Tuhan itu Ada (2)

(sambungan)

Kemudian lihatlah bagaimana cara hidup kebanyakan orang-orang yang tidak mengakui keberadaan Allah. Dalam Mazmur dikatakan: “Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.” (Mazmur 14:1). Orang yang tidak mengakui keberadaan Allah seringkali merasa boleh melakukan segalanya sekehendak hatinya karena merasa tidak ada konsekuensi yang harus ditanggung dan tidak ada yang mengawasi. Di sisi lain banyak pula yang berdalih demikian agar bisa bertindak seenaknya. Yang pasti, dengan segala bukti yang ada di depan mata, hanya orang bebal lah yang bisa berkata bahwa tidak ada Allah, dan tidak ada dari mereka yang berbuat baik, bahkan dengan keras dikatakan busuk dan jijik perbuatan mereka. Menjijikkan dan penuh kebusukan. Seperti itulah Daud mengaitkan perilaku seperti itu. Sadar atau tidak, semakin jauh orang bertindak seperti itu, semakin busuk dan menjijikkan pula dirinya. Tidak peduli kecil atau besar, dosa tetaplah dosa yang akan menjauhkan kita dari Tuhan yang kudus.

Penulis Ibrani mengatakan “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibrani 11:6). Benar, kita memang memerlukan sebentuk iman yang memampukan kita untuk percaya bahwa Tuhan itu ada, dan Tuhan menyediakan kasih setia dan berkat-berkatNya yang melimpah kepada semua orang yang sungguh-sungguh mencari Dia, tanpa terkecuali. Tuhan Yesus berkata: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” (Matius 7:7-8).

Apa yang menjadi permasalahan bukanlah ada atau tidaknya Tuhan, karena Dia jelas ada. Tapi yang jadi masalah justru orang yang tidak mau datang kepadaNya, tidak mau mencariNya. Tuhan ada, dan segala solusi atas permasalahan kita pun ada padaNya. Siapa yang bisa merasakan keberadaan Tuhan dalam hidupnya adalah orang-orang yang mau datang kepadaNya dan meminta Tuhan untuk terlibat secara langsung dalam segala aspek kehidupan mereka. Tuhan menginginkan hubungan yang seperti itu dengan kita. Dia rindu untuk menyatakan keberadaanNya, dan membuktikan bagaimana indahnya hidup dalam penyertaanNya. “Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.” (Mazmur 53:3). Oleh karena itu, datanglah kepadaNya hari ini juga dan alami langsung betapa Tuhan itu ada dan kasihNya tidak terbatas bagi kita.

Tuhan ada bagi setiap orang yang mencariNya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.