Ayat bacaan: Filipi 1:22
================
“Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.”

tidak berbuah

Serangan hama tanaman membuat beberapa pohon di halaman rumah saya mati. Semua berjalan dalam waktu singkat. Awalnya daun-daunnya terlihat layu, saya pun berpikir mungkin itu hanya karena cuaca atau kurang disiram atau dipupuk. Ternyata di belakang daun terdapat bintik-bintik putih seperti jamur. Dan bukan saja di daun, setelah diperiksa pada akar-akarnya pun terdapat penyakit yang sama. Maka beberapa pohon pun habis menjadi botak kemudian mati. Adakah gunanya mempertahankan tanaman yang tinggal batang kering saja? Saya pun terpaksa mencabutnya dari pot lalu membakarnya. Sangat disayangkan memang, karena saya tadinya berharap bisa mendapatkan buah-buah yang manis dan segar dari pohon-pohon ini, namun serangan penyakit membuat saya harus merelakan beberapa pohon itu, dan untuk lain kali mengawasi dengan hati-hati setiap sisi dan lekuk daun sebelum kejadian yang sama terjadi lagi.

Sadarkah kita untuk apa kita hidup? Ada banyak orang tidak menyadari apa yang menjadi tujuan hidupnya. Mereka hanya menjalani sekenanya saja tanpa melakukan sesuatu yang berarti. Mereka sibuk berhitung tanpa mau berbuat. Tidak jarang pula dosa-dosa terus menyerang seperti penyakit bintik-bintik putih di daun dan akar pohon. Terkadang letaknya pun tersembunyi sehingga jika tidak awas kita tidak menyadari bahwa kita sedang diserang hama dosa yang akibatnya bisa mematikan. Sama seperti pohon yang terserang penyakit, kita pun lama-lama akan kering, tidak lagi menghasilkan buah lalu binasa sia-sia. Menghasilkan buah bukan hanya penting bagi sebuah pohon, tetapi Alkitab jelas berkata bahwa hidup kita pun perlu menghasilkan buah. Bahkan dengan jelas dikatakan bahwa itulah tujuan kita di saat kita masih diberikan kesempatan untuk hidup di muka bumi ini.

Hal itu bisa kita baca dalam surat Filipi 1:22. “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” Paulus mengingatkan kita semua bahwa hidup ini harus penuh dengan buah. Life has to be fruitful, or else it will just become a useless one. Untuk itu Paulus pun siap menanggung resiko apapun. Bahkan ia berkata: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (ay 21). Berbuah adalah satu hal yang harus kita hasilkan selama hidup. Seperti apakah berbuah itu? Berbuah berbicara tentang hidup yang bermakna, bermanfaat dan berguna, bukan saja bagi diri sendiri, tetapi juga terhadap orang lain. Berbuah berbicara tentang sebuah pertumbuhan dan perkembangan menghasilkan sesuatu yang manis. Berbuah, itu merupakan keharusan bagi orang-orang percaya, dan Yesus pun berulang kali memberi penekanan akan hal ini.

Lihatlah apa kata Yesus berikut: “Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.(Matius 12:33). Dari buahnyalah sebuah pohon dikenal. Hal ini diulang Yesus beberapa kali dalam berbagai kesempatan, seperti ketika Dia menyampaikan perihal pengajar-pengajar yang sesat dalam Matius 7:15-23. Agar dapat membedakan mana yang benar dan sesat, kita bisa melihat itu dari buah-buah yang dihasilkan. “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?” (ay 16). Seperti apa buah yang kita hasilkan akan sangat menentukan seperti apa kita sudah menjalani tujuan hidup kita. Dan Tuhan tidak main-main mengenai kehidupan yang berbuah atau tidak ini.“Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.” (ay 19). Lalu kembali kita menemukan peringatan Yesus yang sama: “Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” (ay 20). Pohon yang tidak menghasilkan buah tidak ada gunanya dipertahankan. Batang kering itu hanya akan berakhir dengan ditebang lalu dibakar. Seperti itu pula kehidupan yang kita jalani dengan sia-sia. Semua hanya akan berakhir dalam api yang menyala-nyala.

Adalah baik jika kita sudah bertobat, tetapi kita harus melanjutkannya dengan menghasilkan buah yang baik, yang akan terasa segar dan manis pula bagi orang lain. Sebuah pertobatan harus berlanjut kepada berbuah, seperti apa yang dikatakan Yesus: “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.” (ay 8). Kita pun harus menjaga diri kita baik-baik agar jangan sampai dosa-dosa kembali menyerang kita baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Semua itu bisa membuat kita berhenti menghasilkan buah sehingga akibatnya bisa menjadi sangat fatal di kemudian hari.

Adalah penting bagi kita untuk menyadari tujuan hidup, dan itu adalah dengan bekerja memberi buah. Tidak jarang kita lupa akan hal ini. Kita merasa puas dengan menjadi orang percaya, atau merasa sudah cukup ketika kita mencapai jabatan-jabatan tertentu baik dalam pekerjaan maupun dalam pelayanan. Semua itu tidaklah salah asal jangan kemudian merubah kita menjadi sombong. Tetapi kita pun perlu menyadari bahwa Tuhan tidak peduli setinggi apa jabatan kita, atau berapa lama kita sudah menjadi pengikutNya. Apa yang Dia perhatikan adalah buah yang kita hasilkan, apakah kita sudah bertumbuh dengan subur dan menghasilkan banyak buah ranum yang rasanya manis dan segar, atau kita tidak kunjung menghasilkan apapun dalam hidup ini. Maka Yesus mengingatkan: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.” (Yohanes 15:4-6). Jangan lupa bahwa ranting-ranting yang tidak berbuah akhirnya akan dipotong (ay 2a), lalu dikumpulkan dan dicampakkan ke dalam api. Ini adalah sesuatu yang tidak main-main. Oleh karena itu selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup, pastikanlah bahwa kita terus berbuah.

Teruslah bertumbuh dan hasilkan buah-buah yang manis sesuai pertobatan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.