Tuhan Bersemayam dalam Hati Kita

YANG namanya mencari uang itu tidak akan ada hentinya. Kebanyakan orang malah mencarinya di tempat-tempat yang jauh. Maka, permata yang paling berharga yaitu diri sendiri bisa-bisa terlewatkan begitu saja.

Seorang petani Persia bernama Al Hafed, ingin cepat kaya. Dengan  angan-angan yang membara, ia menjual segala miliknya, lalu berkelana hampir sepanjang hayat memburu harta karun yang ia harap akan membuatnya berkelimpahan harta. Tetapi ternyata di negeri orang, Al Hafed tidak menemukan apa-apa.

Kemudian, ia mudik ke kampung halamannya sendiri. Ia merunduk untuk meneguk air sungai yang mengaliri sawah-ladangnya. Tiba-tiba matanya terbelalak dan kaget. Persis di depan matanya berkilau-kilauan butir-butir permata.

Al Hafed menjelajahi bumi, kini ia menemukan harta di belakang rumahnya sendiri. Kita pun sering berbuat demikian. Kita mencari banyak hal di luar, kecuali dalam hati kita sendiri.

 Diri kita adalah harta yang paling berharga. Sudah layak dan sepantasnyalah kita menggali potensi-potensi yang ada dalam diri. Tuhan bersemayam dalam hidup kita masing-masing (13 Juni 2012).  

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.