Teriakan “O My God” di Biara Rubiah Karmelites Flos Carmeli Batu

Mbak Sul bersama alm. Suster Maria Immaculata Buttner O.Carm.

“WOW, ayune pol tenan.”

Itulah ungkapan spontan kami, saat tengah berpapasan di sudut lorong biara dengan Mbak Sul. Ia adalah  salah satu karyawati Biara Rubiah Karmelites Flos Carmeli Batu, Jatim.

Tidak seperti biasanya, pagi itu Mbak Sul berangkat bekerja dengan riasan make-up lengkap masih menempel di wajahnya. Singkat cerita, ternyata kemarin ia sengaja  mengambil jatah cutinya  untuk bisa mengikuti acara Karnaval Sandukan.

Sandukan adalah salah satu kesenian khas  tradisional di  Kota Batu, dimana sejumlah laki-laki dan perempuan dengan dandanan khas Madura berjalan sambil menari  diiringi musik campursari.

Ketika kami bertanya mengapa riasan make-up  kok belum dihapus, maka dengan riangnya dia pun menceritakan demikian. Katanya waktu itu,  dia ingin berbagi  kebahagiannya dengan para suster rubiah karmelit di balik tembok biara.

”Suster kan tidak boleh keluar untuk menonton karnaval. Jadi make-up wajah saya yang kemarin ini tidak saya bersihkan dulu, sehingga hari ini suster-suster masih dapat melihat dandanan saya yang kemarin itu,” terangnya dengan kemayu.

“O my God…”

Begitulah cerita Mbak Sul dengan polosnya dan ternyata sejak siang kemarin saat mandi, Mbak Sul rela berkurban untuk tidak membersihkan wajahnya. Begitu juga semalaman ia tidur terlentang sampai pagi demi masih rapih dan utuhnya hiasan make-up.

Kreatif juga Mbak Sul ini.

Mbak Sul

Terima kasih Mbak, pagi itu kami para suster telah kau gembirakan dengan melihat wajah cantikmu, walau umur sudah boleh dibilang telah ‘kadaluarsa’.

Ungkapan kasihmu  yang sungguh jenaka itu sampai membuat kami tersenyum-senyum geli.

Sungguh semakin indahnya pagi ini terasa ceria dan penuh suka-cita.

Pewarta bahagia di biara

Mbak Sul telah turut memberi warna dalam keseharian  keheningan komunitas kami. Mbak Sul ternyata  juga  menjadi utusan Tuhan sebagai salah satu  pewarta dan juga tentunya penggembira bagi hidup harian kami.

Setelah mempersilahkan Mbak Sul membersihkan wajahnya supaya segar maka kulanjutkan langkah kakiku menyusuri  lorong gang biaraku, sambil kupanjatkan doa kepada Sang Pemberi kebahagiaan abadi.

Mbak Sul bersama almarhum Sr. Maria Immaculata Buttner O.Carm yang merupakan suster rubiah karmelites generasi pertama. Alm. Sr. M. Buttner O.Carm berasal dari Jerman dan meninggal dunia di bulan Agustus 2016.

Indahnya berbagi

Terima kasih ya Tuhan. Engkau telah memberi Mbak Sul menjadi bagian dalam keluarga komunitas biara kami.

Mbak Sul telah turut mengingatkan kepada kami bahwa berbagi itu indah. Menyegarkan  suasana dan dapat membahagiakan orang lain, tak terkecuali diri sendiri turut merasakannya.

Berkatilah ya Tuhan Mbak Sul dan keluarganya, berilah rahmat yang dibutuhkannya saat ini.

Semoga  kami pun dapat berbagi kepada siapa saja, baik yang dapat kami jumpai secara fisik maupun yang dapat kami jumpai dalam bentuk dan kesempatan yang lain, sesuai dengan cara hidup harian kami sebagai biarawati rubiah Karmel di Flos-Carmeli. Amin.

Sr. Maria Ignatia O.Carm Biarawati rubiah karmel di Biara Rubiah Karmelites “Flos Carmeli” Batu, Jawa Timur.

Sumber: Sesawi.net

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: