Vladimir Putin : Gereja ‘Mitra Alami’ Kremlin

Presiden Vladimir Putin dalam film berdurasi dua jam yang ditayangkan di televisi nasional menyebut Gereja Ortodoks Rusia sebagai “mitra alami” Kremlin dengan memuji kebangkitan gereja setelah masa-masa represi di bawah Pemerintahan Soviet.

“Pada saat-saat paling kritis dari sejarah kita, rakyat kita melihat akar mereka, dasar-dasar moral, nilai-nilai agama,” kata Putin dalam film berdurasi hampir dua jam yang berjudul “The Second Baptism of Russia”.

Putin, yang diwawancarai untuk film itu bersama dengan Patriarkh Kirill dan sejumlah tokoh tingkat tinggi Gereja, mengatakan gereja secara alamiah mengisi “kekosongan moral” setelah Uni Soviet runtuh.

“Ini adalah suatu kelahiran alamiah kembali rakyat Rusia,” kata dia.

“Kami memiliki banyak kerja sama antara gereja dan negara,” katanya seraya menyebut gereja sebagai “mitra alami dari negara” dan “faktor pemersatu rakyat” di wilayah bekas Uni Soviet itu.

Film itu, yang dibuat oleh Departemen Publisitas Gereja Ortodoks Rusia, menyebutkan bahwa Rusia membangun 1.000 gereja di seluruh dunia setiap tahun, sesuatu yang “belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Kristen” dan diakhiri dengan menunjukkan gambar bumi dengan sinar cahaya terang yang keluar dari negara-negara tempat gereja memiliki peran.

Para pengamat telah mencatat peningkatan hubungan negara Rusia dan Gereja Ortodoks di bawah Patriarkh Kirill selama setahun terakhir. Hal itu ditunjukkan dengan seringnya televisi meliputi libur keagamaan dan pidato pemimpin gereja.

Desember lalu Putin mengatakan dalam pidato kenegaraannya bahwa Rusia kurang memiliki “ikatan spiritual” dan nilai-nilai tradisional, merujuk khotbah pemimpin gereja sebelumnya, yang menyebut agama sebagai “satu-satunya ikatan spiritual” dalam masyarakat.

Film yang ditayangkan Senin malam di media milik pemerintah, Channel Rossiya, itu menawarkan perspektif sejarah tekanan Soviet pada gereja sebelum masa Patriarkh Kirill.

Film itu menyebut Rusia sebagai tempat ribuan gereja dibangun di “era yang disebut Barat, dimana gereja-gereja ditutup, sebagai era pasca-Kristen”. Film itu juga mengritisi “kelompok liberal Rusia” yang “terganggu dengan posisi gereja”.

Banyak orang di Rusia telah memprotes kebijakan yang semakin tradisional dan penyebaran agama ke sekolah-sekolah. Pendeta-pendeta orthodoks saat ini mengajar mata pelajaran “budaya ortodoks.”

Beberapa waktu lalu sejumlah perempuan muda dari kelompok musik punk feminis Pussy Riot menggelar pertunjukan untuk memprotes peningkatan keterlibatan gereja dalam politik di bawah kepemimpinan Putin.

Namun presiden itu menuduh jika kelompok tersebut “merusak pondasi moral” Rusia dan menyambut hukuman dua tahun penjara yang diberikan pada mereka.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.