Tuhan Yesus Memerdekakan Kita

Sabath Day by Sabath Sermons

Jumat, 18 Juli 2014
Hari Biasa Pekan XV
Yes 38:1-6,21-22,7-8; MT Yes 38:10,11,12abcd,16; Mat 12:1-8

“Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Matius 12:8)

MURID-murid Yesus dikritik orang-orang Farisi, karena melanggar hukum sabat. Namun Yesus membela mereka dam bersabda, “Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Yesuslah Sang Anak Manusia dan sekaligus Tuhan atas hari Sabat. Gelar Sang Anak Manusia adalah gelar bagi Yesus yang rela menderita bagi kita demi menebus dosa-dosa dunia. Karena itulah, Yesus menjadi Tuhan atas hari Sabat. Daya kuasa penebusan-Nya tidak bisa dibatasi oleh tata aturan dan hukum manusia, hukum Sabat sekalipun.

Sampai hari ini, orang-orang Yahudi masih menjunjung tinggi hukum hari Sabat.

Pada suatu kali, saat saya berada di Yerusalem dan melewati hari Sabat, saya sengaja ngantre di “lift Sabat”. Lift Sabat adalah lift yang dipergunakan oleh orang-orang Yahudi pada hari Sabat. Lift itu akan terus bergerak secara otomatis, naik turun, pintu membuka dan menutup sendiri saat berhenti pada lantai tertentu di hotel tempat kami bermalam.

Dengan demikian, orang Yahudi tidak perlu mengulurkan tangan untuk memencet tombol lift penunjuk lantai tempat kamar terletak. Rupanya, sekadar mengulurkan tangan dan memencet tombol lift pun sudah diperhitungkan sebagai tindakan yang melanggar hukum Sabat.

Itu jelas ketika saya tanpa sadar mau memencet tombol lift. Seorang anak kecil bahkan menamplek tangan saya dan mengatakan, “No!” Saya baru sadar bahwa saya sudah melanggar hukum Sabat mereka.

Itulah gambaran suasana penghayatan hukum Sabat. Pada tahun 2011, saat saya mendapat beasiswa dari Boston University mengikuti Internasional Summer School on Religion and Public Life di Bulgaria, saya juga mengalami suasana Sabat karena Direktur ISSRPL-nya seorang Yahudi. Maka, sejak Jumat siang sampai Sabtu siang kami libur tidak ada kegiatan. Sementara hari Minggu tetap ada kegiatan.

Pada zaman Yesus, hari Sabat dijunjung tinggi. Bahkan untuk menyembuhkan orang sakit pun, Yesus dipersalahkan oleh orang Farisi. Menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat adalah tindakan salah melanggar Sabat. Memetik bulir gandum pun melanggar hari Sabat. Itulah sebabnya Yesus menegaskan, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Syukur kepada Allah sebab Yesus Kristus menguasai hari Sabat! Yesus Kristus membebaskan kita dari belenggu hukum Sabat.

Adorasi Ekaristi Abadi merupakan saat indah perjumpaan dan sembah sujud di hadirat Yesus Kristus, Tuhan atas hari Sabat. Artinya, sembah sujud di hadirat Yesus Kristus adalah saat-saat yang memerdekakan, bukannya sebaliknya. Adorasi Ekaristi Abadi bukan belenggu bagi umat beriman melainkan saat indah yang membebaskan karena dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita menyembah Yesus Kristus yang memerdekakan kita.

Tuhan Yesus Kristus, syukur bagi-Mu atas pembebasan lahir dan batin yang Kau anugerahkan kepada kami. Semoga kami pun tidak saling membelenggu tetapi saling memerdekakan satu terhadap yang lain, kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.