Tiara (1)

Ayat bacaan: Wahyu 3:11
=====================
“Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.”

Ada seorang teman yang bernama Tiara. Tiara kalau dilihat dalam kamus diartikan sebagai hiasan kepala yang bertahtakan mutiara, biasa dipakai oleh ratu atau mahkota bersusun tiga seperti yang dipakai oleh Paus. Keduanya sama-sama bertahtakan perhiasan dan tidak dipakai oleh sembarang orang. Mahkota bukan sesuatu yang dipakai sebagai alat pelengkap fashion melainkan hanya orang-orang tertentu saja yang boleh memakainya. Kalau bukan permaisuri atau putri raja, beberapa ajang kontes kecantikan pun mempergunakan mahkota saat satu dari kontestan dinyatakan sebagai pemenang.

Sebagai orang percaya, kita sudah dimahkotai Tuhan dengan berbagai anugerahNya. Dalam Mazmur 8:5 dikatakan kita dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, dalam Mazmur 103:4 kita dimahkotai dengan kasih setia dan rahmat (belas kasihan), atau dalam Amsal 4:7-9 disebutkan bahwa kalau kita memperoleh hikmat maka itu akan menjadi seperti sebuah mahkota seindah karangan bunga. Dan jangan lupa bahwa kita dimahkotai pula dengan keselamatan, seperti yang disebutkan dalam Mazmur 149:4. Jelaslah bahwa pada kepala setiap orang percaya sudah dipasang sebuah mahkota, bukan mahkota meski mahal tapi fana tetapi sebuah mahkota yang abadi. Dan itu disebutkan pula oleh Paulus dalam 1 Korintus 9:25.

Apabila anda dinobatkan sebagai putra/putri Kerajaan dan dengan sendirinya mendapat mahkota di kepala anda, anda tentu berusaha agar mahkota itu tidak dicabut lagi bukan? Ada beberapa putri Kecantikan yang akhirnya harus kehilangan hak atas mahkotanya karena belakangan ketahuan pernah atau setelah menang melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji. Sebuah kehormatan, kemuliaan seperti itu seharusnya kita pertahankan dengan sungguh-sungguh karena nilainya sungguh sangat tinggi. Kalau mahkota yang fana saja akan kita pertahankan mati-matian, pernahkah kita berpikir bahwa kita justru harus lebih mati-matian lagi mempertahankan sebuah mahkota yang abadi?

Sekarang mari kita fokus kepada kata mempertahankan. Mempertahankan selalu lebih sulit dari memperoleh. Itu hal yang akan menjadi kesimpulan bagi yang sudah memulai sesuatu. Memang untuk memulai sesuatu dan dibutuhkan kerja keras yang tidak sedikit. Tidak mudah untuk memulai, tapi kenyataannya ternyata lebih sulit lagi untuk mempertahankan. Ada banyak ujian dalam perjalanan, dan untuk bisa mempertahankan apa yang telah kita raih butuh semangat pantang menyerah, dan seringkali dibutuhkan usaha keras yang lebih lagi dari sebelumnya. Untuk memulai saja memang sudah baik, daripada tidak memulai sama sekali, namun mempertahankan pun tidak kalah pentingnya agar mahkota itu tidak lepas dari kepala kita.

Jemaat Filadelfia mendapatkan pesan penting akan hal ini. Mereka dinasihatkan agar tetap hidup dalam ketaatan, jangan berubah, selalu berusaha serius untuk mempertahankan apa yang telah mereka peroleh agar mahkota kehidupan yang dijanjikan tetap berlaku bagi mereka. “Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.” (Wahyu 3:11).

Sebelum kita lanjutkan mengenai pesan dalam kitab Wahyu ini, ada baiknya kita lihat terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Filadelfia dan bagaimana cara hidup jemaat disana pada waktu itu. Filadelfia berasal dari kata Fhileo yang artinya sebuah kasih tulus dan murni tanpa menuntut imbalan apa-apa, dan Delfho yang artinya sebuah ikatan persaudaraan yang erat. Jika digabungkan maka Filadelfia secara singkat berarti Kasih Persaudaraan. Ini adalah sebuah hal yang sangat penting di mata Tuhan, yang menuntut kita menyingkirkan segala perbedaan-perbedaan yang bersifat duniawi tetapi kemudian bersatu dalam kasih sebagai satu keluarga, sesama saudara dalam Kristus. Penulis Ibrani menyerukannya dengan ringkas, tegas dan jelas: “Peliharalah kasih persaudaraan!” (Ibrani 13:1). Inilah bentuk ikatan yang dikehendaki Tuhan.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.