Tuhan Mengenal Kita

Ayat bacaan: Mazmur 139:1
=======================
“TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku”

“Tak kenal maka tak sayang”, begitu kata pepatah.  Secara umum kita sulit menyayangi orang yang tidak kita kenal. Semakin dalam kita mengenal seseorang, semakin pula kita menyayangi mereka. Kita mengenal tabiatnya, sifatnya, kesukaannya dan hal-hal lain mengenai mereka dan tentu saja akan berusaha semampu kita untuk menolong mereka ketika dibutuhkan. Lihatlah kasih seorang ibu yang sangat luar biasa besar terhadap anak-anaknya. Ibu sangat mengenal anaknya, bahkan sejak sang anak masih dalam kandungan. Ketika orang lain belum atau tidak mengerti, seorang ibu biasanya mengerti betul isi hati anaknya, tidak jarang pula kita menemukan kontak batin antara ibu dan anak.

Bagaimana dengan Bapa Surgawi kita? Kita memanggilnya Bapa seperti apa yang dianjurkan Yesus karena Tuhan menginginkan sebuah kedekatan hubungan yang sangat erat dan intim layaknya seorang ayah yang penuh kasih dengan anaknya. Hubungan yang dekat dan erat akan membuat kedua belah pihak saling kenal satu sama lain dengan baik. Jika sesama manusia saja begitu, apalagi Tuhan yang menciptakan kita masing-masing dengan keistimewaannya sendiri. Dia kenal kita luar dalam. Dia tahu pasti apa yang menjadi permasalahan anda. Tidak ada yang tersembunyi bagiNya, Dia tahu isi hati kita yang terdalam sekalipun. Dia yang menciptakan kita, tentu Dia pula yang paling tahu segalanya tentang kita. Dan yang lebih indah lagi, Tuhan adalah Bapa yang sangat mengasihi kita. Bentuk kasih itu pun diwujudkan dengan kepedulian yang luar biasa besar pula terhadap anak-anakNya. Dia siap tertawa gembira bersama kita, Dia pun turut bersedih bersama kita.

Daud menyadari betul hal itu. “TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku” (Mazmur 139:1). Ayat ini adalah pembuka dari sebuah perikop yang berjudul “Doa di hadapan Allah yang maha tahu” (Mazmur 139:1-24), yang menggambarkan pemahaman Daud akan pengenalan Tuhan tentang dirinya secara penuh. “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.” (ay 2-3).

Selanjutnya mari kita lihat Firman Tuhan lainnya dalam Yesaya 29 yang juga menggambarkan betapa Tuhan sungguh mengetahui kita, karena kita adalah ciptaanNya sendiri. Bila Tuhan diibaratkan sebagai tukang periuk, dan kita adalah bejana yang dibentuk dari tanah liat olehNya sendiri, mungkinkah Tuhan, Sang Pencipta, tidak mengenal apa-apa tentang kita? “..Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: “Bukan dia yang membuat aku”; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: “Ia tidak tahu apa-apa”? (Yesaya 29:16). Kita tentu tidak meragukan bahwa orang tua orang tua kita di dunia mengenal kita secara pribadi dan mendalam. Kalau orang tua di dunia saja demikian, apalagi Bapa di Surga. Jadi apabila ada di antara teman-teman saat ini tengah menghadapi masa-masa sukar dimana anda merasa sendirian dan tidak ada yang peduli apalagi membantu, ingatlah satu hal: Bapa di Surga sangat mengenal anda.

Tuhan sungguh mengenal kita dengan baik, Dan Dia sungguh peduli. Tapi seperti yang sudah saya sebutkan diatas, agar terbentuk hubungan yang erat dibutuhkan usaha dari kedua belah pihak. Jika Tuhan kenal kita, apakah kita sudah berusaha untuk mengenalNya dengan baik? Seringkali kita merasa perlu untuk sungguh-sungguh mengenalNya.Ketika Tuhan peduli, kita malah tidak peduli padaNya dan hanya menggantungkan harapan kepada manusia, pada harta benda atau pada situasi dan kondisi saja. Kita terus meminta Tuhan menolong dan mengerti kita, tapi kita lupa mengasihiNya. Saat anda mengenalNya, anda akan tahu bahwa Dia adalah Bapa yang penuh kasih, kasih setiaNya kekal selamanya, tak akan pernah lekang dan Dia selalu menginginkan kita beroleh segala yang terbaik yang berasal dari perbendaharaanNya di Surga. Pengertian atau pemahaman seperti ini akan membuat anda tahu bahwa yang terbaik untuk anda lakukan adalah mengandalkan Tuhan dalam apapun yang anda lakukan. Dan firman Tuhan pun sudah mengatakannya. “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” (Yeremia 17:7). Ayat ini menyebutkan dengan jelas bahwa menaruh pengharapan kepada Tuhan tidak akan pernah berujung sia-sia. Hal-hal lain yang anda andalkan bisa mengecewakan, tapi tidak demikian dengan Tuhan.

Sebuah penegasan lainnya disampaikan pula oleh Yesus yang mengenal hati BapaNya dengan sangat baik. “Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah,bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” (Lukas 12:6-7). Kalau burung saja diperhatikan Tuhan, apalagi kita yang diciptakan secara sangat istimewa menurut gambarNya sendiri. Bayangkan, sampai jumlah rambut kita helai demi helai pun Dia ketahui. Sedekat-dekatnya dan sepeduli-pedulinya manusia, adakah yang bisa sangat dekat hingga mengetahui berapa helai jumlah rambut kita? Tapi Tuhan peduli hingga sejauh itu. Itu menunjukkan bagaimana kepedulian dan pengenalanNya akan kita dengan sangat detail. Betapa indahnya janji Tuhan akan penyertaan dan perlindunganNya atas kita yang tertulis berulang kali di dalam Alkitab. Lihatlah ayat berikut: “Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.” (Ulangan 31:8). Atau lihatlah pesan berikut: “Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya; sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara..” (Mazmur 37:27-28). Peringatan yang disampaikan Penulis Ibrani pun mengacu akan hal ini: Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5). Tuhan Yesus sendiri sudah berjanji untuk menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman (Matius 28:20), dan siap memberi kita kelegaan. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (11:28). Ini janji yang menunjukkan betapa Tuhan mengenal kita dan betapa Dia peduli terhadap segala pergumulan kita.

Ketika tidak ada orang mengerti, ada Tuhan yang mengerti. Ketika tidak ada yang peduli, Tuhan selalu peduli. Allah mengerti dan Dia peduli. Ketika tidak ada yang mau mengenal anda lebih jauh, Tuhan sudah mengenal anda bahkan lebih dari anda mengenal diri anda sendiri. Dia tahu apa yang terbaik untuk anda, Dia selalu berada bersama anda baik dalam suka maupun duka, menjaga anda senantiasa dan akan terus memberi kekuatan apabila anda masih harus berada buat sementara waktu dalam situasi yang sulit. Dia mengenal pribadi anda lebih dari siapapun, Dia tahu apa yang anda butuhkan, Dia tahu dimana kelemahan anda dan akan dengan senang hati memberitahukan langkah agar anda bisa kembali bangkit dan bersinar, tepat seperti yang diinginkanNya. Jika Tuhan sudah bersikap seperti itu, mari kita terus membangun hubungan yang lebih erat lagi dengan Tuhan. Kenali Dia lebih dan lebih lagi, mengertilah akan ketetapan-ketetapan dan perintah-perintahNya, jangan langgar, lalu ketahui pula semua janji-janjiNya, anugerah dan karuniaNya dan mengucap syukurlah. Sebuah hubungan akan terbangun dengan baik apabila kedua belah pihak saling kenal dengan baik. Tuhan sudah mengenal kita. Dia peduli, Dia mengasihi kita. Kini saatnya kita menunjukkan hal yang sama kepadaNya.

Allah mengerti, Allah peduli, sebab Dia mengenal kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

5 pencarian oleh pembaca:

  1. ayat alkitab tentang tuhan mengetahui berapa jumlah rambut kita
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.