Tinggal dalam Kristus melalui Ekaristi dan Adorasi

perjamuan terakhir2 by ist

Jumat, 24 April 2015: Pekan Paskah III

Kis 9:1-20; Mzm 117:1.2; Yoh 6:52-59

Yesus bersabda, “Daging-Ku benar-benar makanan, dan darah-Ku benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia.”

Hari-hari ini kita terus merenungkan sabda Yesus yang menyatakan diri-Nya sebagai makanan dan minuman bagi kita. Yang makan tubuh-Nya dan minum darah-Nya memperoleh kehidupan abadi dan akan dibangkitakan pada akhir zaman.

Kita bisa membandingkan yang diwartakan St. Yohanes dalam Injilnya dengan yang diwartakan St;. Mateus. Injil Yohanes tidak mempunyai kisah perjamuan malam terakhir. Sebagai gantinya, ia mengutip kata-kata ajaran Yesus tentang roti kehidupan.

Menurut St. Mateus, dalam Perjamuan Malam Terakhir, Yesus mengambil roti mengucap syukur, dan memecah-mecah roti itu dan memberikanya kepada para murid seraya berkata: Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku. Ia juga mengambil piala berisi anggur, mengucap syukur lalu memberikan piala itu kepada para murid-Nya seraya berkata: Minumlah. Inilah piala darah-Ku, darah perjanjian baru yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku (lih. Mat 26:26-28).

Setiap kali kita merayakan Ekaristi, kita melakukan yang diperintahkan Yesus Kristus kepada kita untuk makan daging-Nya dan minum darah-Nya. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Dia sebagai Ia sendiri mengundang kita untuk ambil bagian dalam hidup yang ditawarkan-Nya yang menjadi pusat keberadaan kita.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menjaga dan menyembuhkan kami dengan setiap kehadiran dan sabda kehidupan-Mu. Engkaulah roti kehidupan, makanan surgawi yang membuat kami bertahan kini dan menghasilkan buah kehidupan abadi dalam diri kami.

Semoga kami selalu lapar akan Dikau dan dipuaskan oleh Dikau sendiri melalui Perayaan Ekaristi dan menyembah-Mu dalam Adorasi Abadi kini dan selamanya. Amin.

Loading...

Published by Renungan Iman Katolik

Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.