Tuhan memerlukan

Ayat bacaan: Lukas 19:34
=====================
“Kata mereka: “Tuhan memerlukannya.”

Tuhan memerlukan

“Tante kan sudah tua, sudah tidak dibutuhkan lagi. Mau tidak mau ya harus pensiun..” kata tante saya kemarin ketika saya bertemu dengannya. Perjalanan hidup memang seperti itu. Ada usia dimana kita tidak lagi dianggap mampu produktif, meski kita mungkin merasa masih mampu dan masih sehat. KTP sudah seumur hidup, bank tidak lagi mau memberi pinjaman dan sebagainya. Semua seolah-olah berkata sama: “kamu kan tidak lama lagi, tidak ada lagi yang bisa diharapkan darimu.” Tante saya berkata demikian dengan senyum miris. Di sisi lain, dalam usia yang terlalu muda pun orang akan sulit dipercaya mampu untuk bisa melakukan sesuatu. Dunia mungkin memberi batasan umur yang dianggap produktif, dunia mungkin memerlukan kita hanya sementara dan setelah itu dibuang, namun tidak bagi Tuhan.

Tuhan tetap membutuhkan kita, tidak perduli keadaan atau usia kita. Jika memasuki usia senja orang bertanya, apakah mereka masih bisa berguna bagi Tuhan? Apakah mereka masih bisa membuat sisa hidup mereka bermakna? Apakah mereka masih dibutuhkan? Jawabannya jelas. Ya, tentu saja. Kita bisa melihat beberapa orang yang dalam usia tuanya ternyata masih berperan besar dalam melakukan perintah Tuhan. Nuh membangun bahtera di usia lanjut. Kaleb mengaku masih sama kuat di usia 85 tahun untuk berperang memasuki tanah yang dijanjikan Tuhan kepadanya. “..Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.” (Yosua 14:10-11). Bagaimana dengan Abraham dan Sara? Mereka mendapatkan janji Tuhan akan keturunan yang banyak bagai bintang di langit justru pada usia yang sangat lanjut. Artinya orang-orang yang berusia tua pun tetap bernilai di mata Tuhan dan selalu mendapat kesempatan bahkan kepercayaan untuk melakukan sesuatu untuk Tuhan. Bagaimana jika sebaliknya karena terlalu muda? Tuhan tetap memerlukan kita. Ada banyak pula orang-orang yang dipakai sejak usia mudanya. Daud sudah harus bertarung melawan Goliat disaat ia masih belia. Timotius dipakai luar biasa pada usia mudanya. Dan ada banyak lagi contoh di dalam alkitab. Lihatlah pesan Paulus kepada Timotius: ” Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12). Jadi usia bukanlah halangan atau hambatan, bukan pula alasan bagi kita untuk menghindari panggilan Tuhan. Berapa lanjutpun usia anda, Tuhan masih memerlukan anda.

Saya jadi ingat kisah ketika Yesus membutuhkan keledai untuk membawanya memasuki Yerusalem. Yesus menyuruh dua muridnya demikian: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari.” (Lukas 19:30). Dan ketika mereka melakukannya, si pemilik keledai pun bertanya mengapa mereka melepaskan keledai. Mereka pun menjawab seperti apa yang dipesan Yesus untuk mereka katakan: ” Kata mereka: “Tuhan memerlukannya.” (ay 34). Jika seekor keledai saja dibutuhkan Tuhan untuk menyelesaikan pekerjaanNya di dunia ini, mengapa kita tidak?

Tuhan selalu memerlukan kita, anak-anakNya, duta-dutaNya di dunia ini untuk melakukan pekerjaanNya. Itu bisa berupa tugas spesifik yang segera harus dilakukan, a brief single task, seperti keledai itu, atau bisa juga memerlukan usaha dan ketekunan bertahun-tahun sampai kita dipanggil menghadap Bapa. Semua ini akan menjadi kesempatan indah bagi kita untuk menyatakan kesaksian kita, menyatakan kasih Tuhan kepada sesama. Ketika kita mendapat tugas dari Tuhan, itu bukan beban melainkan sebuah kehormatan yang harus kita syukuri dan lakukan dengan sebaik-baiknya. Yang pasti, Tuhan akan selalu membutuhkan kita pada waktunya. Untuk itu kita harus senantiasa mempersiapkan diri kita. Senantiasa berjaga-jaga baik lewat doa, membaca dan merenungkan firman Tuhan dalam alkitab dan terus peka mendengar panggilanNya. Ingatlah bahwa ada saat dimana kita tidak lagi bisa berbuat apa-apa, yaitu ketika masa hidup kita di dunia ini sudah selesai. Karenanya selama kita masih punya waktu, terimalah tugas Tuhan itu sebagai sebuah kehormatan besar. “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” (Yohanes 9:4). Soal kapan diperlukan, serahkan itu kepada Tuhan. Dengarlah suaraNya dan turuti perintahNya. Sebab itu bukan tergantung kita, tetapi tergantung Tuhan sendiri. “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” (Yohanes 15:16). Yang penting adalah kesiapan kita, sehingga begitu tugas diberikan, kita akan mampu untuk langsung mengerjakan sesuai dengan apa yang dikehendakiNya. Apa hebatnya keledai? Bagi orang banyak keledai diasosiasikan sebagai binatang yang bodoh, namun keledai pun nyatanya dibutuhkan Tuhan. Apalagi kita anak-anakNya. Bukan kehebatan kita, keahlian kita, gelar dan tingkat pendidikan kita, pengaruh dan kuasa kita di dunia, tapi kemauan atau kesediaan kita, itulah yang Dia tuntut. Tuhan bukan mencari orang-orang hebat secara duniawi, tapi orang yang dengan tulus mau melakukan sesuai panggilanNya, karena mengasihi Tuhan. Usia? Bukan halangan. Kemampuan? Bukan halangan juga. Mari kita semua tetap mempersiapkan diri dengan tekun. Jika Tuhan memanggil anda untuk sebuah pekerjaan, jika anda dibutuhkan Tuhan saat ini, sudah siapkah anda?

Tuhan memiliki tugas untuk setiap anakNya tanpa memandang usia atau kemampuan

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.