Uskup Agung Atambua Berkati Kapel Mgr. Gabriel Johanes Wilhelmus Manek SVD

Bertempat di Desa Ailomea Lahurus kecamatan Lasiolat paroki St. Petrus Lahurus Kabupaten Belu, pada 15 Agustus lalu, diadakan misa pemberkatan Kapel Mgr. Gabriel Johanes Wilhelmus Manek SVD. Misa agung ini dipimpin langsung oleh Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku Pr dan didampingi para pastor yang berkarya di keuskupan Atambua baik imam diosesan maupun imam SVD.

Misa agung ini juga dihadiri para pejabat pemerintah seperti Bupati Belu drs. Joachilm Lopes, anggota DPRD Kabupaten Belu, para tokoh adat, tokoh masyarakat, anggota keluarga Mgr Gabriel Manek serta ratusan umat memenuhi kapel .
        
Kapel yang dibangun d itempat kelahiran Mgr. Gabriel Manek SVD yang merupakan Uskup pribumi kedua nusantara setelah Mgr. Albert Soegijapranata SJ ini seluas 270 meter persegi dengan bangku umat sebanyak 240 dilengkapi fasilitas misa seperti ruang pengakuan, sakristi, basement sebagai ruang adorasi dan menara juga balkon.

Kapel yang dibangun sejak 13 Juni 2011 dan berakhir pada 1 Maret 2012 ini merupakan donasi dari sebuah keluarga dermawan di Jakarta yakni pasutri Fransiskus Santoso dan Lucia dibawah sentuhan konsultan arsitek Fransiskus Xaverius Hambali dengan konsep bangunan kerahiman Ilahi.
        
Dalam misa kudus yang mengambil tema umum “Jiwaku Memuliakan Tuhan” ini, Uskup Dominikus mengharapkan agar dalam kapel ini para suster tarekat Putri Reinha Rosary diilhami untuk senantiasa berkarya demi kemuliaan Allah dan keselamatan umat manusia.

“Kisah perjumpaan Maria dan Elisabet merupakan kisah perjumpaan ibu-ibu rumah tangga. Berbahagialah ibu-ibu rumah tangga dan jadikan anak-anak menjadi anak-anak terang dan bapa-bapa tidak boleh hilang dari kehidupan gereja. Kiranya keluarga-keluarga senantiasa memuliakan Tuhan seperti Bunda Maria yang selalu memuliakan Tuhan” tutur  Uskup Dominikus.

Kapel Mgr. Gabriel Manek SVD ini akan digunakan para suster PRR yang didirikan oleh Mgr. Gabriel Manek SVD. Kapel yang didirikan di atas tanah dan rumah kelahiran Mgr. Gabriel Manek SVD ini rencananya akan dibangun pula rumah ret-ret kedepannya. Misa kudus pada hari raya Bunda Maria diangkat ke surga ini bertepatan pula dengan hari lahirnya tarekat PRR yang ke – 54.

Tarekat PRR yang didirikan oleh Mgr. Gabriel Manek SVD  54 tahun silam ini telah berkarya di sejumlah negara yakni di Indonesia tersebar di 21 keuskupan keculai pulau Sumatera dan Sulawesi, Timor Leste, Belgia, Kenya Afrika dan Italia dengan jumlah suster PRR seluruhnya sebanyak 405 suster dan 41 postulan.

Sr. Benediktis PRR selaku pimpinan kongregasi tarekat PRR Indonesia dalam sambutannya mengungkapkan isi hatinya.

“Kami berasal dari orang-orang kecil, anak-anak petani, nelayan, buruh dan guru. Kami meyakini bahwa bapak pendiri kami Mgr. Gabriel Manek sangat mencintai orang-orang kecil. Kami berasal dari berbagai suku baik Sumatera Batak, Jawa, Flores, Toraja, Dayak, Papua, Timor dan Maluku. Tuhan berkarya dalamn komunitas ini melalui bapak pendiri kami, kami yakin Mgr. Gabriel Manek sendiri yang telah menggerakan hati para donatur secara khusus bapak Frans Santoso dan Ibu  Lucia dan bapak Hambali untuk membangun kapela ini. Bapak Uskup Gabriel Manek itu masih hidup” ungkap Suster penuh keharuan di hadapan para tamu undangan sambil sesekali menyeka air matanya.

Ailomea Lahurus merupakan sebuah kampung kecil dikaki bukit Lakaan. Dari desa yang berhawa dingin inilah dan merupakan sumber mata air bagi warga kota Atambua inilah lahir Mgr. Gabriel Manek SVD Uskup pribumi nusantara kedua. 

Ia memangku beberapa jabatan penting seperti Uskup Larantuka serta beberapa jabatan penting pra dan pasca kemerdekaan RI dalam pemerintahan serta pendiri tarekat PRR. Ia meninggal di Colorado USA pada tahun 1989 dan pada tahun 2007 jenasahnya digali dan masih utuh walau telah terendam air dan jenasahnya dibawa ke tanah air menuju kampung halamannya Ailomea.

Saat itu umat keuskupan Atambua tumpah ruah menuju Ailomea dan Atambua untuk menyaksikan sang gembala walau telah tiada namun jasadnya masih utuh. Dari Ailomea, jenasahnya dibawa ke Atapupu dengan menggunakan kapal perang yang disiapkan TNI, jasad sang Uskup dibawa melalui laut menuju kota Reinha kota Larantuka tepatnya Lebao pusat misi tarekat PRR. Di dalam kapel inilah tubuh sang gembala disemayamkan.

Misa kudus yang diiringi koor SMAK Mgr. Gabriel Manek Lahurus ini mengambil perhatian umat setempat mengingat diadakan pula penguburan relikwi Sta. Theresia dari kanak-kanak Yesus diatas altar sebagai pelindung kapela yang dipimpin langsung uskup Atambua. Dipilihnya Sta. Theresia sebagai pelindung mengingat sang kudus ini sebagai pelindung para misionaris yang melakukan misi di tanah misi agar kiranya para suster PRR mampu melakukan misi untuk memuliakan Allah.

Dilaporkan oleh FRANSISKUS PONGKY SERAN dari Atambua, NTT

Loading...

Published by Renungan Iman Katolik

Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.