Tetap Berjalan Lurus

Ayat bacaan: Amsal 3:6
===================
“Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Satu terkena flu, seisi rumah pun tertular. Itulah yang terjadi di rumah saya saat ini. Berawal dari saya yang pilek, batuk dan demam, adik ipar dan ayah mertua yang sedang menginap di rumah beserta istri pun terkena virus yang sama. Sedikit saja dalam kondisi lemah, kita akan mudah tertular penyakit. Sangatlah sulit bagi kita untuk menghindar karena hampir setiap saat kita bertemu atau bersinggungan dengan orang lain. Ada beberapa orang yang saat ini rajin memakai masker penutup hidung dan mulut, tapi itupun tidak 100% mampu mencegah penularan penyakit terutama bagi yang tinggal di lingkungan padat penduduk, kota besar dan pusat-pusat perbelanjaan yang penuh sesak. Lewat udara, lewat bersentuhan, bersinggungan dan sebagainya Berbagai penyakit bisa menular, mulai dari yang ringan hingga yang berat.

Ingin hidup sehat secara rohani di dunia ini pun sama sulitnya. Setiap saat kita bisa tertular “penyakit-penyakit” dunia, mulai dari yang terang-terangan menyesatkan, sampai yang dikemas dengan baik sehingga terlihat benar tapi sesungguhnya bertolak belakang dengan firman Tuhan. Dari pergaulan di lingkungan pekerjaan, tempat tinggal atau pertemanan, jika tidak hati-hati kita bisa terseret arus kehidupan duniawi yang semakin menjauh dari Tuhan. Seringkali semua itu terlihat indah, menyenangkan, membahagiakan, namun di balik semuanya yang hanya sementara itu tersembunyi berbagai penyesatan yang siap menyeret kita untuk terjebak dalam perangkap dosa. Ada kalanya itu terlihat indah, dipoles secara luar biasa namun sebetulnya dibaliknya ada banyak penyesatan.

Sejak dahulu kala Alkitab sudah mengingatkan kita akan hal ini. “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” (Amsal 14:12). Dunia yang kita tempati saat ini sangatlah tepat seperti apa yang dahulu pernah dikatakan Paulus. “.. orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.” (2 Timotius 3:13). Apakah itu artinya kita harus paranoid dan hidup jauh dari sukacita, gelisah dan takut setiap saat? Tentu tidak. Tapi penting bagi kita untuk meningkatkan kewaspadaan, karena kita ini manusia yang lemah yang setiap saat bisa tertular oleh arus kesesatan dunia yang bisa menyerang dari berbagai sisi.

Orang jahat akan bertambah jahat, penipu akan semakin parah penipuannya, orang saling disesatkan dan menyesatkan. Itu menggambarkan keadaan yang penuh dengan angkatan yang bengkok hatinya. Dan inilah yang ada disekitar kita hari-hari ini. Apa yang diinginkan Tuhan untuk kita lakukan? Tuhan ingin kita tetap hidup dengan “tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.” (Filipi 2:15). Itu mudah diucapkan tapi sangat sulit untuk dijalankan. Bagaimana agar kita bisa tetap bertahan untuk terus lurus dan tidak menjadi bengkok seperti itu? Caranya adalah dengan terus melibatkan Tuhan dalam segala laku dan perbuatan kita. Ketika Paulus menyatakan seperti apa diri kita yang diinginkan Tuhan dalam Filipi 2:15 tadi, ia sudah terlebih dahulu memberikan kuncinya. Kita harus terus mengerjakan keselamatan dengan hormat dan patuh kepada Allah (ay 12) dan melakukan segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan. (ay 14). Intinya, kita diminta untuk selalu ingat untuk menyertakan Tuhan dalam segala yang kita perbuat. Alangkah sulit apabila kita hanya mengandalkan kekuatan kita pribadi untuk dapat bertahan tetap lurus di antara angkatan yang bengkok. Tapi dengan kuasa Tuhan itu tidak mustahil. Taatlah kepada Tuhan, maka Tuhan akan bekerja dalam hidup kita, menjaga dan melindungi kita. Dan memang, bukan oleh kehebatan kita, tapi “karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (ay 13). Kita sendiri mungkin tidak sanggup, tapi Roh Allah yang bekerja dalam diri kita akan memampukan.

Kunci yang sama sudah diberikan jauh sebelumnya. “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”(Amsal 3:6). Ingatlah kepada Tuhan dalam segala sesuatu yang kita lakukan, maka Tuhan sendiri yang akan meluruskan jalan kita. Angkatan bengkok boleh ada, dan akan terus ada, tapi kita jangan ikut-ikutan menjadi bengkok. Meski mungkin arusnya sangat deras, tapi kita tidak akan mudah terseret jika ada Roh Allah bekerja atas diri kita. Jika untuk menjaga diri kita agar tidak mudah tertular virus flu atau penyakit-penyakit menular lainnya kita harus tetap menjaga kondisi tetap fit dan memperhatikan lingkungan dimana kita berada, maka kita harus menjaga rohani kita untuk selalu mengingat Tuhan dalam menjalani hidup. Di saat kita melakukan hal itu, maka Tuhan sendiri yang akan bekerja meluruskan jalan kita. Tuhan akan selalu berdiri tegak disamping anak-anakNya yang selalu mengerjakan keselamatan dengan rasa hormat dan gentar. Jadilah orang-orang yang tetap lurus meski berada di antara generasi bengkok. Libatkan Tuhan senantiasa dalam setiap langkah, dan percayalah, Tuhan sendiri akan bekerja atas kita.

Jaga kondisi kesehatan spiritual kita dengan senantiasa melibatkan Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.