Tony Abbott, Mantan Frater dan Didikan Jesuit ini Jadi PM Australia

< ![endif]-->

LAHIR London tanggal 4 November 1957 dan kini menjadi pemimpin Partai Liberal, Anthony  John “Tony” Abbbot dalam waktu beberapa hari ke depan akan menjadi Perdana Menteri Australia yang baru. Ia akan menggusur PM Australia Kevin Ruud yang mengaku kalah telak dalam pemilu nasional yang berlangsung sepanjang hari Sabtu, 7 September 2013 ini.

Yang menarik, Tony Abbott ini dulunya adalah seorang seminaris dan menerima pendidikan dalam tradisi katolik yang kuat baik di rumah maupun di lingkungan seminari.

Sebelum tampil di panggung politik sebagai anggota parlemen dari wilayah Warringah sejak tahun 1994, Tony Abbott berhasil menyelesaikan studi bidang ekonomi di University of Sidney dan kemudian mendapat gelar MA di Queen’s College, Oxford, Inggris.

Warna hidupnya juga beragam, karena ia pernah meniti karir sebagai wartawan bidang ekonomi, manager sebuah perusahaan bisnis dan kemudian terjun ke bidang politik. Mula-mula sebagai penasehat politik, hingga kemudian didapuk menjadi direktur Australians for Constitutional Monarchy sebelum akhirnya menjadi anggota parlemen mewakili Warringah sejak tahun 1994.

Tony Abbott family front

Masuk ke jajaran kabinet dalam pemerintahan Partai Liberal pimpinan PM John Howard tahun 1998 sebagai menteri yang bertanggungjawab atas employment, workplace and small business dan kemudian menjadi Menkes pada tahun 2003 sampai akhirnya keluar dari jajaran pemerintah setelah Howard kalah dalam pemilu tahun 2007.

Didikan Jesuit

Meski lahir di Inggris, namun kedua orangtuanya sudah mengantongi paspor Australia sejak kedua orangtuanya hijrah meninggalkan Inggris pada Perang Dunia II.

Tony Abbott menyelesaikan pendidikan SD nya di St.  Aloysius’ College dan kemudian masuk high school di bawah didikan para Jesuit di St. Ignatius’s College.

Tony Abbot sebagai seminaris

Ketika selesai high school, Tony belajar ekonomo di Univ. of Sidney dan memilih tinggal di St. John’s College. Di sini, bakat kepemimpinan Tony mulai menonjol ketika dia terpilih menjadi Ketua Senat Mahasiswa.

Belakangan, ia memenangkan program beasiswa sebagai Rhodes Scholar dan berhak belajar di Queen’s College di Oxford, Inggris sampai mendapat gelar master.

Dalam perjalanan pulang menuju Australia dari Inggris selesai merampungkan master-nya, Tony sempat dolan ke beberapa negara di Afrika. Yang lebih mengejutkan lagi, begitu sampai di rumahnya dan bertemu orangtuanya, Tony tanpa ragu menyatakan keinginannya ingin masuk seminari dan menjadi pastur.

tony_abott_daughters_australia_pm_election

Niatnya kesampaian tahun 1984, saat umurnya 26, Tony Abbott masuk Seminari Tinggi St. Patrick di Manly.

Dia sendiri mengakui, hidupnya banyak dipengaruhi oleh para Jesuits di kolese-kolese dimana dia pernah belajar sewaktu di SD, High School dan kemudian di seminari tinggi di Manly. Salah satu mentor yang sangat dia hormati adalah Romo Emmett Costelo SJ.

tony-abbott-and-daughtersNamun pada tahun 1987, Tony Abbot memutuskan jebling dari seminari.

Tony Abbot akan menjadi PM Australia ke-28 dalam sejarah politik modern Negeri Kangguru ini.

Tony Abbot menikahi Margareth dan mereka punya tiga anak perempuan yang sudah menginjak dewasa dan semuanya cakep-cakep. Ketiga putri cakep pasangan Tony-Margareth Abbott ini adalah Louise, Bridget, Frances.

Photo credit: Tony Abbott dan keluarga (The Age)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.