Ulasan Injil Minggu Biasa XX, Menghidupi Darah dan Daging Anak Manusia (2)

DISEBUTKAN  dalam ay. 59, yang tidak ikut dibacakan hari ini, bahwa perkataan Yesus tadi diucapkannya sewaktu mengajar di sinagoga, yakni rumah ibadat orang Yahudi di Kapernaum. Jadi ia menyampaikan pengajaran kepada orang-orang yang datang beribadat dan mendengarkan sabda Allah menurut kepercayaan Yahudi dan kebiasaan turun temurun mereka.

Salah satu tema yang selalu muncul dalam doa dan penjelasan sabda di rumah ibadat ialah kehidupan umat dalam perjalanan ke Tanah Terjanji dan pemberian hukum Taurat di Sinai. Diingat kembali kisah pemberian makanan dari surga tiap hari, yakni manna (Kel 16:12-35), yang membuat umat dapat bertahan dalam perjalanan mencapai tujuannya. Selain itu juga ada kurban sembelihan di Sinai dengan recikan darah untuk meresmikan janji setia umat (Kel 24:5-8).

Dalam ibadat seperti itu seorang pembicara dapat mengolah pokok-pokok ini dengan menghubungkan dengan keadaan nyata. Semacam homili dengan aktualisasi. Itulah yang dilakukan Yesus pada waktu itu. Bisa ditengok pengajarannya di rumah ibadat di Nazaret yang menerapkan nubuat Yes 61:1-2 pada warta yang dibawakannya hari itu (Luk 4:21). Juga di lain kesempatan di rumah ibadat ia mengajar mengenai Kerajaan Allah (Mat 4:23 9:35).

Sebelum petikan bagi hari ini, dikisahkan bagaimana reaksi orang-orang Yahudi mendengar perkataan Yesus mengenai “roti kehidupan” (Yoh 6:25-50). Pada kesempatan itu ia menegaskan bahwa dirinya ialah makanan yang diberikan dari surga untuk menyambung hidup umat agar mencapai tujuan perjalanannya (ay. 51 yang dibacakan pada awal petikan).

Karena itulah orang-orang Yahudi memperdebatkan, apa maksud Yesus sebenarnya dengan pernyataan itu. (ay. 52). Dari konteks ini jelas perbincangan tadi sudah jadi bahan pembicaraan umum. Dalam hubungan inilah patut dipahami uraian Yesus di sinagoga di Kapernaum ini.

Di situ ia menerapkan pada dirinya gagasan bahwa Allah memperhatikan dan memelihara umat-Nya yang ada dalam perjalanan menuju ke Tanah Terjanji. Tidak semua pendengarnya setuju, tetapi mereka tertarik membicarakannya karena bahannya menyangkut masalah yang mereka kenal. bersambung

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: