Terperangkap Lima Jam Dalam Perut Tanpa Air Ketuban

Ayat bacaan: Markus 9:23b
=====================
“Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

keajaiban Tuhan, kesaksian

Kemarin saya kaget ketika istri saya menelepon saat saya sedang berada di luar. Ternyata ia mengabarkan bahwa saat untuk melahirkan bagi anjing chihuahua betina kami sudah tiba. Bagi kami yang belum punya pengalaman, tentu ada perasaan khawatir dan bingung. Maka saya pun segera bergegas pulang agar istri saya tidak sendirian menghadapinya. Satu jam lebih berjuang, anak pertama pun lahir. Disusul sejam berikutnya anak kedua, yang bermasalah dengan pernafasan. Saya pun segera memberikan nafas bantuan langsung ke mulutnya, dan menyedot cairan yang masuk ke dalam hidungnya sesegera mungkin. Ia pun selamat. Masih ada satu lagi, menurut hasil rontgen, tetapi anak berikutnya itu tidak kunjung keluar. Semalaman kami tidak tidur dan terus menunggu, tapi Jazzel, anjing betina kami tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan lagi. Agaknya ia kecapaian setelah melahirkan dua anak, dan ia pun terkulai lemas. Tidak ada satupun dokter hewan yang bersedia datang, dan tidak ada satupun klinik hewan yang buka pada tengah malam seperti itu. Kami pun berdoa dan terus berdoa, menyerahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan.

Setelah memutuskan untuk tidur satu jam, sekitar jam 7 pagi istri saya melihat bahwa di dalam kotak kardus tempatnya bersalin ada genangan air yang berwarna kehijauan. Itu tandanya air ketuban sudah pecah. Namun Jazzel tidak juga melakukan apa-apa. Praktek dokter hewan paling cepat buka pukul 9, dan kamipun harus menanti sampai waktunya. Secara normal, anjing yang masih tinggal di dalam perut tanpa air ketuban hanya akan mampu bertahan sekitar 15 menit, paling lama setengah jam. Lebih dari itu? Secara medis anjing akan mati. Jazzel mendapat giliran ditangani kurang lebih pukul sepuluh lebih. Artinya, anak anjing di dalam perutnya sudah tanpa air ketuban kurang lebih empat jam. Dokter pun sudah berkata bahwa anak dalam perutnya tidak ada harapan lagi. Setelah disuntik perangsang untuk kontraksi, dokter pun segera membantu untuk menarik anaknya keluar dari dalam perut. Kami terus berdoa sambil menenangkan Jazzel. Ternyata mukjizat ajaib Tuhan terjadi! Anaknya masih hidup, meski ia sudah tanpa air ketuban selama empat setengah hingga lima jam! Tidak saja masih hidup, malah masih sangat sehat. Dokter pun tercengang, kaget, bahkan sempat berkata, “it’s a miracle!” Dan keajaiban berikutnya, ternyata ada “bonus” dengan kelahiran anak keempat yang juga sehat. Tuhan itu baik, kuasaNya tak terbatas, dan puji Tuhan, kami kembali menyaksikan sebuah keajaiban Tuhan sebagai sebuah kesaksian yang hari ini saya bagikan kepada teman-teman pembaca RHO.

Berbagai kondisi kesehatan, gejala penyakit dan lamanya orang bisa bertahan terhadap sakit yang dideritanya memang bisa diprediksi oleh para ahli secara medis. Kondisi-kondisi dalam melahirkan, ketahanan janin dalam kandungan setelah air ketuban pecah, itupun bisa diperkirakan secara ilmiah. Tetapi kita tidak boleh lupa, bahwa secanggih apapun manusia meneliti, Tuhan berkuasa lebih dari itu semua. Mukjizat Tuhan sudah, masih dan akan terus terjadi sebagai hadiah yang indah bagi anak-anakNya yang percaya dan berpegang kepadaNya. Yesus sudah menyatakan hal itu dengan jelas. “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Markus 9:23b). Mengapa bisa demikian? “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Lukas 1:37). Apa yang kita perlukan adalah iman, walau sekecil biji sesawi sekalipun. Sesungguhnya kekurang percayaan dan lemahnya iman kitalah yang sering menjadi penghambat kita mengalami mukjizat-mukjizat Tuhan dalam hidup kita. Untuk hal ini Yesus juga sudah menegaskannya. “Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17:20).

Berdoa disertai rasa percaya penuh pada Tuhan, itu juga merupakan kunci dari turunnya berkat-berkat Tuhan, termasuk mukjizatNya yang ajaib. Ingatlah bahwa Tuhan Yesus sudah berkata “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24). Ada kuasa di dalam doa, dan agar itu tidak terhambat, kita harus terus berusaha sebaik-baiknya untuk hidup sebagai orang benar. Sebab firman Tuhan berkata: “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16b). Jangan lupa pula, bahwa apa yang kita minta dalam doa haruslah sesuatu yang benar-benar berguna, bukan untuk sekedar memuaskan hawa nafsu atau keinginan akan kemewahan saja. “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:3). Ingat juga bahwa kita tidak boleh statis, hanya berada di “tepi” saja, tetapi kita harus terus berusaha lebih dalam lagi dalam berhubungan dengan Tuhan, lebih mengenalNya dan mengetahui firman-firmanNya. Kepada Simon Petrus yang pada suatu hari tidak mendapatkan ikan tangkapan sama sekali, Yesus berkata: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” (Lukas 5:4). Masuklah lebih dalam lagi, dan alamilah berbagai mukjizat Tuhan, sebab hanya di tempat dalam itulah berbagai keajaiban kuasa Tuhan terdapat.

Semua ini adalah kunci-kunci yang akan mampu membawa kita untuk mengalami banyak keajaiban Tuhan. Secara logika manusia, secara medis, secara teknis, manusia bisa memprediksi sesuatu, namun semua itu tidak berlaku ketika kita berbicara dalam konteks kuasa Tuhan yang tidak terbatas. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, dan semua itu disediakan Tuhan kepada orang-orang percaya yang selalu hidup benar. 5 jam dalam kandungan tanpa air ketuban, itu sama sekali mustahil secara medis, tetapi itu hanyalah satu dari milyaran keajaiban Tuhan yang siap Dia limpahkan kepada kita semua.

Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya yang mengandalkan kuasa Tuhan yang tidak terbatas

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: