Uskup Atambua Minta Kemelut dalam Komunitas Biara Segera Dihentikan

Uskup Domi Saku ditemani Provinsialat SVD Timor dan Romo Dekenat Belu Utara menerima Persembahan yang dibawakan Suster-Suster / Foto : Felixianus Ali

Atambua, Sesawi.netRIBUAN umat Paroki Katedral Santa Maria Immaculata Atambua bersama ratusan Imam, Suster, Bruder dan Frater dari berbagai tarekat religius se-Keuskupan Atambua memadati gedung Gereja Katedral Santa Maria Immaculata pada Minggu (22/2/2015) pagi, tepat pukul 08.30 wita yang bertepatan dengan Minggu I Pra Paskah. Saat itu dimulailah Misa Pembukaan Tahun Hidup Bakti 2015.

38 tarekat religius yang sudah lama maupun yang baru berkarya di Keuskupan Atambua seperti SVD, OFM, CMF, SDB, SJ, SCOLAPIOS, SSpS, PRR, OSF, OSU, PI, FSGM, ALMA, RVM, ADM, KYM, YMY, FADM, CANNOSIAN/ FDCC, MASF, PM, SND, BHK, CIJ, OP TMM, BM, CMM, CLARIS dan FIC lewat perwakilannya menghadiri misa akbar ini. Beberapa tarekat religius tidak sempat hadir.

Uskup Atambua Monsinyur Dominikus Saku memimpin misa ditemani Pastor Dekenat Belu Utara sekaligus merangkap Pastor Kepala Paroki Katedral Santa Maria Immaculata RD Stefanus Boisala dan Provinsialat SVD Timor RP Vincentius Wun SVD serta puluhan imam.

Misa Pembukaan Tahun Hidup Bakti 2015 yang mengangkat tema sentral “Hidup Bakti: Panggilan Pembaharuan” menampilkan koor sponsor gabungan Aspiran SSpS, Aspiran FADM, Novis SVD dan Suster-Suster SSpS.

“Saya sendiri melihat dan mendengar bahwa banyak terjadi kemelut di dalam keluarga. Juga kemelut itu terjadi di komunitas para suster, bruder, frater dan imam atau biarawan. Akhirnya karya pelayanan yang Tuhan titipkan tidak berjalan dengan baik,”ujar Monsinyur Dominikus Saku saat kotbah.

Menurut Monsinyur, karya pelayanan ini tidak berjalan baik karena wajah cemberut dan iri hati. Karena itu, uskup minta supaya kemelut-kemelut yang masih terus terjadi dalam keluarga, dalam komunitas para suster, para bruder, para frater dan para imam atau biarawan itu, segera diakhiri.

“Supaya kita dapat bekerjasama untuk menjala kaum muda dan anak-anak untuk mereka masuk kembali hidup membiara. Kalau mereka tidak mau masuk hidup membiara dan tidak mau masuk seminari lagi, siapa yang akan kasih penuh itu gereja dan biara-biara?”tegas Uskup Domi.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.