Terang Dunia (2)

(sambungan)

Sekali lagi mari kita perhatikan ayat ini. “Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.” (Yohanes 9:5). Lalu setelah Yesus tidak lagi berada di dunia, siapa yang akan bertindak sebagai terang? Perhatikan bahwa Tuhan tetap menerangi anda dengan cahaya kemuliaanNya. Tugas dan panggilan untuk mejadi terang beralih kepada kita. Kata Yesus: “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:14-16). Ini merupakan sebuah panggilan bagi kita semua yang mendapat terang Kristus untuk mampu menjadi sumber terang di dunia ini. Artinya, lewat tindakan dan perbuatan, tingkah laku dan gaya hidup kita, seharusnya kita mampu menjadi terang yang bisa menarik perhatian orang lain dalam hal-hal yang positif. Sebagai warga Kerajaan Surga, kita seharusnya bisa tampil beda dengan dunia dan membawa terang rohani ke dalam dunia yang gelap ini.

Terang berbicara mengenai menjadi contoh yang baik, memancarkan cahaya yang mampu membuat orang lain bisa melihat kemuliaan Tuhan. Seharusnya kita bisa menjadi contoh dengan hidup berbeda dengan kebiasaan dunia yang tidak baik bukannya malah ikut terseret arus kesesatan. Alangkah ironis apabila kita mengaku sebagai pengikut Kristus tapi hidup masih saja penuh ketakutan, kekhawatiran, selalu terlihat cemas. Atau terus melakukan perbuatan tidak jujur, tipu menupu dan sebagainya. Bersikap tidak bersahabat dan kasar terhadap bawahan. Atau keluarganya tidak bisa menjadi contoh teladan karena penuh dengan pertengkaran, keributan bahkan kekerasan. Ketahuilah bahwa sebagai penyandang status anak-anak Allah, kita menjadi pusat perhatian orang. Bukankah memalukan kalau kita malah menunjukkan hal-hal negatif ketimbang positif? Bukan menjadi terang, tapi malah menjadi batu sandungan? Bukannya memberikan teladan, tapi malah menjadi tertawaan? Itu akan membuat orang bukannya mengenal Kristus, tapi malah menjadi semakin anti-pati.  Di tengah dunia  yang semakin lama semakin kelam dan suram ini seharusnya kita bisa berperan menjadi terang di dunia sehingga orang akan bisa menyaksikan bagaimana terang Kristus yang berada di dalam ternyata kita sungguh sanggup memberikan perbedaan nyata. Dan itu semua akan terlihat jelas dari cara hidup kita.

Panggilan untuk menjadi terang juga disebutkan dalam kitab Yesaya. “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.” (Yesaya 60:1). Meski kota-kota metropolitan semakin terang benderang, tapi itu hanyalah sesuatu yang tampak di permukaan saja, “Sebab sesungguhnya kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa”. Tetapi kita idealnya tidak ikut tertutupi gelap, karena secara jelas lewat Yesaya firman Tuhan berkata bahwa “terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.” (ay 2). Apa yang terjadi kepada kita jika kita menjadi terang? Firman Tuhan mencatat hal-hal luar biasa akan hal ini. “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong….Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.” (ay 3,4,7). Bukan saja jiwa-jiwa akan datang untuk mengenal Tuhan lewat kita, tapi Tuhan pun melimpahi berkat-berkat lainnya. “Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.” (ay 6). Dan ada banyak lagi yang akan dilimpahkan Tuhan kepada anak-anakNya yang mau bangkit dan menjadi terang. Bacalah selengkapnya Yesaya 60:1-22, maka anda akan melihat gambaran keseluruhan yang sungguh sangat jelas. Sebagai terang, anda akan menjadi pusat yang memberkati. Orang akan datang berduyun-duyun mencari anda untuk menerima kebenaran, mengalami Tuhan lewat bimbingan anda. Dan segala yang diperlukan untuk itu akan disediakan oleh Tuhan. Bukan hanya orang-orang yang datang untuk ditolong, tapi berkat-berkat Tuhan pun akan berduyun-duyun datang kepada anda, bukan untuk dipakai buat kemewahan sendiri tetapi untuk memberkati lebih banyak lagi jiwa-jiwa.

Menjadi terang merupakan kewajiban kita yang percaya kepadaNya. Meski merupakan kewajiban, Tuhan masih pula melimpahkan begitu banyak berkat jika kita mau menjadi pelaku-pelaku firman yang benar. Orang-orang dunia bisa berhimpun datang menuju Kristus jika kita semua mampu menjadi terang seperti yang diharapkan Tuhan. Oleh karenanya kita harus senantiasa menjaga diri kita, segala yang kita perbuat, gaya dan cara hidup kita agar dapat selalu memancarkan terang. Jangan sampai terang kita meredup dan kalah dikuasai kegelapan. “Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.” (Lukas 11:35). Hiduplah senantiasa dengan menjaga kekudusan dan ketaatan, berikan keteladanan yang baik, hingga kehidupan kita bisa menjadi kesaksian nyata dimana orang akan bisa melihat bagaimana luar biasanya hidup berjalan bersama Kristus. Bangkitlah, dan menjadi teranglah, agar semua orang bisa melihat kemuliaan Tuhan bersinar terbit bercahaya atasmu.

Jadilah terang yang penuh daya tarik dan mampu menyatakan betapa luar biasanya hidup bersama Kristus

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.