Umat Antusias Bangun Hidup Menggereja di Ketahun, Bengkulu

Pengantar redaksi:
Dalam rangka Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-48, Komsos Keuskupan Agung Palembang menggelar serangkaian acara di Provinsi Bengkulu. Berikut ini adalah hasil rekap tulisan para peserta kursus jurnalistik yang diprakarsai Komsos Keuskupan Palembang dengan arahan dari Romo Frans de Sales SCJ sebagai Ketua Komsos Keuskupan Palembang.

Tulisan di bawah ini dikerjakan oleh Laras Anjar Sari, Mauli Siska Situngkir, dan Stefania Rumapen. Ketiganya adalah para murid SMP Negeri, Kecamatan Putri Hujau, Bengkulu.

———————–

MENURUT data statistik akhir Desember 2013 yang lalu, jumlah umat yang menetap di wilayah Unit Pastoral Ketahun, Keuskupan Agung Palembang, ini sekitar 675 jiwa. Unit Pastoral ini diresmikan 2011 lalu oleh Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, Uskup Agung Palembang.

Umat tersebar di 11 stasi. Mereka hidup di tengah-tengah umat mayoritas Muslim.

Tentu saja hidup dalam situasi seperti ini memiliki tantangan tersendiri. Namun umat ditantang untuk menjadi saksi-saksi Kristus dalam kebaikan, cinta kasih, iman dan pengharapan.

Romo Yoseph Sutrisno Amirullah SCJ mengatakan, pelayanan-pelayanan bagi umat ditekankan pada pelayanan sakramental. Ia melayani perayaan ekaristi dua kali dalam sebulan untuk setiap stasi.

Bengkulu Lomba Mewarnai untuk Anak-anak di Kapel Stasi Santo Gabriel Air Muring

Pekan Komsos di Bengkul: Lomba Mewarnai untuk Anak-anak di Kapel Stasi Santo Gabriel Air Muring. (Dok. Komsos Keuskupan Palembang)

Selain itu, ada kegiatan-kegiatan non sakramental seperti pertemuan Remaja Katolik (Remaka), pendampingan misdinar dan pembinaan prodiakon.

Kendala yang dialami oleh romo dalam kepemimpinanya adalah situasi umat yang hidup berjauhan, terutama untuk anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Di wilayah ini belum ada sekolah katolik. Pendidikan kekatolikan di sekolah masih kurang.

“Tantangan lainnya untuk orang yang sudah waktunya untuk menikah. Mereka susah mendapatkan pasangan yang seiman,” tutur Romo Yoseph, putra asli Tanjungsakti, Sumatera Selatan.

Bengkulu Umat dari beberapa Stasi di Unit Pastoral Ketahun berkumpul bersama usai Perayaan Ekaristi

Kegiatan umat di Bengkulu: Inilah potret kehidupan umat katolik di pelosok Provinsi Bengkulu yang secara administratif gerejani masuk Keuskupan Agung Palembang. (Dok. Komsos Keuskupan Agung Palembang)

Ia menambahkan, tenaga pastoral juga sulit ia peroleh untuk pendampingan umat. Meski begitu, ada yang menggembira dari umat, yaitu antusiasme umat yang begitu kuat. “Hal yang juga menggembirakan adalah kesadaran umat dalam hidup menggereja yang begitu tinggi. Mereka bertanggung jawab dalam berbagai kegiatan Unit Pastoral. Mereka siap untuk bertumbuh dan berkembang,” kata Romo Yoseph.

Dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada, Romo Yoseph selalu melibatkan umat, secara khusus melalui para pengurus Dewan Unit Pastoral dan ketua-ketua stasi.

Photo credit: Romo Yoseph Sutrisno Amirullah SCJ (Dok. Komsos Keuskupan Agung Palembang)

Tautan: Gereja Mungil Hasil Swadaya Umat Penarik di Tengah Perkebunan Sawit di Bengkulu

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.