Tidur itu Mahal? (1)

Ayat bacaan: Mazmur 4:9
==================
“Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.”

Apakah anda termasuk orang yang mudah tidur atau sulit? Jika anda tidak punya masalah dengan tidur, bersyukurlah untuk itu, karena bagi sebagian orang tidur itu bukanlah hal yang mudah, atau malah mahal. Mahal? Ya, mahal, disebabkan berbagai macam alasan. Ada yang harus berobat atau diterapi agar bisa tidur karena menderita insomnia atau harus dirawat akibat sakit karena kurang tidur, ada yang memerlukan obat agar bisa tenang dan terlelap, ada yang tertimbun banyak pekerjaan atau masalah sampai tidak lagi punya waktu untuk beristirahat. Tidur merupakan sesuatu yang penting agar tetap sehat. Panjangnya waktu tidur mungkin berbeda-beda bagi setiap orang, tapi yang pasti waktunya harus cukup kalau tidak mau mendapat masalah.

Kebanyakan masalahnya berpusat pada sesuatu yang mengganggu pikiran. Kalut, cemas, takut atau panik akan sesuatu, itu bentuk-bentuk pikiran yang bisa merampas rasa tentram. Bahkan anak-anak kecil saat ini sudah mulai mengalaminya.

Semakin lama orang yang bermasalah dengan tidur semakin banyak. Obat-obat yang menjanjikan anda bisa tidur bermunculan, kasur-kasur diiklankan seempuk mungkin agar konsumen tertarik membelinya. Ada banyak orang mengira bahwa banyak uang akan menjadi solusi agar bisa tidur nyenyak. Tapi faktanya, orang yang banyak harta malah tidak bisa tidur juga. Mereka gelisah, takut hartanya hilang karena dicuri, dirampok, ditipu dan lain-lain. Menyewa satpam atau penjaga malam pun seringkali tidak serta merta menjamin keamanan sepenuhnya. Uang mau disimpan dimana agar aman? Di bank? Dalam bentuk deposito? Suku bunga turun bikin stres. Belum lagi kalau banknya kolaps atau dirampok. Pemerintah kan menjamin, tapi tetap saja repot kan? Dalam bentuk emas? Harga emas turun juga bikin pusing. Saham atau valas? Atau dipakai jadi modal saja? Mau usaha apa juga bingung, belum lagi memikirkan bentuk-bentuk pemalakan atau ‘uang keamanan’ baik buat preman maupun oknum berseragam yang katanya aparat keamanan tapi bersikap seperti preman. Bagi yang belum bekerja pusing mencari kerja agar punya penghasilan, yang penghasilan kecil bingung harus mencari tambahan dari mana. Yang belum punya pasangan sibuk memikirkan kapan bertemu jodoh, yang sudah punya pusing karena ribut melulu, atau malah bingung harus memilih yang mana.

Apapun dasarnya, berbagai masalah pikiran bisa membuat kita susah tidur, dan itu tidak tergantung dari banyak-tidaknya harta, atau bahkan berat-tidaknya masalah. Jadi sumbernya kalau mau dipersempit kebanyakan muncul dari dua hal: beban pikiran yang dibiarkan dan tidak bisa membagi waktu atau menetapkan prioritas. Kalau sudah begini, sulit tidur bisa mendatangkan lebih banyak masalah lagi, terutama akan mengganggu kesehatan kita. Maka tidur pun menjadi sesuatu yang mahal harganya.

Daud adalah salah satu tokoh yang dikenal memiliki kedekatan yang sangat intim dengan Tuhan, dan kedekatannya itu sudah ia bangun semenjak masa kecilnya. Walau begitu itu bukan berarti hidup Daud sepenuhnya tanpa masalah. Kita tahu ia begitu banyak mengalami masalah atau situasi sulit, dimana banyak di antaranya merupakan masalah hidup dan mati. Kalau kita mengalami sedikit saja dari masalahnya, kita mungkin sudah stres dan depresi. Tapi menariknya, justru di saat-saat genting seperti itu Daud berulang kali menunjukkan penyerahan dirinya secara total karena kepecayaan penuh kepada Tuhan. Salah satunya bisa kita baca dalam Mazmur 34:1-22 yang menunjukkan betapa Daud sadar bahwa ia senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan. Lihat apa katanya: “Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.” (Mazmur 34:7). Ayat ini kemudian disusul dengan “Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.” (ay 8). Ini hanyalah satu contoh dari begitu banyak ungkapan iman Daud yang percaya penuh kepada Tuhan atas berbagai situasi sulit yang ia hadapi yang semuanya masih bisa kita baca sampai hari ini. Itulah sebabnya Daud dengan penuh keyakinan berkata: “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” (ay 9). Ingatlah bahwa ucapan ini disampaikan bukan oleh orang yang sepanjang hidupnya nyaman tanpa masalah, tetapi sebaliknya justru oleh orang yang menghadapi tumpukan banyak masalah sepanjang perjalanan hidupnya.

Sepanjang kitab Mazmur kita bisa menemukan ratusan ayat yang menunjukkan kesadarannya akan kebaikan Tuhan dan iman yang percaya sepenuhnya kepada Tuhan baik saat sedang tenang maupun ketika tengah menghadapi masalah atau bahaya. Dalam kitab 2 Samuel kita bisa menemukan perkataan Daud yang tegas menunjukkan seperti apa kebaikan Tuhan itu menaungi hidupnya. “Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan.” (2 Samuel 22:3). Benar, sebagai manusia biasa dia pun tentu pernah mengalami pergumulan-pergumulan dan rasa takut. Ia bisa cemas, gelisah atau takut, dan itu mungkin kita anggap wajar, tetapi ia tidak membiarkan dirinya larut dalam perasaan seperti itu. Sebaliknya ia segera memandang Tuhan dan menyerahkan semua ke dalam tanganNya. Ia mengalahkan rasa takut atau kuatirnya dan menggantikannya dengan kepercayaan yang didukung oleh imannya. Sama seperti Daud, dalam menghadapi situasi-situasi sulit atau berbagai bentuk pergumulan kita memerlukan iman, sebuah iman yang akan memerdekakan kita dari rasa takut, khawatir, cemas dan sebagainya, hal-hal yang bisa dengan mudah merebut sukacita dan kedamaian dari hidup kita dan membuat kita sulit tidur.

Lebih spesifik lagi, mari kita lihat untaian doa indah Daud di malam hari yang ditulis dalam Mazmur 4:1-8. Bagian ini menunjukkan dengan jelas bagaimana yakinnya Daud akan penyertaan Tuhan dan pertolongannya, betapa Daud menyadari betul bahwa Tuhan penuh kasih setia dalam menyertai umatNya, bahwa Tuhan punya kuasa yang lebih besar dari apapun yang ada di kolong semesta ini. Dengan menyadari itu semua, Daud tahu betul bahwa ia tidak perlu takut. Maka Daud berkata seperti ini: “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.” (Mazmur 4:9) “In peace I will both lie down and sleep, for You, Lord, alone make me dwell in safety and confident trust.” Indah bukan? Ini bisa jadi sesuatu yang seperti mustahil bagi sebagian orang yang hidupnya penuh dengan rasa cemas dan takut.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.