Uskup Surabaya Resmikan Gedung Workshop SMK Santo Yosef

Membuka Gorden. Uskup Diosis Surabaya Mgr. Vincentius  Sutikno Wisaksono, Pr  saat meresmikan gedung workshop baru di SMK Santo Yosef, Jalan Aryo Jipang, Balun Srikaton, Cepu, Jawa Tengah, Selasa (24/6/2014)/ Foto : Sulficius Hari

SEBUAH gedung hanyalah awal dari proses selanjutnya karena masih harus diisi dengan segala perlengkapannya, utamanya manusia-manusia yang bekerja dan belajar di dalamnya.

“Gedung ini adalah hutang, hutang pada generasi muda masa depan agar kita bisa memberikan mereka pendidikan yang baik untuk masa depan mereka. Semoga gedung ini bisa mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan yang utama dalam memasuki dunia kerja nantinya,” ujar Uskup Diosis Surabaya Mgr. Vincentius  Sutikno Wisaksono, Pr  saat meresmikan gedung workshop baru di SMK Santo Yosef, Jalan Aryo Jipang, Balun Srikaton, Cepu, Jawa Tengah, Selasa (24/6/2014).

SMK Santo Yosef, dulunya bernama STM Santo Yosef, berdiri sejak tahun 1969, mengkhususkan pada pendidikan teknik mesin dan listrik menengah. Dari sejak berdirinya, jumlah peserta didik fluktuatif, kebanyakan berasal dari keluarga petani dan keluarga  tidak mampu dari Cepu dan sekitarnya, yaitu Blora, Randublatung, Padangan dan Kalitidu (Bojonegoro).

Jumlah murid terbanyak adalah pada tahun 2000 sebanyak 700 siswa, dan kemudian menyusut sampai tahun 2005 oleh karena bermunculannya sekolah-sekolah baru dengan jurusan yang sama. Jumlah siswa pada tahun 2006 -2008 ada pada kisaran 150 siswa. Situasi stagnan ini cukup mengkhawatirkan.

Karena itu, pada 2009, seorang warga katolik yang bekerja di Universitas Sanata Dharma berinisiatif mengajukan program pengembangan sekolah kepada Exxon Mobil  Cepu Oil Limited (Exxon MCL) dan bekerjasama dengan Universitas Sanata Dharma untuk mengembangkan  SMK Santo Yosef.

Uskup Diosis Surabaya Mgr. Vincentius  Sutikno Wisaksono, Pr  saat memberi sambutan pada peresmian gedung workshop baru di SMK Santo Yosef, Jalan Aryo Jipang, Balun Srikaton, Cepu, Jawa Tengah, Selasa (24/6/2014)/ Foto : Sulficius Hari Susilo

Gedung SMK St. Yosef: Uskup Diosis Surabaya Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono memberi sambutan pada peresmian gedung workshop baru SMK Santo Yosef, Jalan Aryo Jipang, Balun Srikaton, Cepu, Jawa Tengah, Selasa (24/6/2014) (Sesawi.Net/ Sulficius Hari Susilo)

Kerjasama berupa pengembangan profesi guru, metode pengajaran, penambahan alat penunjang dan pendirian jurusan baru, yaitu Mekatronika. Program ini berlangsung dari tahun 2009 sampai 2011, dilanjutkan dengan kerjasama dengan sekolah ATMI Solo untuk pengembangan jurusan mesin dan manajemen ISO.

Ke depannya, akan dikembangkan sekolah vokasi (vocation) yang mementingkan pembelajaran lewat praktik yang mendekati suasana industri.

Kerja keras ini membuahkan hasil. Sejak 2009, jumlah siswa meningkat menjadi 300 siswa pada tahun 2013. Calon siswa baru yang akan masuk di tahun ini ada 115 anak, yang akan masih bertambah sampai dimulainya tahun ajaran baru nanti.

Apalagi sekarang ini sekolah sudah mempunyai Unit Industri Logam yang menghasilkan spare part mesin otomotif, industri dengan menggunakan mesin CNC. Sekolah bahkan telah mempunyai sertifikat standard sekolah TUV cert ISO 9001 yang diperoleh pada Mei 2014.

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.