Tiga Pastor KAJ Syukuri 30 Tahun Rahmat Tahbisan: Belajar dan Melayani

30 th imamat-3

TIGA imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Jakarta bersama-sama merayakan pesta 30 tahun tahbisan imamatnya di Gereja St. Bonaventura, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat, 4 Juli 2014. Ketiga yubilaris itu adalah Romo Martinus Hadiwijoyo, Romo Jacobus Tarigan, dan Romo Albertus Hendaryono.

Misa syukur sore itu dipersembahkan oleh Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo bersama para jubilaris dan belasan pastor lainnya. Undangan dan umat memenuhi gereja dan juga mengisi tempat duduk yang disediakan di halaman depan gereja.

Setelah homili yang diisi dengan sharing dari ketiga yubilaris, diadakan pembaharuan janji imamat. Kembali mereka mengucapkan komitmen untuk bertugas sebagai seorang imam dengan cermat, dalam kerjasama setia dengan uskup untuk menggembalakan umat Tuhan.

Sharing Romo Martinus Suka Hadiwijoyo Pr
Romo Hadi dikenal sebagai ahli pencak silat, pendiri organisasi THS-THM (Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria) yang memberi formatio dibarengi ilmu pencak silat.

Romo Suka Hadiwijoyo THS ok

Pendekar silat: Meski imam, Romo Martinus Suka Hadiwijoyo Pr dikenal sebagai pendekat pencak silat. Romo ini adalah pendiri perguruan THS-THM, perkumpulan pencak silat seminari. (Sesawi.Net/Mathias Hariyadi)

Dalam sharingnya, Romo Hadi merefleksikan kebijakan bejana tanah liat yang dianutnya, dimana terdapat tiga pilar yang penting yaitu (1) tahu berterima kasih, (2) berani minta maaf, dan (3) berani minta tolong.

Maka rasa syukur selalu dia panjatkan setiap waktu. Juga senantiasa berusaha untuk meminta maaf dan belajar meminta bantuan ketika membutuhkan. “Selain dididik menjadi orang Katolik, saya juga dididik menjadi orang Indonesia seutuhnya,” ujar Romo Hadi.

Sharing Romo Jack Tarigan Pr
‘I am nothing, I have nothing, I can do nothing’ demikian sepenggal ucapan Bunda Teresa yang dikutip Romo Jack dalam pembuka sharingnya. Romo Jack mengatakan bahwa Beata Teresa dengan tepat menerjemahkan Mazmur 115:1 dengan ucapannya tersebut.

“Bukan kepada kami, ya Tuhan, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mu lah beri kemuliaan, oleh karena kasihMu oleh karena setiaMu”

Romo Jack menuturkan kembali homili Mgr. Leo Soekoto SJ dalam misa pentahbisannya 30 tahun yang silam: “Sudah bukan waktunya lagi imam menampilkan diri sebagai pemimpin besar yang serba tahu dan serba bisa, tidak mungkin bersalah dan tidak memerlukan bantuan orang lain. Imam dan umat sebagai saudara seiman harus bekerjasama dan bahu membahu demi pembangunan ke depan.”

Berefleksi pada pesan Mgr. Leo tersebut, Romo Jack menulis surat meminta maaf. “Kami mohon maaf, karena ternyata setelah 30 tahun menjalani pelayanan dan hidup imamat, kami belum maju dan berbuah dalam hal ini. Ternyata, kami belum memiliki ‘kerendahan hati’, untuk itu mohon Bapa Uskup mendoakan kami dari surga. Kami berjanji untuk mulai lagi belajar ‘kerendahan hati’.”

Romo Jack juga mengajak umat untuk mendoakan para imam karena “doa imam untuk dirinya sendiri tidak dikabulkan, tetapi doa umat akan didengar Allah,” ujarnya menutup sharingnya.

30 th imamat-1

Ketiga jubilaris: Romo Hendaryono, Romo Jack Tarigan dan Romo Hadiwijoyo –ketiga imam praja KAJ– merayakan syukur atas pesta 30 tahun rahmat tahbisan di Gereja St. Bonaventura Pulomas, Jakarta Timur. (Sesawi.Net/Royani Lim)

Sharing Romo Albertus Hendaryono
Romo Hendar yang terkenal dengan kesederhanaan, rendah hati, dan jago khotbah memberikan sharing dengan sebuah cerita singkat.

“Dalam perjalanan ke Wonosari, di kendaraan umum saya mendengarkan sharing dari beberapa ibu yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Masing-masing dari mereka berkisah tentang ndoronya. Salah satu pembantu itu bekerja di rumah Pak Besut, penyiar terkenal di Yogyakarta. Ibu itu begitu bangga bekerja melayani keluarga Pak Besut yang terkenal tersebut,” demikian tutur Romo Hendar.

“Nah, apalagi saya yang sejak di seminari boleh membantu kedua romo kita, Romo Hadi dan Romo Jack yang hebat ini. Juga sekarang boleh menjadi tuan rumah bagi acara 30 tahun imamat mereka. Saya bangga bisa melayani mereka, dan bangga melayani Tuhan melalui ibu bapak sekalian,” khotbah singkat nyeleneh Romo Hendar menutupi sharingnya yang disambut ketawa oleh umat yang hadir.

Misa dihadiri tidak hanya umat Gereja Bonaventura, terlihat banyak undangan yang khusus datang untuk turut bersyukur atas kesetiaan ketiga yubilaris tersebut. Proficiat dan tetap setia.

Kredit foto: Misa syukur atas rahmat 30 tahbisan Romo Hadiwijoyo, Romo Jack Tarigan, dan Romo Hendaryono (Sesawi.Net/Royani Lim)

 

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.