Tidak ada Allah? (1)

Ayat bacaan: Mazmur 14:1
=====================
“Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.”

Kalau melihat kecenderungan para pejabat negara dari tingkat atas sampai yang terendah untuk melakukan kecurangan dengan korupsi, penyelewengan dana, penipuan dan lain-lain, kita tentu merasa miris. Yang lebih bikin geleng kepala, diantara mereka bahkan ada banyak yang sudah berumur dan seharusnya menikmati masa senja bersama anak dan cucu. Tapi kok masih saja korupsi? Lucunya, para pelaku korupsi ini akan memakai atribut-atribut agama pada saat persidangan, mengira bahwa semua itu bisa meringankan hukuman di persidangan. Mereka kerap tampil tanpa dosa, bahkan ada yang seolah superstar melambaikan tangan atau mengacungkan tanda ‘victory’ ke para wartawan. Memakai atribut-atribut seperti itu menunjukkan bahwa mereka percaya bahwa Tuhan ada. Kalau memang percaya, kenapa masih berani melakukan perbuatan curang yang merugikan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara?

Ayat bacaan hari diambil dari Daud dalam kitab Mazmur. “Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah”. Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.” (Mazmur 14:1). “THE [empty-headed] fool has said in his heart, There is no God. They are corrupt, they have done abominable deeds; there is none that does good or right.” Kepada siapa ayat ini ditujukan? Apakah hanya kepada orang-orang yang tidak percaya Tuhan itu ada? Kepada orang yang tidak percaya? Bagaimana jika saya katakan bahwa ayat ini bisa kena pada orang-orang yang percaya dan mengakui keberadaan Tuhan termasuk kita juga? Banyak dari kita tidak pernah bermimpi bahwa ayat ini dapat mengenai kita, karena bukankah kita mengakui bahwa Tuhan ada? Kita beribadah, bahkan memakai atribut-atribut yang menunjukkan kepada siapa kita beriman. Jika ditanya apakah Tuhan ada atau tidak, tentu kita akan dengan cepat berkata bahwa Tuhan itu ada. Tapi mari kita berpikir sekali lagi. Memang benar dari mulut kita, ucapan bahwa Tuhan ada bisa keluar. Kita tidak akan pernah berkata bahwa Tuhan tidak ada. Tapi bagaimana dengan tindakan kita?

Dalam Mazmur 14 Daud menyoroti kebebalan manusia. Setelah memulai dengan menunjukkan kebiasaan orang bebal yang dalam hatinya berkata “tidak ada Allah”, ia melanjutkan dengan serangkaian kalimat lain. “TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.” (ay 2-3). Perhatikan bahwa Daud bukan berkata bahwa orang-orang bebal ini secara terang-terangan berkata bahwa Tuhan itu tidak ada, tetapi mengatakan itu ‘dalam hati’. Ini artinya sikap orang-orang yang digambarkan sebagai bebal bukanlah yang tidak mengakui keberadaan Tuhan tetapi merupakan orang-orang yang mulutnya mengaku, penampilannya pun menunjukkan itu, tetapi perbuatan dan tindakannya sama sekali tidak menunjukkan mereka sebagai orang yang percaya bahwa Tuhan itu ada. Sebab kalau memang mereka menyadari itu, tidakkah seharusnya mereka takut akan penghakiman Tuhan kelak?

Selanjutnya Daud berkata: “Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan, yang memakan habis umat-Ku seperti memakan roti, dan yang tidak berseru kepada TUHAN?” (ay 4). Tidakkah orang-orang yang menyeleweng dan bejat ini sadar kalau perbuatan mereka itu merampas hak dari umatnya Tuhan? Dan “Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, sebab Allah menyertai angkatan yang benar.” (ay 5). Orang-orang jahat ini akan ketakutan, dreading in dread, living in fear, karena Tuhan akan menyertai dan melindungi orang-orang benar yang taat kepadaNya. Sementara di dunia para orang jahat ini sepertinya bisa lepas dari jerat hukum dan tertawa-tawa, mengolok orang yang tertindas, tapi jangan lupa bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan dari orang yang taat (ay 6).

(bersambung)

Loading...

Published by Renungan Iman Katolik

Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.