Transformasi Pikiran

Ayat bacaan: Efesus 4:17
======================
“Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia”

“Orang Kristen itu banyak, tapi sedikit yang percaya.” Itu yang dikatakan oleh seorang teman yang mungkin bisa membingungkan jika didengar secara sepintas. Tapi apa yang ia katakan memang ada benarnya. Mengapa? Sebab memakai label Kristen belumlah menjamin keimanan seseorang. Saya sudah sering bertemu dengan orang Kristen yang takut setan atau bahkan masih percaya berbagai tahyul seperti halnya orang dunia. Jangan tinggal di lokasi yang tidak jauh dari kuburan karena nanti kamu bisa sakit, posisi rumah, pintu dan perabotan menentukan kesehatan dan rejeki, harus meletakkan sapu terbalik di depan pintu rumah supaya tidak kemalingan, ini hanyalah sedikit dari apa yang sudah saya dengar dan lihat dari kalangan anak-anak Tuhan sendiri, bahkan termasuk dari mereka yang melayani. Ada juga yang masih terus khawatir, hidup dengan penuh rasa takut, berburuk sangka, gemar bergosip dan lain-lain meski rajin ke gereja. Jika kita melihat Firman-firman Tuhan, jelaslah bahwa itu semua seharusnya tidak menjadi bagian dari orang yang percaya lagi. Tapi pada kenyataannya, hal seperti ini masih saja ada di pikiran mereka. Mungkin dalam banyak hal mereka ini sudah banyak berubah menjadi lebih baik setelah mengetahui Firman Tuhan, tetapi ternyata masih ada saja yang tinggal. Some ‘old-fashioned thoughts’ are still left in their mind. So, for some people, they still have some problems in their mind to be solved, reformed and transformed, in Jesus.

Dalam Efesus kita bisa menemukan sentilan Paulus tentang hal ini. Ketika ia berbicara mengenai Manusia Baru, ia mengingatkan orang-orang disana agar jangan lagi hidup seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah melalui pikiran yang tidak-tidak atau tidak sesuai dengan kebenaran Allah. Paulus berkata: “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia.” (Efesus 4:17). Lihatlah bahwa ternyata masalah yang sama terjadi pada waktu itu. Sebuah proses pengenalan akan kebenaran jika tidak diperhatikan dengan sungguh-sungguh bisa jadi tidak mentransformasi seseorang secara menyeluruh atau total. Ada bagian-bagian tertentu yang masih tertinggal dalam pikiran yang masih perlu dibereskan terlebih dahulu. Mungkin kebiasaan-kebiasaan lama termasuk pola pikir lama masih belum ditanggalkan sepenuhnya sehingga sewaktu-waktu masih bisa mencuat keluar dan dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja.

Kita harus ingat bahwa ada ayat yang berkata: “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.” (Amsal 23:7) Ayat ini mengingatkan kita bahwa seperti apa yang kita pikirkan, seperti itulah jadinya. Lebih lanjut lewat Ayub kita bisa melihat pula hal yang sama: “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.” (Ayub 3:25). Apa yang kita alami akan sangat tergantung dari pola pikir kita, dari apa yang kita pikirkan. Pikiran kita akan sangat menentukan seperti apa kita jadinya, karena itulah sebuah perubahan pola pikir, meninggalkan pola pikir lama dan masuk kepada pola pikir Kristus menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kita cermati.

Lalu bagaimana caranya kita bisa mereformasi pikiran? Dalam Efesus 4 Paulus tidak hanya mengingatkan tapi juga memberikan jawaban. “Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” (ay 21-24). Dari ayat ini kita bisa melihat solusinya. Kita harus menanggalkan manusia lama kita yang seharusnya binasa lewat keinginan-keinginan yang menyesatkan dengan menjadi manusia baru, agar kita diperbaharui (renewed) dalam roh dan pikiran, lalu mengenal atau mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Menjadi ciptaan baru adalah anugerah buat siapapun yang berada di dalam Kristus (2 Korintus 5:17), dan menjadi ciptaan atau manusia baru seharusnya berupa sebuah transformasi menyeluruh hingga menyentuh roh dan pikiran kita. Jadi apabila masih ada sisa-sisa peninggalan masa lalu di dalam pikiran kita, itu artinya masih ada yang perlu kita bereskan agar pikiran kita pun bisa mengikuti sebuah proses perubahan dari manusia lama ke dalam manusia baru dengan tuntas.

Adalah penting bagi kita untuk hidup sepikir dan seperasaan seperti Yesus. Dengan kata lain, agar pikiran kita tetap terjaga, tidak terkontaminasi dari pola pikir lama kita harus menaruh pikiran dan perasaan kita selaras dengan Kristus. Dan itu sudah disebutkan pula di dalam Alkitab. “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Filipi 2:5). Jangan lupa pula bahwa damai sejahtera Allah akan selalu memelihara hati dan pikiran kita dalam Yesus Kristus seperti yang disebutkan dalam Filipi 4:7.

Bagaimana kita bisa mendapatkan damai sejahtera Allah? Bacalah ayat berikut ini: “dimana ada kebenaran disitu akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran adalah ketenangan dan ketenteraman.” (Yesaya 32:17). Damai sejahtera akan tumbuh sebagai efek atau dampak dari kebenaran, dan itu bukan hanya untuk sementara tapi selamanya. Jadi jelas bahwa damai sejahtera akan menjadi milik dari setiap orang yang melakukan apa yang benar, mematuhi dan melaksanakan ketetapan-ketetapan Tuhan dengan sepenuh hati, sungguh-sungguh dan tidak pilih-pilih.

Mari periksa pikiran kita apakah masih ada hal-hal yang menyimpang dari kebenaran Allah di dalamnya. Apakah ada tahyul, mitos dan kepercayaan-kepercayaan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan yang masih kita anggap benar dalam pikiran kita? Jika masih ada, perbaikilah segera. Anda sudah menjadi ciptaan baru, maka pikiran pun seharusnya sudah menjadi baru. Taklukkan pikiran dan perasaan anda dalam Yesus Kristus dan biarkan damai sejahtera tumbuh untuk memeliharanya sebagai hasil dari kebenaran dari Allah berdasarkan iman kita. Luangkan waktu untuk membaca Firman Tuhan dalam Alkitab, perhatikan setiap kotbah yang disampaikan secara serius, karena “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17). Don’t wait any longer, now is the time to free our mind from any wrong thoughts and base everything upon the truth.

Pelajari kebenaran firman dan tanamlah dalam pikiranmu

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.