Tuhan Menyatakan pada Orang Kecil, Mat 11:25-27

Hutong street rumah warung makan

ADA warung makan sederhana yang tidak begitu ramai di waktu siang, karena bulan puasa. Kebetulan rombongan kami sangat haus dan memerlukan minum, karena kami tidak berpuasa.

Yang empunya warung sangat ramah dan meneri ma kami dengan gembira: “Wah, mari-mari silakan duduk. Ini betul-betul berkat Tuhan untuk warung saya.”

Dan kami pun terus dilayani. Setelah selesai minum dan snack, kami lalu mau membayar pada yang empunya warung, karena kami terus mau melanjutkan perjalanan. Kebetulan kami tidak membawa uang kecil, maka ya limapuluhan kami kasihkan. “Sudah bu, sisanya tak usah dikembalikan.”

Ibu yang empunya warung kelihatan makin gembira, karena warungnya baru agak lesu. “Wah, saya sangat bertrimakasih pada bapak dan mas-mas ini. Saya bersyukur karena Tuhan memberi rejeki pada orang kecil se-perti saya ini. Semoga bapak dan mas-mas ini selalu dilindungi Tuhan dalam perjalanan.

Kami sangat kagum dengan reaksi ibu yang empunya warung, yang langsung dapat bersyukur pada Tuhan, walaupun uang kelebihan itu hanya sedikit. Bahkan ibu itu memberikan restu agar kami dilindungi Tuhan. Di tengah perjalanan kami masih membicarakan kata-kata spontan dari ibu yang penuh dengan isi iman itu.
Kejadian kecil dan sederhana ini mengingatkan kami akan kata-kata Tuhan Yesus: “Aku bersyukur kepadaMu ya Bapa, Tuhan langit dan bumi. Sebab semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil.”

Orang kecil lebih mengenal kasih Tuhan atau sentuhan Tuhan dalam hidup sehari-hari. Sedangkan orang besar, orang berkuasa dan punya harta kekayaan yang bertriliyunan rupiah belum tentu ingat akan kasih Tuhan dan belum tentu dapat bersyukur kepada Tuhan. Orang yang dapat bersyukur itu berarti senantiasa dapat menyadari kebaikan dan kasih Tuhan yang diberikan kepadanya.

Orang yang dapat bersyukur akan selalu dapat menghargai kebaikan orang lain pula. Dan seperti peringatan dari Nabi Yesaya (dari bacaan pertama) bahwa orang yang bersyukur itu menyadari bahwa dirinya itu sekedar alat di tangan Tuhan. Tuhan justru akan membuat orang yang nampaknya gagah perkasa dan berkuasa, tetapi menjadi kering, karena segalanya tidak berarti di mata Tuhan.Pesan yang dapat kita petik adalah bahwa ketulusan, kejujuran dan kerendahan hati sangat berkenan kepada Tuhan, sehingga Tuhan senantiasa berkenan melimpahkan kasihNya.

Kredit foto: Warteg di jalanan kawasan wisata di Beijing, Tiongkok (Mathias Hariyadi)

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan matius 11 25-27
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.