Tuhan Tak Pernah Tidur (1)

INJIL yang kita dengar di minggu biasa ke-16 ini merupakan kisah singkat yang penuh makna. Pertanyaan yang mengganjal ialah, bagaimana orang banyak dapat lebih cepat sampai ke tempat yang dituju Yesus dan murid-muridNya? Padahal Yesus naik perahu dan mereka berjalan berkeliling tepi danau. Jawabannya ialah: Yesus beristirahat bersama para murid di tengah danau.

Di sana mereka menceritakan berbagai pengalaman hebat yang mereka alami dan lakukan waktu diutus Yesus dan bertanya tentang berbagai hal yang tidak mereka mengerti. Begitu mendarat, melihat orang banyak, hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Yesus melayani mereka dan para murid membantuNya. Dari kisah singkat ini, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari: bagi para murid, istirahat berarti ada bersama Tuhan Yesus.

Bekerja berarti melayani Tuhan Yesus. Saat mereka diutus, mereka mengajar, menyembuhkan orang, mengusir setan dan sebagainya. Tetapi pada saat Yesus yang tampil, mereka kembali ke posisi semula, mengatur orang banyak agar bergiliran bertemu Yesus dan menemani mereka yang susah sebelum sempat bertemu Yesus sendiri.

Dalam hidup kita, kita sering bekerja dengan melibatkan Tuhan. Tentu saja kita membutuhkan Tuhan untuk membantu kita menjalani tugas dan hidup yang berat itu. Tetapi berapa diantara kita yang berlibur bersama Tuhan? Tidak jarang, saat santai, sekaligus merupakan saat ‘libur’ dari Tuhan. Kita tidak sempat ke Gereja, semua kebiasaan doa ditinggalkan.

Kembali kepada kerja: siapa yang pernah berpikir bahwa bekerja adalah membantu dan melayani Tuhan; bukan sekedar memohon Tuhan membantu pekerjaan kita? Bahkan, ada orang yang menempatkan saat bertemu Tuhan itu sebagai salah satu kegiatannya dalam seminggu. Hari Minggu ke gereja, hari-hari lain tidak perduli akan Tuhan; hubungan kita dengan Tuhan seringkali merupakan hubungan kebutuhan.

Tuhan kita hubungi untuk menolong kita. Hubungan kita seringkali berupa hubungan tugas dan kewajiban. Karena itu kita senang jika sesekali kita bebas dari kewajiban melaksanakan kehendak Tuhan. Atau, hubungan kita dengan Tuhan adalah salah satu kegiatan dalam hidup mingguan kita. Cukup seminggu sekali bersama Tuhan; hari-hari lain adalah urusan kita sendiri.

Padahal kita tahu bahwa Tuhan tidak pernah tidur dan selalu menjaga kita. Tanpa kehadiran Tuhan dalam setiap peristiwa hidup kita, tak ada yang baik yang akan terjadi dalam hidup kita ini. Berbeda dengan para murid, yang hidup mereka sepenuhnya berpusat pada Tuhan Yesus. bersambung

MINGGU BIASA 16, B; 22 Juli 2012
Yer. 23: 1-6; Ef. 2:13-18; Mrk. 6:30-34

5 pencarian oleh pembaca:

  1. kisah para rasul 21:1-14 renungan
  2. renungan kisah rasul 21:1-14
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.