Tuhan itu Ada (1)

Ayat bacaan: Ibrani 11:6
=====================
“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”

Ada seorang pelanggan datang ke sebuah salon untuk mencukur rambutnya. Saat tukang cukur mulai bekerja, mereka pun terlibat dalam perbincangan. Tukang cukur berkata: “Saya tidak percaya bahwa Tuhan itu benar-benar ada.” Si Pelanggan lantas kaget dan berkata: “Kenapa anda bilang begitu?” Tukan cukur itu kemudian menjawab: “Begini. Kalau Tuhan memang ada, kenapa ada yang menderita, sakit, terlantar dan melarat? Kalau benar Tuhan ada, seharusnya dan pastinya tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.” balas si tukang cukur. Pelanggannya hanya diam, karena ia berpikir tidak ada gunanya mendebat tanpa ada argumen yang kuat. Akhirnya si tukang cukur pun menyelesaikan tugasnya, dan pelanggan pun pergi meninggalkan salon.

Begitu keluar, ia melihat seorang gelandangan dengan rambut panjang yang penuh dengan kotoran melengket dimana-mana. Melihat gelandangan itu, si pelanggan seperti mendapat pencerahan dan ia segera kembali masuk ke salon menemui si tukang cukurnya tadi. Begitu bertemu, ia langsung berkata: “Tahukah anda, sebenarnya tukang cukur itu tidak ada.” Tukang cukur pun kaget dan berkata “Bagaimana anda bisa berkata seperti itu? Bukankah saya baru saja mencukur rambut anda?” Pelanggan itu menjawab: “Tidak. Tukang cukur memang tidak ada. Sebab jika ada, maka tidak akan ada orang dengan rambut acak-acakan, kotor, jorok, tidak terawat seperti gelandangan di luar itu.” Tidak terima dengan argumen si pelanggan, ia membalas: “Tetap saja tukang cukur itu ada! Jika ada orang seperti gelandangan yang jorok dan tidak terawat itu, itu jelas salah mereka sendiri. Mengapa mereka tidak datang kepada tukang cukur seperti saya untuk minta dicukur?” Dan si pelanggan pun tersenyum dan mengatakan “Benar. Tepat sekali.”

Anekdot ini punya pesan yang bagus. Kisah tukang cukur dan pelanggannya ini merefleksikan bagaimana pemikiran banyak orang mengenai keberadaan dan kepedulian Tuhan. Saya sudah bertemu dengan banyak orang yang skeptis mengenai keberadaan Tuhan, dan tentu anda pun pernah bertemu dengan orang-orang yang berpikiran seperti itu. Ada yang tidak percaya sama sekali bahwa Tuhan itu ada, ada yang ragu-ragu, ada yang sebenarnya percaya Tuhan ada tetapi mengira bahwa Tuhan bersikap tidak acuh atau tidak peduli, ada pula yang berpikir bahwa perhatian Tuhan terlalu tinggi untuk diraih dan Tuhan itu senang pilih kasih. Dari pengalaman saya, kebanyakan orang-orang yang berpikiran seperti ini adalah orang yang sudah mapan, sukses dan merasa semua itu murni hasil usahanya semata, atau di sisi lain, orang-orang yang pernah mengalami kekecewaan dalam hidupnya. Sebelum bertobat saya berpikiran bahwa semua yang saya peroleh adalah hasil jerih payah dan perjuangan saya sendiri. Keberhasilan memang pernah saya raih, tapi umurnya tidaklah lama dan pada akhirnya hilang tak berbekas. Hari ini saya tahu bahwa kasih Allah itu sungguh sangat besar adanya, dan Dia sungguh ada. Dia ada, Dia mengasihi kita, dan Dia peduli. Setiap hari saya merasakan kehadiranNya secara nyata, mendengar suaraNya dalam menjawab berbagai hal baik mengenai apa yang saya hadapi maupun dalam melayani orang lain, termasuk dalam menulis renungan buat teman-teman setiap harinya. Hari ini jika kita bisa hidup dengan sukacita, merasakan hadirat Allah yang begitu indah, mendapat jaminan keselamatan sepenuhnya, semua itu adalah bukti keberadaan Allah dan besarnya kasihNya yang dianugerahkan lewat Yesus Kristus.

Ketika tukang cukur menolak percaya bahwa Tuhan itu ada karena masih melihat penderitaan dan kemalangan yang dialami manusia, si pelanggan dengan pintar memberi ilustrasi sederhana bahwa keberadaan tukang cukur tidak serta merta menjamin semua manusia di dunia ini akan punya potongan rambut rapi. Tukang cukur jelas ada, tapi rapi tidaknya rambut tergantung dari apakah si pemilik rambut mau merapikan rambutnya atau tidak. And that’s the point. Tuhan itu ada. Dengan sangat tegas Tuhan sudah menyatakan keberadaanNya kepada bangsa Israel lewat Musa. “Kata Allah, “Aku adalah AKU ADA.” (Keluaran 3:14 BIS) He does exist! Contoh paling sederhana bisa kita lihat dari segala sesuatu yang ada di sekeliling kita. All the wonderful creations around us, things that are even too wonderful, are the undisputed prove of God’s existance, including ourselves. Jika kita membaca rincian dalam Ayub 37 dan 38, kita akan melihat bagaimana peran Tuhan mengatur alam dengan segala kemegahannya. Daud pun mengatakan hal yang sama dalam Mazmur 104. Paulus mengingatkan hal yang sama dalam Roma 1:19-20 yang berbunyi: “Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari padaNya, yaitu kekuatanNya yang kekal dan keilahianNya, dapat nampak kepada pikiran dari karyaNya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” Semua ini dengan sangat mudah membuktikan bahwa eksistensi Tuhan itu nyata. Betapa tertutupnya mata kita jika setelah melihat bukti nyata keberadaan Tuhan dalam setiap pandangan mata dan detak jantung kita tetapi masih juga meragukan Dia, yang sesungguhnya sangat mengasihi kita.

(bersambung)

Loading...

Published by Renungan Iman Katolik

Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.