Tuaian Kerajaan Allah : Mat 9: 9 : 32-38

panen

“Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” ( Mat 32:38)

KATA-kata ini diungkapkan oleh Tuhan Yesus sebagai ungkapan keprihatinan-Nya terhadap orang banyak yang mengerumuni-Nya baik untuk mendengar ajaran-Nya maupun yang mohon disembuhkan dari penyakit dan kelemahan mereka.

Apa artinya ini?

Kita diajak untuk menjadi pekerja yang rela untuk membagikan kasih Tuhan. Beberapa waktu yang lalu ada banyak sekali orang-orang yang membutuhkan bantuan kita, sperti orang-orang yang tertimpa bencana gunung meletus, yang tertimpa bencana banjir dan tanah longsor. Kita ingat pula bagaimana situasi desa dan daerah yang tertimpa bencana tsunami pada waktu itu. Banyak orang yang menderita kelaparan, kedinginan dan membutuhkan pertolongan medis. Tetapi berapa banyak orang yang melayani?

Sungguh, yang melayani tak sebanding dengan banyaknya orang yang mem-butuhkan pertolongan. Pada hal orang perlu kita tolong bukannya sudah habis, tetapi justru saat sekarang ini banyak lagi orang yang memerlukan uluran kasih Tuhan.

Kalau Tuhan kita mengajak supaya banyak orang mau menjadi pekerja yang membagikan kasih-Nya, itu tidak berarti bahwa orang yang diajak itu harus menjadi rohaniwan atau biarawan-biarawati, tetapi juga menjadi pekerja-pekerja sosial dan bahkan juga dipanggil untuk menjadi pendidik dan guru untuk membantu meningkatkan kemampuan orang-orang.

Yang terpenting yaitu supaya orang yang terketuk hatinya untuk menjadi pekerja cintakasih Tuhan, lebih dulu menuai kasih Tuhan itu sendiri dalam hidupnya, supaya kasih itu kemudian dapat dibagikan dalam bentuk apa saja yang membuat orang lain bahagia dan tersentuh kasih Tuhan.

Kasih Tuhan tak pernah habis. Bahkan semakin banyak orang menuai kasih Tuhan, maka akan semakin melimpah kasih-Nya yang dicurahkan untuk kita. Kunci dari pelayanan kasih adalah sikap peduli kita terhadap orang lain. Tanpa kepedulian tak mungkin kita dapat ikut merasakan penderitaan orang lain.

Ada banyak orang nampaknya bisa membantu banyak harta kepada lembaga sosial, tetapi kalau tidak punya kepedulian pada orang lain yang mau dibantu, bantuan itu akan sia-sia. Itu hanya ingin menunjukkan kekayaannya. Sebaliknya walapun yang bisa kita berikan itu hanya sedikit, tetapi kalau itu muncul dari kepedulian kita pada orang berdasarkan iman kita, itu akan sangat berharga.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.