Vatikan Tegaskan: Sensasi Yesus Punya Istri, Itu Kabar Bohong

SETELAH menjadi head-line di banyak media internasional karena menyangkut sensasi besar tentang kemungkinan Yesus menikah dan punya istri, kini akhirnya Vatikan buka suara. Tahta Suci melalui situs pemberitaan resminya di L’Obsservatore Romano menyatakan dengan tegas bahwa interprestasi Prof. Karen L. King atas sebuah naskah kuno kurun waktu abad ke-4 yang kemudian memberi semacam ‘pra-kesimpulan’ tentang kemungkinan Yesus menikah dan punya istri itu tidak bisa dipertanggungjawabkan secara  ilmiah.

Sebagaimana dilansir harian resmi keluaran Vatikan dan kemudian dirilis oleh The Washington Post, Vatikan punya argumentasi jelas dalam menanggapi isu besar menyangkut ajaran dan keyakinan iman ini. Untuk mendukung pendirian teguh Gereja yang selama ini mengajarkan Yesus tidak pernah menikah dan mempraktikkan hidup selibat, Vatikan menyertakan dua ahli di bidangnya.

Mereka adalah Prof. Alberto Camplani, seorang ahli studi bahasa Koptik. Lainnya adalah Giovanni Maria Vian, editor L’Obsservatore Romano namun sehari-harinya juga seorang sejarahwan dengan keahlian tentang sejarah kristiani perdana.

Dalam paparan tanggapan mengenai hasil interpretasi Prof. Karen L. King, Giovanni Maria Vian tegas mengatakan ada banyak hal yang sangat fundamental bisa mematahkan ‘Teori Yesus Menikah’ sebagaimana menjadi semacam pra-kesimpulan Prof. Karen L. King.  Menurut Vian, sungguh susah bisa menerima ‘pra-kesimpulan’ yang dibuat Prof. Karen L. King itu sebagai sebuah ‘kebenaran sejarah’.

Menurut Vian, pra-kesimpulan yang dibuat profesor Amerika itu tak lebih sebagai semacam paksaan ‘mengaitkan’ ditemukannya teks kuno abad ke-4 itu dengan sebuah ‘paham modern’ yang sama sekali tidak punya kaitan dengan sejarah kekristenan perdana atau bahkan terkait dengan sosok pribadi Yesus itu sendiri.

“Jadi, singkat kata, dokumen itu palsu,” kata Vian sebagaimana dilansir koran resmi terbitan Vatikan dan kemudian dirilis oleh The Washington Post.

Kolega Vian yakni Prof Camplani juga menyimpulkan hal sama. Menurut Prof. Camplani, klaim teori Prof. Karen. L. King yang  ‘memprediksi’ teks kuno abad ke-4 itu berasal dari tradisi kuno sebelumnya –misalnya abad ke-2- tidak dengan sendirinya bisa menyimpulkan bahwa Yesus pernah menikah dan punya istri.

Lebih lanjut, Camplani juga meragukan otentisitas naskah temuan Prof. King tersebut, apalagi darimana didapatkan juga masih merupakan tanda tanya besar.

“Apalagi teks kuno itu tidak dapatkan dari proses ekskavasi arkelogis di sebuah tempat, melainkan di dapat dari pasar gelap,” kata Prof. Camplani yang mendesak agar segera dilakukan tes orisinalitas teks tersebut, misalnya, dengan menguji jenis tinta dan kertas papyrus tersebut apakah memang berasal dari abad ke-4.

Meski mengritik keras ‘teori’ Prof. King, namun Prof. Camplani dengan tegas juga memuji teori itu sebagai sebuah kajian ilmiah yang objektif dan tidak tendesius menyerang ‘inti’ ajaran iman kristiani.

Juru bicara Harvard Divinity School Jonathan Beasly menyatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan tes orisinalitas teks ‘temuan’ Prof. King tersebut.

Sumber: L’Obsservatore Romano, The Washington Post

5 pencarian oleh pembaca:

  1. yeremia 31:7-9
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.