The Devil’s Baits

Ayat bacaan: Kisah Para Rasul 13:9-10
===============================
“Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, dan berkata: “Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu?”

Tinggal di pinggiran kota yang sepi, apalagi ada dua tanah kosong dengan semak belukar yang tinggi dan tanah lembab akibat digunakan sebagai penampungan air yang baru di belakang rumah membuat lingkungan sekitar rumah saya penuh tikus. Belakangan ini jumlahnya mulai semakin intens. Mau yang bentuknya kecil atau besar, mau yang abu-abu maupun yang coklat, mau yang imut-imut sampai yang gendut, yang bulunya rapi dan botak sana sini, yang malu-malu sampai yang ‘kepedean’ berlaga pandang dengan orang, semua ada, tinggal pilih. Kadang ada yang masuk ke dalam rumah sehingga untuk mengusirnya lumayan merepotkan. Tetangga saya yang merasa terganggu mulai menggunakan berbagai cara dalam membasmi tikus, mulai dari perangkap kerangkeng, jepit, lem sampai racun. Mati satu datang lagi dua, mati dua datang lagi lima. Seperti itulah situasinya. Maka jumlah dan jenis jebakan pun terus ia perbanyak agar lebih banyak lagi tikus yang bisa ia tumpas.

Mengapa saya mengambil ilustrasi di atas? Karena sadar atau tidak, bentuk serangan iblis pun banyak berbentuk jebakan. Jebakan demi jebakan, satu perangkap ke perangkap berikutnya, siap membuat kita masuk terjebak dan binasa. Ada yang jelas-jelas terlihat gelap, ada pula yang dikemas seolah-olah baik, bahkan benar, tapi tetap saja jalannya menuju maut. Firman Tuhan sudah mengingatkan hal ini. “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” (Amsal 14:12). The devil’s baits are everywhere. Jebakan iblis ada dimana-mana dalam berbagai bentuk, penyesatannya tersebar di berbagai bidang, salah-salah kita bisa terjebak dan binasa disana.

Inilah pekerjaan iblis yang kita kenal sebagai bapa segala dusta. (Yohanes 8:44). Banyak tipuan iblis yang seolah-olah menjanjikan pertolongan instan, dan betapa banyak orang percaya yang terjerat dengan tipuan ini. Tidak harus selalu dalam bentuk yang nyata seperti jebakan okultisme atau kuasa gelap yang juga banyak versinya dan mendapat jam tayang baik di televisi, tapi bisa pula lewat hal-hal yang sepertinya sesuai dengan kebenaran padahal kalau diperhatikan baik-baik orientasinya menyimpang dari firman Tuhan. Lihat bagaimana prosperity teaching atau ajaran kemakmuran dipelintir seolah mengacu pada penggalan-penggalan Alkitab tapi justru menggiring manusia untuk menghamba pada uang atau mamon. Ini baru satu contoh saja karena penyesatan lewat jebakan iblis bisa muncul dalam ratusan atau bahkan ribuan bentuk lainnya dan menggunakan berbagai media atau cara.

Paulus mengatakan hal ini tidaklah mengherankan. “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.” (2 Korintus 11:14). Sebagai bapa dari dusta, bapa tipu muslihat, iblis memang peniru ulung yang pintar dalam memanfaatkan kelemahan kita untuk dimanipulasi. Kalau kita baca di Alkitab, salah satu bentuk jebakannya adalah lewat meniru pekerjaan yang dilakukan Tuhan. Kita bisa melihat contohnya dalam kitab Keluaran, yaitu ketika Musa dan Harun berhadapan dengan ahli sihir Mesir yang mampu meniru apa yang mereka lakukan di depan Firaun. Harun melemparkan tongkatnya kemudian tongkat itu berubah menjadi ular, tapi ahli sihir Mesir pun mampu membuat hal yang sama. (Keluaran 7:9-12). Tipuan seperti inilah yang dilakukan oleh iblis hingga hari ini yang jika tidak kita sikapi dengan cermat akan membuat orang-orang percaya termakan tipuan dan masuk ke dalam jebakannya.

Mari kita ambil satu kisah tentang seseorang bernama Baryseus yang berada di pulau Siprus seperti yang ditulis dalam kitab Kisah Para Rasul. Baryseus disebutkan berprofesi sebagai tukang sihir dan nabi palsu. (Kisah Para Rasul 13:6). Di pulau Siprus itu ada seorang gubernur bernama Sergius Paulus. Sergius sebenarnya adalah orang cerdas dan bijaksana. Ia sendiri yang memanggil Paulus dan Barnabas, karena kerinduannya mendengar firman Allah. (ay 7). Itu artinya ada seseorang yang ingin selamat dengan mendengarkan kebenaran firman. Iblis tentu tidak ingin itu terjadi, dan ia pun tidak akan tinggal diam. Lalu Baryseus alias Elimas, “tukang sihir itu, menghalang-halangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya.” (ay 8). Berbagai tipu pun ia lakukan. Menyadari itu Paulus segera bereaksi. “Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, dan berkata: “Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu?” (ay 10). Baryseus kemudian terkena murka Tuhan hingga menjadi buta. Membelokkan jalan Tuhan yang lurus lewat rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, seperti itulah pekerjaan iblis lewat hamba-hambanya di muka bumi ini.

Saat-saat akhir jaman makin dekat seperti sekarang, semakin banyak orang yang berlaku begitu rupa sehingga terlihat seperti orang benar, tetapi sebenarnya mereka adalah hamba iblis yang berusaha menyesatkan dan membinasakan kita. Seperti yang saya bilang tadi, kemasannya bisa terlihat begitu rapi sehingga kalau tidak dicermati baik-baik kita bisa tertipu dan mengira bahwa semua itu sesuai firman Tuhan. Dalam Amsal dikatakan “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” (Amsal 14:12), dan ini semakin banyak kita jumpai hari-hari ini. Berbagai pengajaran berorientasi pada kemakmuran, kesuksesan, kekayaan dikemas sedemikian rupa sehingga terlihat lurus, padahal itu bertentangan dengan firman Tuhan dan jika kita turuti dengan sendirinya akan mengarahkan kita kepada ujung yang menuju maut. Berbagai bentuk kuasa gelap memberi janji-janji yang membuat kita tertarik, padahal itu sangat berbahaya. Dalam surat Tesalonika kita bisa melihat peringatan akan hal ini. “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.” (2 Tesalonika 2:9-10). Perhatikanlah, agar jangan sampai kita termasuk dari mereka yang dikatakan “orang-orang yang harus binasa” karena menolak keselamatan.

Agar terhindar dari jebakan-jebakan ini kita harus selalu mempelari baik-baik firman Tuhan agar tidak mudah terpengaruh atau terpedaya oleh berbagai pengajaran dan penawaran yang diberikan kepada kita. Untuk melawannya, dalam Efesus dikatakan bahwa kita sudah diberikan perlengkapan senjata Allah. Oleh karena itu, “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.” (Efesus 6:11). Perlengkapan senjata Allah itu secara rinci bisa dilihat dalam ayat 14-18. Ingatlah bahwa tidak selamanya apa yang terlihat benar itu sungguh benar. Kita harus terus waspada dan memperlengkapi diri senantiasa dengan perlengkapan senjata Allah. Iblis akan selalu berusaha mencari titik lemah kita untuk dimanipulasi dan disesatkan. Jebakannya akan dipasang dimana-mana, tipu dayanya akan dikemas serapi dan seindah mungkin agar tidak ketahuan. Iblis bisa memasang perangkap lewat keinginan-keinginan daging, berbagai hal yang sepertinya terasa nikmat dan menyenangkan kedagingan kita, bisa lewat penyesatan-penyesatan kebenaran, atau bisa pula lewat orang dan sebagainya. Oleh karena itu berhati-hatilah. Tetap ijinkan Roh Kudus terus bekerja dalam diri anda agar anda bisa peka membedakan mana yang berasal dari Tuhan dan mana yang merupakan tipuan iblis.

Tipuan atau perangkap yang dikemas sedemikian rupa bisa menyesatkan, jadi perhatikan setiap langkah agar tidak terjebak

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.