Wadas Gumantung.

Pemberian nama ini konon karena telah terinspirasi oleh wadas (padas, cadas, atau karst) yang tergantung di akar pepohonan.

Wadas Gumantung penambangan pasir massal

Wadas Gumantung berlokasi di atas lahan perbukitan Gunung Tugel. Posisi dataran tinggi ini akan menjadi sangat jelas terlihat apabila kita melintasi jalan raya Tegal–Purwokerto.

Posisinya ada pada jarak sekitar 3 km dari jalan Raya, 5 km dari desa/kelurahan, 10 km dari Kecamatan Tonjong.

Wadas Gumantung umat jalan di setapak senyumLiat,pecah, longsor     

Jenis tanah di kawasan Wadas Gumantung ini terdiri dari tanah lempung bercampur kerikil. Saat hujan datang membasahi kawasan ini,  maka tanahnya akan menjadi lempung (tanah liat) yang licin dan lengket. Namun, pada saat musik kemarau, tanah-tanah itu akan mudah nela atau pecah-pecah, kering, gersang, keras dan menjadi sulit sekali mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan minum.

Wadas Gumantung jembatan saat masih kokoh emailWadas Gumantung jembatan roboh tergerus banjir email

Photo credit: Dokumentasi Karito, Karitas Keuskupan Purwokerto

Tautan:

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.