Tipuan Iblis

Ayat bacaan: Kisah Para Rasul 13:9-10
===============================
“Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, dan berkata: “Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu?”

tipu iblis

Rupa-rupa penyesatan terus terjadi di dunia ini. Parahnya, bentuk penyesatan ini seringkali bukan berupa sesuatu yang jelas terlihat salah secara kasat mata, tetapi bisa hadir lewat sesuatu yang dikemas secara rapi, seolah-olah baik namun ternyata dibaliknya tersimpan begitu banyak jebakan. Jika tidak hati-hati kita bisa masuk dan terjebak didalamnya. Inilah pekerjaan iblis yang kita kenal sebagai bapa segala dusta. (Yohanes 8:44). Banyak tipuan iblis yang seolah-olah menjanjikan pertolongan instan, dan betapa banyak orang percaya yang terjerat dengan tipuan ini. Bukan saja paranormal, dukun dan sebagainya, tetapi ada banyak pula pengajaran-pengajaran kemakmuran dan sejenisnya yang ternyata berorientasi menyimpang dari firman Tuhan.

Paulus mengatakan hal ini tidaklah mengherankan. “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.” (2 Korintus 11:14). Sebagai bapa dari dusta, bapa tipu muslihat, iblis memang peniru ulung yang pintar memanfaatkan kelemahan kita untuk dimanipulasi, salah satunya lewat meniru pekerjaan yang dilakukan Tuhan. Kita bisa melihat contohnya dalam kitab Keluaran, yaitu ketika Musa dan Harun berhadapan dengan ahli sihir Mesir yang mampu meniru apa yang mereka lakukan di depan Firaun. Harun melemparkan tongkatnya kemudian tongkat itu berubah menjadi ular, tapi ahli sihir Mesir pun mampu membuat hal yang sama. (Keluaran 7:9-12). Tipuan seperti inilah yang dilakukan oleh iblis hingga hari ini yang jika tidak kita sikapi dengan cermat akan membuat orang-orang percaya termakan tipuan dan masuk ke dalam jebakannya.

Dalam Kisah Para Rasul kita bisa melihat sebuah sosok bernama Baryseus yang berada di pulau Siprus. Dikatakan disana Baryseus adalah seorang tukang sihir dan nabi palsu. (Kisah Para Rasul 13:6). Di pulau Siprus itu ada seorang gubernur bernama Sergius Paulus yang sebenarnya adalah orang cerdas dan bijaksana. Ia sendiri yang memanggil Paulus dan Barnabas, karena kerinduannya mendengar firman Allah. (ay 7). Ada seseorang yang ingin selamat. Tentu iblis tidak tinggal diam. Lalu Baryseus alias Elimas, “tukang sihir itu, menghalang-halangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya.” (ay 8). Berbagai tipu pun ia lakukan. Paulus segera bereaksi. “Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, dan berkata: “Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu?” (ay 10). Baryseus pun lalu terkena murka Tuhan hingga menjadi buta. Membelokkan jalan Tuhan yang lurus lewat rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, seperti itulah pekerjaan iblis lewat hamba-hambanya di muka bumi ini.

Di akhir jaman ini semakin banyak orang yang berlaku begitu rupa sehingga terlihat seperti hamba Tuhan, tetapi sebenarnya mereka adalah hamba iblis yang berusaha menyesatkan dan membinasakan kita. Seringkali kemasannya terlihat begitu rapi sehingga jika tidak dicermati baik-baik kitapun mengira bahwa semua itu sesuai firman Tuhan. Dalam Amsal dikatakan “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” (Amsal 14:12), dan ini semakin banyak kita jumpai hari-hari ini. Berbagai pengajaran berorientasi kemakmuran, kesuksesan, kekayaan dikemas sedemikian rupa sehingga terlihat lurus, padahal itu bertentangan dengan firman Tuhan dan jika kita turuti dengan sendirinya akan mengarahkan kita kepada ujung yang menuju maut. Dalam surat Tesalonika kita bisa melihat peringatan akan hal ini. “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.” (2 Tesalonika 2:9-10). Perhatikanlah, agar jangan sampai kita termasuk dari mereka yang dikatakan “orang-orang yang harus binasa” karena menolak keselamatan.

Agar terhindar dari jebakan-jebakan ini, kita harus selalu waspada dengan berbagai pengajaran dan penawaran yang diberikan kepada kita. Alkitab memberi solusinya seperti ini: “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.” (Efesus 6:11). Perlengkapan senjata Allah itu secara rinci bisa dilihat dalam ay 14-18. Ingatlah bahwa tidak selamanya apa yang terlihat benar itu sungguh benar. Kita harus terus waspada dan memperlengkapi diri senantiasa dengan perlengkapan senjata Allah. Iblis akan selalu berusaha mencari titik lemah kita untuk dimanipulasi dan disesatkan, oleh karena itu berhati-hatilah. Ijinkan Roh Kudus terus bekerja dalam diri anda agar anda bisa peka membedakan mana yang berasal dari Tuhan dan mana yang merupakan tipuan iblis.

Tipuan yang dikemas rapi bisa menyesatkan, tetaplah cermati segala sesuatu dengan sungguh-sungguh

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: